Penipuan Wedding Organizer: Ratusan Pasangan Kehilangan Dana hingga Miliaran Rupiah, Warga Serbu Rumah Pemilik WO
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Senin, 8 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kasus penipuan yang melibatkan jasa wedding organizer (WO) kembali menggemparkan masyarakat Jakarta. Sejumlah korban mengeluhkan kerugian besar akibat tindakan tidak terpuji dari pemilik WO yang diduga menipu ratusan pasangan calon pengantin. Kejadian ini memicu aksi warga yang memboikot rumah pemilik WO tersebut dan membawanya ke kantor polisi.
Kerugian Besar yang Dialami Korban
Berdasarkan laporan awal, kerugian yang dialami oleh para korban mencapai angka miliaran rupiah. Salah satu korban, Tamay (26), mengungkapkan bahwa pernikahannya mengalami masalah serius. “Jadi dia ada beberapa acara hari Sabtu itu, terus ternyata bermasalah. Katering makanannya enggak datang, cuma ada dekornya,” ujar Tamay saat dihubungi.
Peristiwa ini berawal dari unggahan seorang perias pengantin di media sosial TikTok. Unggahan tersebut menjadi awal mula terungkapnya dugaan penipuan yang dilakukan oleh pemilik WO. Dari sana, banyak warganet yang mengaku sebagai korban mulai berkumpul dan saling berbagi pengalaman.
Aksi Massal yang Menggegerkan
Aksi massa yang terjadi di wilayah Cipayung, Jakarta Timur, membuat heboh masyarakat setempat. Banyak warga yang memadati rumah pemilik WO yang diduga menipu. Bahkan, mereka memboyong pemilik WO tersebut ke Mapolres Jakarta Timur. Kapolres Jakarta Timur, Kombes Pol Alfian Nurrizal, mengatakan bahwa ia mencoba menengahi situasi tersebut.
“Saya akan mengusahakan untuk semuanya (korban penipuan) agar bisa dikembalikan hak-haknya,” ujar Alfian. Ia juga meminta para korban bersabar dan tidak terpancing provokasi.
Peran Media Sosial dalam Pemecahan Kasus
Media sosial, khususnya TikTok dan WhatsApp, berperan penting dalam mengungkap kasus ini. Para korban saling berkomunikasi melalui grup obrolan WhatsApp untuk menyamakan informasi. Dari sana, mereka dapat mengidentifikasi modus operandi dari pemilik WO yang diduga menipu.
Video-video yang menunjukkan kerumunan orang mendatangi sebuah rumah juga beredar di media sosial. Salah satunya diunggah oleh akun Threads @jumiyy_, yang mengaku termasuk salah satu korban. Video tersebut menunjukkan bagaimana jumlah orang yang memenuhi jalanan di sekitar rumah tersebut.
Tindakan yang Diambil oleh Pihak Berwajib
Polres Jakarta Timur dan pihak berwajib lainnya telah mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan kasus ini. Kapolres Jakarta Timur menyatakan bahwa pihaknya akan berusaha memulihkan hak-hak para korban. Meskipun begitu, belum ada informasi resmi tentang status hukum pemilik WO tersebut.
Selain itu, polisi juga sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap dugaan penipuan yang dilakukan oleh pemilik WO. Informasi terkini masih dalam proses pengumpulan data dan keterangan dari para korban.
Dampak pada Industri Wedding Organizer
Kasus ini menimbulkan ketakutan di kalangan industri wedding organizer. Banyak pihak khawatir bahwa kepercayaan masyarakat terhadap jasa WO akan terganggu. Selain itu, kasus ini juga menjadi peringatan bagi pelaku usaha untuk lebih teliti dalam memilih mitra bisnis.
Para korban menuntut keadilan dan transparansi dari pihak berwajib. Mereka berharap kasus ini dapat segera diselesaikan dengan adil dan cepat. Dengan demikian, masyarakat dapat kembali percaya pada layanan jasa WO yang profesional dan bertanggung jawab. ***

>

Saat ini belum ada komentar