Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » BPJS Kesehatan Surabaya: 144 Penyakit Ditangani di FKTP, Bukan Tak Dijamin!

BPJS Kesehatan Surabaya: 144 Penyakit Ditangani di FKTP, Bukan Tak Dijamin!

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Minggu, 2 Feb 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – BPJS Kesehatan Cabang Surabaya menegaskan bahwa 144 jenis penyakit yang ramai diberitakan bukan berarti tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan, melainkan dapat ditangani langsung di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Hal ini disampaikan oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, Hernina Agustin Arifin, yang meluruskan kesalahpahaman publik.

“Berdasarkan peraturan yang berlaku, terdapat 144 penyakit yang bisa ditangani secara mandiri dan tuntas oleh dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. Jika pasien memerlukan penanganan lebih lanjut dan dokter merujuk ke rumah sakit, maka BPJS Kesehatan tetap menanggung biaya perawatan,” ujar Hernina di Surabaya.

Hernina menjelaskan bahwa daftar 144 penyakit ini tidak ditentukan sepihak oleh BPJS Kesehatan, melainkan berdasarkan Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia Nomor 11 Tahun 2012 tentang Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) Tahun 2012. Dalam regulasi tersebut, terdapat 736 daftar penyakit yang dikelompokkan berdasarkan sistem tubuh manusia serta tingkat kemampuan yang harus dicapai oleh dokter setelah menyelesaikan pendidikannya.

“Prinsipnya, pasien tetap harus berobat ke FKTP terlebih dahulu, seperti puskesmas atau klinik. Terkadang, perbedaan dalam penyampaian informasi di lapangan menyebabkan kesalahpahaman,” tambahnya.

Terkait dengan optimalisasi layanan kesehatan, Hernina mengapresiasi saran dari anggota Komisi D DPRD Surabaya, Michael Leksodimulyo, yang mengusulkan agar fungsi puskesmas diperkuat, termasuk memastikan jadwal layanan optimal dan pemanfaatan alat medis secara maksimal.

“Tentu ini sejalan dengan prinsip penyelenggaraan Program JKN yang bertujuan memberikan kemudahan akses layanan kesehatan bagi seluruh peserta. Dalam mekanisme JKN, pasien yang sakit harus datang ke FKTP terdaftar untuk mendapatkan pemeriksaan, obat-obatan, hingga pemeriksaan penunjang sesuai indikasi medis,” jelas Hernina.

Menurutnya, 144 penyakit tersebut tetap dapat dirujuk ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) jika memenuhi indikasi medis tertentu, misalnya apabila penyakit dikategorikan sebagai kronis atau melewati Golden Time Standar.

“Kami berharap aturan ini tidak disalahartikan sehingga menimbulkan spekulasi bahwa BPJS Kesehatan tidak menanggung 144 penyakit tersebut secara komprehensif. Kami juga mengapresiasi dokter di FKTP yang telah memberikan pelayanan optimal sesuai dengan Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI),” tegas Hernina.

Di sisi lain, Ketua BPJS Watch Jawa Timur, Arief Supriyono, turut mempertegas bahwa 144 penyakit ini memang harus ditangani hingga tuntas di FKTP. Ia merujuk pada Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/1186/2022 dan Nomor HK.01.07/Menkes/1936/2022 yang menjadi pedoman praktik klinis dokter dalam menangani penyakit tersebut.

“Selama kondisi pasien tidak masuk kategori gawat darurat, maka mereka bisa berobat ke FKTP tempat mereka terdaftar,” kata Arief.

Menanggapi isu terkait pasien demam yang berpotensi kejang tetapi tidak diterima rumah sakit, Arief menekankan bahwa sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2014, yang berhak menentukan indikasi medis adalah dokter, bukan pasien. Oleh karena itu, dokter di IGD atau rumah sakit yang memiliki wewenang untuk menyatakan apakah suatu kondisi masuk kategori kegawatdaruratan atau tidak.

“Karena itu, BPJS Watch mendorong agar fasilitas kesehatan tingkat pertama milik pemerintah, seperti puskesmas, dapat beroperasi 24 jam. Dinas Kesehatan perlu memberikan ruang bagi puskesmas untuk memperluas jam layanannya,” tandas Arief. (dk/nw)

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wamendagri Minta Perkuat Sinergitas, Dana Otsus Papua Jangan Dipangkas

    Wamendagri Minta Perkuat Sinergitas, Dana Otsus Papua Jangan Dipangkas

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 162
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk memastikan pembentukan DPRP dan DPRK hasil pengangkatan sudah terealisasi di wilayah Papua, yakni enam provinsi dan 42 kabupaten/kota. “Hal ini merupakan implementasi amanat Undang Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus Papua,” kata Wamendagri Ribka Haluk dalam diskusi di Jakarta, Rabu (22/10). Menurut Ribka Haluk, kebijakan […]

  • Apakah Tauge Meningkatkan Kesuburan Pria? Ini Fakta Pentingnya

    Apakah Tauge Meningkatkan Kesuburan Pria? Ini Fakta Pentingnya

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 176
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Taoge, yang juga dikenal sebagai kecambah, merupakan tunas muda yang berkembang dari biji tanaman, umumnya berasal dari kacang hijau atau kedelai. Proses pembentukannya disebut perkecambahan, yaitu ketika biji direndam dalam air selama beberapa jam hingga muncul akar kecil dan batang muda. Taoge sering dimanfaatkan dalam berbagai jenis masakan di Indonesia, seperti tumisan, soto, gado-gado, […]

  • Dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gresik, Bahas Pengelolaan Barang Milik Daerah

    Dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gresik, Bahas Pengelolaan Barang Milik Daerah

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 191
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – DPRD Kabupaten Gresik menggelar rapat paripurna kemarin (20/10) di kantor dewan. Agendanya, penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (raperda) tentang pengelolaan barang milik daerah dan raperda tentang penambahan penyertaan modal pemerintah daerah kepada PT Gresik Migas. Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Gresik M Syahrul Munir dan diikuti jajaran pimpinan, anggota, Organisasi Perangkat Daerah […]

  • Oleh-oleh Surabaya yang Harus Dibawa Pulang

    Oleh-oleh Surabaya yang Harus Dibawa Pulang

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 74
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya terkenal sebagai kota besar yang penuh dengan nuansa dan kisah. Selain menjadi pusat perdagangan dan sejarah, Surabaya juga menyediakan berbagai macam oleh-oleh khas yang memiliki rasa istimewa dan makna mendalam. Jika Anda rencananya mampir ke kota ini, jangan sampai melewatkan kesempatan untuk membawa pulang oleh-oleh istimewa sebagai kenang-kenangan atau untuk dibagikan kepada […]

  • IHSG , MSCI

    Pasar Modal Indonesia Menghadapi Tantangan Baru: IHSG Anjlok Akibat Ketidakpastian dan Revisi Kebijakan MSCI

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 41
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat penurunan signifikan pada awal perdagangan hari ini. Indeks tersebut melemah sebesar 5,03 persen atau 418,75 poin, berada di level 7.910,85. Penurunan ini terjadi setelah pembukaan pasar, yang menunjukkan bahwa investor masih belum yakin dengan langkah-langkah yang diambil oleh regulator. Ketidakpastian Regulasi dan […]

  • Avatar Fire and Ash, Bioskop Yogyakarta, Jumat Hari Ini

    Film Avatar: Fire and Ash Jadi Sorotan di Bioskop Yogyakarta, Jumat Hari Ini 16 Januari 2026

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 50
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Film Avatar: Fire and Ash menjadi pusat perhatian bagi penggemar perfilman di Yogyakarta. Dengan alur cerita yang lebih dalam dan visual yang menakjubkan, film ini menghadirkan nuansa baru dalam seri Avatar. Penggemar kini dapat menyaksikan kisah keluarga Jake Sully yang menghadapi tantangan besar, termasuk konflik dengan klan Na’vi baru bernama “Ash People” yang memuja […]

expand_less