Kecelakaan di Proyek Gorong-gorong Surabaya Tewaskan Kerabat Wali Kota Eri Cahyadi
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 5 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Tragedi yang terjadi di proyek gorong-gorong Jalan Margorejo Indah, Surabaya, menyisakan duka mendalam. Seorang lansia meninggal dunia setelah sepeda motor yang ditumpanginya bersama suaminya tercebur ke dalam saluran air yang sedang dalam tahap pembangunan. Peristiwa ini menarik perhatian publik setelah diketahui korban adalah kerabat dekat Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.
Kronologi Kecelakaan
Peristiwa berlangsung pada Jumat (12/6/2026) malam di Jalan Margorejo Indah, tepatnya di depan Plasa Marina Surabaya. Petugas menerima laporan dari warga bernama Tika pada pukul 19.55 WIB. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya langsung mengerahkan satu unit Tempur Poskotis Joyoboyo untuk evakuasi.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran DPKP Kota Surabaya M Rokhim menjelaskan bahwa proses evakuasi dilakukan dengan cepat karena salah satu korban dalam kondisi kritis. Dua korban, EP (65) dan LE (69), serta kendaraan jenis Supra X 125 berhasil dievakuasi pada pukul 20.48 WIB.
LE dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara EP dibawa ke RS Bhayangkara dalam kondisi tidak sadarkan diri. Proses evakuasi melibatkan berbagai unsur seperti BPBD, Dinas Perhubungan, Satpol PP, PMI, dan polisi.
Eri Cahyadi Kunjungi Rumah Duka
Pada Sabtu (13/6/2026) malam, Eri Cahyadi mengunjungi rumah duka di kawasan Jalan Kawatan Gang VII Surabaya. Ia mengungkapkan rasa belasungkawa kepada keluarga korban. Eri mengaku baru mengetahui kejadian tersebut pada pagi hari setelah pulang dari ibadah haji.
Dalam keterangannya, Eri menyampaikan bahwa almarhumah Laila Endriati merupakan kerabat sekaligus sosok yang pernah mengasuhnya saat kecil. Ia juga menegaskan bahwa kampung tempat kejadian memiliki ikatan kekeluargaan yang kuat.
Celah pada Barrier Pengaman Proyek
Dari hasil diskusi dengan suami korban, Eri menemukan adanya celah pada barrier pengaman proyek gorong-gorong. Menurutnya, barrier yang seharusnya rapat hanya diberi tiga bagian, sehingga ada celah di tengahnya. Celah tersebut diduga menjadi penyebab sepeda motor masuk ke area galian.
Pemkot Surabaya Beri Peringatan Keras
Atas nama Pemerintah Kota Surabaya, Eri menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban. Ia menegaskan akan melakukan evaluasi terhadap standar pengamanan proyek.
“Barier harus rapat. Ini peringatan keras dari saya buat kontraktor dan kepala dinas,” ujar Eri. Ia menegaskan bahwa evaluasi tidak hanya berlaku untuk proyek Margorejo, tetapi seluruh proyek di Surabaya.
Investigasi Dilakukan oleh Inspektorat
Saat ini, Pemkot Surabaya menunggu hasil investigasi dari Inspektorat Kota Surabaya yang diharapkan rampung dalam tiga sampai empat hari ke depan. Eri menegaskan bahwa jika ada kelalaian, pihak terkait akan diberi sanksi berat.
Tindakan Preventif dan Kesadaran Masyarakat
Eri juga meminta masyarakat untuk melaporkan proyek yang tidak memiliki penanda atau pengamanan yang memadai. Ia menegaskan bahwa kejadian serupa tidak boleh terulang.
Kecelakaan ini menjadi peringatan bagi semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek infrastruktur, terutama dalam hal keselamatan kerja dan pengamanan area konstruksi.***

>

Saat ini belum ada komentar