Pemkot Surabaya Jadi Pilot Proyek Sosialisasi Perlinsos, Sistem Digital untuk Penyaluran Bantuan Sosial
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjadi salah satu daerah yang dipilih untuk menguji penerapan sistem Perlindungan Sosial Digital Terintegrasi (Perlinsos Digital). Program ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat.
Sistem Digital untuk Penyaluran Bantuan Sosial
Dalam implementasi sistem ini, data calon penerima bansos diverifikasi secara digital dan terintegrasi dengan berbagai basis data pemerintah. Tujuannya adalah memastikan bantuan diterima oleh warga yang benar-benar berhak. Staf Ahli Menteri Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya Komdigi RI Wijayakusuma Wardana menjelaskan bahwa Surabaya dipilih sebagai salah satu daerah yang akan melakukan uji coba program ini.
“Melalui sistem ini dilakukan verifikasi wajah dan verifikasi data untuk memastikan apakah seseorang memang layak atau tidak layak menerima bantuan sosial,” jelasnya.
Kendala Teknis dan Solusi yang Ditemukan
Selama pelaksanaan uji coba, tim menemukan beberapa kendala teknis pada aplikasi Perlinsos Digital. Namun, Wijayakusuma menyatakan bahwa hambatan tersebut telah diidentifikasi dan segera diperbaiki agar sistem dapat kembali berjalan dengan lancar.
“Kendala yang muncul sudah kami temukan solusinya. Karena ini masih tahap uji coba, pelatihan dan simulasi akan terus dilakukan baik untuk agen pendamping maupun masyarakat yang mendaftar secara mandiri,” katanya.
Akses yang Lebih Mudah bagi Masyarakat
Menurut Plh Direktur IDLN Ditjen Dukcapil Kemendagri, Mensuseno, Surabaya ditetapkan sebagai salah satu kota percontohan Perlinsos Digital oleh pemerintah pusat. Ia menjelaskan bahwa masyarakat tidak harus memiliki perangkat elektronik untuk mengikuti program tersebut.
Pemkot Surabaya telah menyiapkan agen atau ASN pendamping yang akan membantu proses pendaftaran bagi warga yang belum memiliki perangkat pendukung maupun Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Bagi warga yang telah memiliki perangkat elektronik dan IKD aktif, pendaftaran dapat dilakukan secara mandiri melalui portal Perlinsos Digital. Prosesnya dimulai dengan masuk menggunakan IKD, memasukkan NIK dan PIN IKD, memberikan persetujuan penggunaan data, hingga melakukan verifikasi wajah yang terintegrasi dengan data kependudukan Dispendukcapil.
Proses Verifikasi Berbasis Data
Kepala Diskominfo Kota Surabaya, Eddy Christijanto, menjelaskan bahwa sekitar 12.500 agen Perlinsos telah disiapkan untuk mendampingi masyarakat. Agen tersebut terdiri atas ketua RT, ketua RW, serta aparatur sipil negara (ASN) yang tersebar di seluruh wilayah Kota Surabaya.
Setiap pendaftar akan melalui proses verifikasi berdasarkan data Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) yang terhubung dengan 16 kementerian dan lembaga pemerintah. Dengan sistem tersebut, kondisi ekonomi calon penerima bantuan dapat diverifikasi secara lebih objektif.
Mekanisme Sanggahan untuk Keadilan
Warga tetap diberikan kesempatan untuk mengajukan sanggahan apabila data yang ditampilkan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Mekanisme ini disiapkan agar penilaian tetap adil dan sesuai kondisi riil.
“Masyarakat bisa menyampaikan keberatan jika data aset yang muncul sudah tidak dimiliki lagi. Mekanisme sanggah ini disiapkan agar penilaian tetap adil dan sesuai kondisi riil,” jelas Eddy.
Keuntungan dari Sistem Digital
Eddy menilai penerapan Perlinsos Digital akan membantu pemerintah mengurangi potensi kesalahan sasaran maupun tudingan subjektivitas dalam penentuan penerima bantuan sosial. “Ke depan proses penentuan penerima bansos akan lebih objektif karena berbasis data yang terintegrasi,” pungkasnya.***

>

Saat ini belum ada komentar