Evaluasi Setelah Makan Korban Jiwa, Wali Kota Surabaya Hentikan Sementara Pengerukan Proyek Box Culvert
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kota Surabaya kembali menjadi perhatian setelah seorang lansia perempuan meninggal dunia akibat terjatuh ke dalam galian proyek box culvert. Insiden ini memicu langkah tegas dari Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang memerintahkan evaluasi sementara terhadap seluruh proyek pengerukan jalan di kota tersebut.
Langkah Tegas Setelah Korban Jiwa
Dalam keterangannya, Eri Cahyadi menegaskan bahwa semua proyek box culvert yang sedang berlangsung akan dihentikan sementara untuk dilakukan evaluasi. Hal ini dilakukan setelah inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan pada Jumat (12/6/2026), di mana korban jiwa ditemukan tercebur ke dalam galian proyek di Jalan Margorejo Indah.
“Saya meminta semua proyek box culvert yang ada di jalan dihentikan sementara. Ini adalah upaya pencegahan banjir, tapi harus disertai dengan pengamanan yang memadai,” ujarnya.
Penjelasan Lebih Lanjut dari Wali Kota
Eri menjelaskan bahwa proses pengerukan jalan harus dilakukan secara bertahap dan dipastikan aman. Ia menyarankan agar pengerukan dilakukan sebatas kebutuhan dan segera ditutup. Dengan demikian, risiko kecelakaan bisa diminimalkan.
“Setiap pengerukan harus selesai, baru kemudian dilanjutkan. Jangan sampai terjadi lagi kejadian seperti ini,” katanya.
Pengamanan di Lokasi Proyek
Selain itu, ia juga meminta penanda di setiap lokasi proyek diperkuat. Termasuk dalam hal ini adalah tiang lampu rotary yang harus terlihat jelas untuk mencegah kecelakaan.
“Kalau hanya mengandalkan tiang PJU, tidak cukup. Kita butuh penanda yang jelas agar masyarakat bisa melihatnya,” tambahnya.
Evaluasi Pekerjaan yang Sudah Selesai
Ia juga meminta evaluasi terhadap pekerjaan yang sudah selesai. Termasuk dalam hal ini adalah manhole yang harus diberi frame dan diaspal hingga rata agar tidak membahayakan pengguna jalan.
“Manhole yang terlalu dekat dengan tepi jalan harus dihindari. Dan setiap manhole harus memiliki frame agar aman,” jelasnya.
Tenggat Waktu Evaluasi
Eri memberi tenggat waktu hingga Kamis (18/6/2026) untuk melakukan evaluasi. Jika masih ada kekurangan, maka Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) serta pimpinan proyek akan dicopot.
“Jika masih ada kekurangan, saya langsung copot kepala dinasnya,” tegasnya.
Peristiwa Sebelumnya yang Menghebohkan
Sebelumnya, sebuah insiden serupa terjadi pada Jumat (12/6/2026) malam, ketika seorang lansia perempuan meninggal dunia setelah sepeda motornya tercebur ke dalam galian gorong-gorong Jalan Margorejo Indah. Kejadian ini membuat warga dan pemerintah kota prihatin.***

>

Saat ini belum ada komentar