Ecoton Angkut 907 Kg, Inisiatif Berkelanjutan untuk Mengelola Sampah Sungai Kali Tebu
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Yayasan Ecoton, melalui program Mission for Zero Plastic Leakage (Mozaik), telah melakukan upaya signifikan dalam mengatasi masalah sampah di Kali Tebu, Surabaya. Dalam operasi selama 24 jam, mereka berhasil mengangkut sebanyak 907 kg sampah dari sungai tersebut. Data ini memberikan gambaran nyata tentang kondisi lingkungan yang terganggu oleh limbah plastik dan bahan lainnya.
Jenis Sampah yang Diangkut
Dari total 907 kg sampah yang diangkut, sebanyak 757 kg merupakan sampah anorganik, sementara 150 kg adalah sampah organik. Hal ini menunjukkan bahwa sampah plastik masih menjadi tantangan utama dalam pengelolaan lingkungan. Sampah anorganik seperti kemasan plastik, botol, dan kantong plastik membutuhkan perhatian khusus karena sulit terurai dan dapat merusak ekosistem air.
Proses Penyortiran dan Pengelolaan Sampah
Setelah diangkut, sampah yang ditemukan akan melalui proses penyortiran yang terstruktur. Tahap pertama melibatkan pemilahan berdasarkan jenis material hingga mencapai sekitar 30 kategori. Tahap kedua melibatkan pemilahan lanjutan berdasarkan warna untuk meningkatkan kualitas daur ulang. Proses ini tidak hanya membantu dalam daur ulang, tetapi juga memastikan bahwa setiap jenis sampah dikelola secara tepat.
Kerja Sama dengan Bank Sampah Induk Surabaya
Setelah penyortiran selesai, sampah akan diproses melalui metode press (balling) sebelum disalurkan ke Bank Sampah Induk Surabaya. Ini menunjukkan komitmen Ecoton dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien dan berkelanjutan. Kolaborasi ini juga menjadi contoh penting dalam menjalin hubungan antara organisasi swadaya dan pemerintah daerah.
Pendekatan Berbasis Masyarakat
Selain pemasangan trashboom, Mozaik Ecoton juga menerapkan pendekatan berbasis masyarakat. Ini mencakup pengelolaan sampah sungai, pembersihan rutin sungai dengan partisipasi aktif masyarakat, serta pembentukan satgas. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Perubahan Sistem di Hulu
Amiruddin Muttaqin, Manajer Program Mozaik Ecoton, menegaskan bahwa inisiatif ini tidak hanya berfokus pada penanganan di hilir, tetapi juga perubahan sistem di hulu. Fokus utama adalah mencegah sampah bocor ke laut, mengurangi timbulan sampah dari sumbernya, serta mendorong perubahan perilaku masyarakat. Ini menjadi langkah strategis dalam menghadapi isu pencemaran plastik yang semakin serius.
Kontribusi untuk Lingkungan
Program ini diharapkan bisa menjadi contoh praktik baik pengelolaan sampah berbasis sungai dan komunitas. Dengan adanya intervensi yang terencana, Kali Tebu Surabaya dapat menjadi model dalam upaya mengurangi pencemaran plastik ke laut. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya global dalam menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan ekosistem.***

>

Saat ini belum ada komentar