BPOM Diminta Perketat Pengawasan Obat Herbal yang Mengandung Zat Kimia Berbahaya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 59 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kesadaran masyarakat terhadap penggunaan obat herbal semakin meningkat. Namun, temuan terbaru dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menunjukkan bahwa sejumlah produk herbal justru mengandung zat kimia keras yang dapat membahayakan kesehatan. Hal ini memicu tuntutan agar pemerintah memperkuat pengawasan terhadap peredaran produk kesehatan ilegal.
Dalam keterangannya, Netty Prasetiyani, anggota Komisi IX DPR, menekankan bahwa masalah ini sangat serius. Ia menyebutkan bahwa banyak produk yang dijual sebagai herbal alami ternyata mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) seperti sildenafil, tadalafil, deksametason, dan parasetamol dosis tinggi. Produk-produk tersebut ditemukan dalam berbagai bentuk, mulai dari madu hingga suplemen dan obat pegal linu.
Masalah Serius di Balik Klaim “Herbal Alami”
Menurut Netty, keberadaan zat kimia dalam produk herbal mencerminkan kelemahan pengawasan distribusi. Banyak produk ilegal yang dijual secara daring menggunakan klaim ‘herbal’ dan ‘alami’ untuk menarik minat konsumen. Padahal, penggunaan zat kimia tanpa pengawasan medis bisa berisiko besar bagi kesehatan.
“Produk yang menjanjikan hasil instan sering kali berbahaya karena mengandung bahan-bahan kimia tanpa izin resmi,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu seperti hipertensi, diabetes, atau gangguan ginjal lebih rentan terkena dampak negatifnya.
Bahaya Penggunaan Steroid dan Obat Keras Tanpa Kontrol
Netty juga menyoroti bahaya penggunaan steroid seperti deksametason secara tidak terkontrol. Pemakaian jangka panjang bisa menyebabkan gangguan hormon, pembengkakan wajah, penurunan daya tahan tubuh, serta pengeroposan tulang.
Ia menyarankan masyarakat untuk lebih kritis saat membeli produk kesehatan. “Jangan mudah tergiur oleh iklan bombastis atau testimonial berlebihan. Obat herbal yang aman tidak bekerja secara instan,” tambahnya.
Prinsip Cek KLIK untuk Melindungi Diri
Untuk menjaga keselamatan diri, Netty mengimbau masyarakat menerapkan prinsip Cek KLIK, yaitu:
- Cek kemasan dan label
- Klik informasi izin edar
- Lihat tanggal kedaluwarsa
- Ikuti anjuran dokter
“Jika ada produk yang menawarkan efek instan tanpa izin resmi, masyarakat harus waspada. Jangan sampai kesehatan Anda terancam hanya karena tergiur efek cepat,” pesannya.
Langkah Hukum dan Koordinasi Lintas Sektor
Netty mendukung langkah BPOM untuk melakukan penindakan hukum terhadap produsen dan distributor yang terbukti melanggar aturan. Menurutnya, tindakan tegas diperlukan karena peredaran produk ilegal bukan sekadar pelanggaran administrasi, tetapi ancaman nyata terhadap keselamatan masyarakat.
Ia juga menyarankan penguatan koordinasi antara BPOM, Kementerian Kesehatan, Komdigi, platform marketplace, dan aparat penegak hukum. Penegakan regulasi digital menjadi prioritas utama, mengingat banyak produk ilegal bergerak melalui ruang digital.
Pentingnya Edukasi Publik
Selain pengawasan ketat, Netty menilai pentingnya edukasi publik tentang risiko penggunaan obat herbal yang tidak terverifikasi. Masyarakat perlu memahami bahwa kesehatan adalah prioritas utama, dan tidak boleh diabaikan hanya demi efek instan atau promosi menarik.
Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam memilih produk kesehatan, sehingga tercipta lingkungan yang aman dan terpercaya.***

>

Saat ini belum ada komentar