Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PEMERINTAHAN » LEGISLATIF » Penertiban PKL Surabaya Tuai Kritik, DPRD Sentil Pemkot: Jangan Obrak Wong Cilik Tanpa Solusi

Penertiban PKL Surabaya Tuai Kritik, DPRD Sentil Pemkot: Jangan Obrak Wong Cilik Tanpa Solusi

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month 16 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Gelombang penertiban PKL Surabaya yang tengah masif dilakukan Pemerintah Kota mulai memantik kritik tajam dari kalangan legislatif. Penegakan Perda ketertiban umum dinilai berpotensi mematikan denyut ekonomi wong cilik jika dilakukan tanpa solusi relokasi dan penataan yang jelas.

Kawasan Danau Unesa Kini Lengang

Pemandangan berbeda kini terlihat di kawasan sekitar Danau Unesa, khususnya sepanjang Jalan Raya Babatan Unesa, Lidah Wetan.

Kawasan yang biasanya ramai dipenuhi pemburu kuliner malam kini berubah lengang setelah penertiban PKL dilakukan secara ketat oleh petugas gabungan.

Deretan pedagang yang sebelumnya berjualan menggunakan kendaraan roda tiga sudah tidak terlihat lagi. Sebagai gantinya, petugas Satpol PP tampak berjaga di pos pantau untuk memastikan kawasan tetap steril dari aktivitas perdagangan liar.

Bahkan, sebuah spanduk besar terpampang tegas berisi larangan berjualan di badan jalan maupun trotoar mulai 1 Mei 2026.

DPRD: Ketertiban Penting, Tapi Jangan Matikan Rakyat Kecil

Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Imam Syafii, meminta Pemkot tidak hanya fokus pada estetika kota semata.

Menurutnya, penegakan aturan harus tetap mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari sektor informal.

“Konsepnya harus menata, matang, dan bisa menambah pendapatan pedagang,” tegas Imam.

Legislator dari Partai NasDem itu juga menyoroti pendekatan represif yang dilakukan aparat, mulai dari penyitaan hingga pembongkaran lapak pedagang.

Kritik Anggaran Penertiban PKL Surabaya

Imam mempertanyakan besarnya biaya operasional yang dikeluarkan pemerintah untuk penertiban massal di tengah kondisi ekonomi yang sedang sulit.

“Kita ini sekarang sedang tidak punya duit. Gerakan-gerakan penertiban itu pasti butuh biaya operasional,” ujarnya.

Ia mengaku tidak rela jika uang pajak masyarakat justru dipakai untuk menggusur pedagang kecil tanpa solusi konkret.

“Kalau saya bayar pajak, saya tidak rela uang pajak itu dipakai untuk ngobrak-ngobrak pedagang kecil,” imbuhnya.

Minta Ada Solusi Relokasi dan SWK

Pihak legislatif mendesak agar setiap penertiban selalu dibarengi solusi nyata, seperti penyediaan lahan relokasi atau integrasi PKL ke dalam Sentra Wisata Kuliner (SWK).

Menurut Imam, penataan yang baik justru harus mampu meningkatkan kelas usaha para pedagang, bukan malah memutus mata pencaharian mereka.

Ia juga mengingatkan bahwa banyak PKL berjualan karena negara belum mampu menyediakan lapangan pekerjaan yang memadai.

“Mereka modal sendiri, usaha sendiri, tapi malah diobrak. Kalau belum ada solusi, jangan dilakukan,” katanya.

Usul Dispensasi untuk PKL

Imam meminta Pemkot lebih bijak dalam membedakan pedagang kecil yang mencari nafkah dengan pihak-pihak yang sengaja menguasai aset pemerintah untuk kepentingan pribadi.

Ia bahkan mengusulkan adanya dispensasi waktu operasional bagi PKL selama aktivitas mereka tidak memicu kemacetan atau banjir.

Sebagai contoh, Imam menilai kawasan Jalan Kedungdoro menjadi model penataan yang berhasil.

“Kalau pagi toko spare part buka, malam dipakai jualan kuliner. Itu kan namanya ditata,” jelasnya.

“Ditata Saya Setuju, Digusur Saya Keberatan”

Di akhir pernyataannya, Imam menegaskan bahwa pihaknya tidak anti terhadap ketertiban kota. Namun, ia menolak cara-cara penggusuran tanpa solusi kemanusiaan.

“Kalau ditata saya setuju, tapi kalau diobrak dan digusur tanpa solusi, ya saya keberatan,” pungkasnya. ***

  • Penulis: Diagram Kota

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Khofifah Kebijakan Digital yang Melindungi Anak di Ruang Siber

    Gubernur Khofifah Kebijakan Digital yang Melindungi Anak di Ruang Siber

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 83
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Indonesia kini mengambil langkah penting dalam melindungi anak-anak dari ancaman di ruang digital. Dengan terbitnya Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026, kebijakan ini menjadi bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan keamanan generasi muda di dunia digital. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut baik kebijakan ini dan menilai bahwa langkah tersebut […]

  • Teken PKS dan MoU, Kapolri Tegaskan Sinergi Polri–Kejaksaan Terapkan KUHP–KUHAP Baru

    Teken PKS dan MoU, Kapolri Tegaskan Sinergi Polri–Kejaksaan Terapkan KUHP–KUHAP Baru

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 142
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan pentingnya sinergi antarpenegak hukum dalam pelaksanaan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru. Hal tersebut disampaikan Kapolri dalam kegiatan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilanjutkan dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kepolisian dan Kejaksaan. […]

  • Protes Pembongkaaran Posko PDI Perjuangan, Solikhin: “Saya Diperlakukan Seperti Teroris”

    Protes Pembongkaaran Posko PDI Perjuangan, Solikhin: “Saya Diperlakukan Seperti Teroris”

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 252
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Rencana pembongkaran posko PDI Perjuangan yang terletak di Jalan Kalilom Lor Indah, Kelurahan Tanah Kalikedinding, Kecamatan Kenjeran, menuai reaksi keras dari pemiliknya, Solikhin alias Achmad Mauliddin. Ia menyatakan akan mengirimkan surat resmi ke DPP PDI Perjuangan terkait tindakan pembongkaran sepihak oleh aparat yang dijadwalkan pada 23 Juli mendatang. “Saya mendirikan posko ini sebagai rumah […]

  • Nabung Emas Makin Mudah, Pegadaian Kanwil Surabaya Dukung Inklusi Keuangan Digital

    Nabung Emas Makin Mudah, Pegadaian Kanwil Surabaya Dukung Inklusi Keuangan Digital

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 253
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Minat masyarakat Indonesia terhadap investasi emas semakin meningkat, terutama di tengah ketidakpastian global akibat konflik geopolitik dan perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Meski harga emas terus melonjak, masyarakat tetap antusias membeli emas, bahkan rela mengantri sejak pagi hingga malam. Fenomena ini menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya berinvestasi, khususnya pada emas […]

  • Jadwal Pelayaran Kapal Pelni KM Tidar Bulan April 2026

    Jadwal Pelayaran Kapal Pelni KM Tidar Bulan April 2026

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 56
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kapal Pelni KM Tidar akan melakukan perjalanan selama bulan April 2026 dengan rute yang melintasi beberapa kota dan wilayah penting di Indonesia. Rute pelayaran ini mencakup berbagai destinasi yang menjadi titik penting dalam transportasi laut nasional. Dengan adanya jadwal pelayaran ini, masyarakat yang ingin melakukan perjalanan antar pulau dapat mempersiapkan rencana perjalanan mereka lebih […]

  • Festival Gandrung Sewu 2025: Kehidupan dan Warisan Budaya Masyarakat Osing

    Festival Gandrung Sewu 2025: Kehidupan dan Warisan Budaya Masyarakat Osing

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 276
    • 0Komentar

    BANYUWANGI – Banyuwangi, Jawa Timur, kembali menjadi pusat perhatian dengan penyelenggaraan Festival Gandrung Sewu 2025. Acara ini tidak hanya sekadar pertunjukan seni, tetapi juga simbol kebanggaan akan warisan budaya yang terus dilestarikan oleh masyarakat setempat. Tahun ini, festival yang termasuk dalam rangkaian Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengangkat tema “Selendang Sang Gandrung”, […]

expand_less