Kendala Teknis, Pesawat Jemaah Haji Debarkasi Surabaya Sempat Mendarat Darurat di Oman
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Momen kedatangan kloter pertama jemaah haji Jawa Timur di Bandara Juanda. Proses debarkasi dijadwalkan berlangsung hingga 10 Juli dengan total 97 kloter.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pada Senin (8/6/2026), pesawat yang membawa jemaah haji dari Kloter 30 Debarkasi Surabaya mengalami kendala teknis dan terpaksa mendarat darurat di Bandara Muskat, Oman. Kejadian ini berdampak pada perjalanan pulang jemaah haji asal Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Dalam keterangannya, Ketua PPIH Debarkasi Surabaya, As’adul Anam menekankan bahwa pesawat tersebut mengalami masalah teknis setelah terbang dari Jeddah. Sebagai respons, pesawat melakukan technical landing di Muskat dan kemudian kembali ke bandara setelah dua jam.
Jemaah haji terpaksa menginap semalam di Muskat sambil menunggu perbaikan pesawat. Selama masa penginapan, kebutuhan jemaah tetap terpenuhi, termasuk penginapan dan makanan. Bahkan, mereka sempat mencicipi menu western yang tersedia di lokasi tersebut.
Setelah menginap semalam, jemaah kembali ke bandara untuk melanjutkan perjalanan menuju Bandara Internasional Juanda Sidoarjo dan akhirnya tiba di Tanah Air pada Selasa (9/6/2026). Anam menyampaikan bahwa hak jemaah telah dipenuhi dan tidak ada dampak negatif terhadap penerbangan lainnya.
Update kepulangan jemaah haji Debarkasi Surabaya
Per Kamis (11/6/2026) pukul 00.00 WIB, sebanyak 14.781 jemaah dan petugas telah tiba di Tanah Air melalui Debarkasi Surabaya, mencapai 34 persen dari total jemaah dan petugas yang diberangkatkan pada musim haji tahun ini.
PPIH Debarkasi Surabaya juga mencatat sebanyak 110 mutasi keluar selama proses pemulangan. Mutasi tersebut terdiri atas 20 jemaah wafat di Arab Saudi, 18 jemaah sakit di Arab Saudi, 10 jemaah tunda pulang, satu jemaah pulang mandiri, 18 jemaah pindah kloter, serta 43 kursi kosong.
Adapun jumlah open seat hingga Kloter 39 tercatat sebanyak 59 kursi. Sementara itu, mutasi masuk tercatat sebanyak 51 jemaah yang berasal dari perpindahan kloter.
Hingga saat ini, terdapat tiga jemaah yang wafat dalam proses pemulangan. Mereka adalah Hery Widianto (69 tahun) asal Kota Malang yang wafat di pesawat pada Kloter 12, Wayan Rohani Suwasti (63 tahun) asal Kota Malang yang wafat di RS Haji Surabaya pada Kloter 12, serta Kasijan Tiba (70 tahun) asal Kota Pasuruan yang wafat di RS Haji Surabaya pada Kloter 38.
PPIH juga mencatat masih terdapat 15 jemaah yang belum dapat kembali ke Tanah Air bersama kloternya karena menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi. Jemaah tersebut berasal dari berbagai daerah seperti Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Malang, Kabupaten Magetan, Kota Madiun, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Bojonegoro dengan berbagai kondisi kesehatan yang masih memerlukan penanganan medis lebih lanjut.
“Kami terus berkoordinasi dengan petugas kesehatan di Arab Saudi untuk memantau perkembangan kondisi jamaah yang masih dirawat. Semoga seluruh jamaah diberikan kesembuhan dan dapat segera kembali berkumpul bersama keluarga di Tanah Air,” pungkas Anam.
Tambahan Informasi
- Kendala Teknis: Masalah teknis pada pesawat bisa terjadi karena berbagai faktor seperti mesin, sistem navigasi, atau komunikasi.
- Prosedur Darurat: Dalam situasi darurat, pilot dan kru pesawat akan mengikuti protokol keselamatan untuk memastikan keselamatan penumpang.
- Perawatan Medis: Jemaah yang membutuhkan perawatan medis di luar negeri biasanya akan ditangani oleh tim kesehatan lokal dan pihak berwenang.
FAQ (Tanya Jawab)
Q: Apa yang dimaksud dengan technical landing?
A: Technical landing adalah tindakan mendarat darurat karena adanya masalah teknis pada pesawat, bukan karena keadaan darurat seperti kebakaran atau ancaman keamanan.
Q: Bagaimana jemaah haji dijamin kebutuhan dasarnya selama mendarat darurat?
A: Pihak berwenang biasanya menyiapkan penginapan, makanan, dan layanan kesehatan sesuai dengan standar yang berlaku.
Q: Apakah kejadian ini berdampak pada jadwal penerbangan lainnya?
A: Tidak, karena pihak maskapai dan otoritas penerbangan akan mengatur ulang jadwal penerbangan agar tidak mengganggu rute lainnya.***

>

Saat ini belum ada komentar