DPRD Surabaya Desak Penutupan Gion Spa Usai Kasus Dugaan TPPO
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Dalam keterangannya, Arif Fathoni, Wakil Ketua DPRD Surabaya, menekankan bahwa kejadian dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang melibatkan dua anak di bawah umur di Gion Spa harus menjadi peringatan serius bagi pemerintah dan pelaku usaha.
Peristiwa yang Menggemparkan
Kasus dugaan TPPO yang terungkap melalui pengungkapan Polda Lampung telah mengguncang masyarakat Surabaya. Dua anak di bawah umur diduga terlibat dalam praktik perdagangan manusia, yang dilakukan oleh salah satu spa di Surabaya. Hal ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencoreng citra Surabaya sebagai Kota Layak Anak.
Langkah Tegas yang Diharapkan
Arif Fathoni, Wakil Ketua DPRD Surabaya, meminta pemerintah setempat segera menutup Gion Spa. Menurutnya, tindakan ini penting untuk memberikan efek jera kepada pelaku usaha lain yang berpotensi melakukan hal serupa.
- Penutupan Secepatnya: Fathoni menegaskan bahwa penutupan tempat usaha tersebut harus dilakukan segera.
- Pengawasan Lebih Ketat: Ia menyarankan agar Disbudporapar melakukan pengawasan empiris secara berkala terhadap usaha spa dan sejenisnya.
- Komunikasi dengan Pelaku Usaha: Komisi D DPRD Surabaya diminta untuk memperkuat komunikasi bersama para pelaku usaha spa.
Kebijakan yang Perlu Diperkuat
Fathoni menilai bahwa pengawasan tidak cukup hanya mengandalkan laporan administratif. Ia mengusulkan adanya tim penyamaran yang diterjunkan untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan.
- Tim Penyamaran: Mereka akan melakukan inspeksi langsung ke lokasi usaha.
- Pencegahan Kolaboratif: Upaya pencegahan harus dilakukan secara kolektif agar kasus serupa tidak terulang.
Pemanggilan Pelaku Usaha
Menurut Fathoni, pemanggilan semua pelaku usaha spa di Surabaya adalah langkah penting. Tujuannya adalah membentuk kerangka kerja bersama untuk menjaga Surabaya sebagai kota layak anak.
- Membangun Kesadaran Bersama: Para pelaku usaha diminta untuk memahami dampak negatif dari praktik yang melibatkan anak di bawah umur.
- Meningkatkan Kepatuhan: Harapan besar diarahkan pada kesadaran diri pelaku usaha untuk tidak melakukan tindakan tercela.
Kasus dugaan TPPO di Gion Spa menjadi momen penting bagi Surabaya. Diperlukan tindakan tegas dan pengawasan yang lebih ketat untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat, khususnya anak-anak. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, Surabaya dapat tetap menjaga predikatnya sebagai kota layak anak.***

>

Saat ini belum ada komentar