Perubahan Harga BBM di Berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 10 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Harga bahan bakar minyak (BBM) di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Indonesia mengalami perubahan pada April 2026. Perubahan ini terkait dengan dinamika pasar global, khususnya fluktuasi harga minyak mentah akibat ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di kawasan Timur Tengah.
Pemangkasan Harga BBM oleh Operator Swasta
Beberapa operator SPBU swasta seperti Shell dan Vivo Energy masih mempertahankan harga BBM mereka tanpa adanya kenaikan. Hal ini menunjukkan bahwa mereka mencoba menjaga stabilitas harga untuk konsumen setia. Namun, kebijakan ini tidak sepenuhnya terlepas dari tekanan eksternal yang mungkin memengaruhi pasokan BBM.
Kenaikan Harga BBM oleh Pertamina dan BP-AKR
Sebaliknya, Pertamina dan BP-AKR mengumumkan kenaikan harga BBM sejak Sabtu, 18 April 2026. Kenaikan ini dipengaruhi oleh naiknya harga minyak dunia akibat konflik regional. Beberapa jenis BBM yang mengalami penyesuaian harga antara lain:
- Pertamax Turbo meningkat menjadi Rp19.400 per liter.
- Dexlite dan Pertamina Dex masing-masing berada di kisaran Rp23.600 hingga Rp23.900 per liter.
- Solar Subsidi (CN 48) tetap dijual dengan harga Rp6.800 per liter.
- Pertalite (RON 90) tetap dijual dengan harga Rp10.000 per liter.
Sementara itu, BP-AKR juga menaikkan harga BBM jenis BP Ultimate Diesel menjadi Rp25.560 per liter.
Daftar Harga BBM Terbaru di Berbagai Operator
Berikut adalah daftar harga BBM terbaru per Senin, 27 April 2026:
- Pertamina:
- Solar Subsidi (CN 48): Rp6.800 per liter.
- Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter.
- Pertamax (RON 92): Rp12.300 per liter.
- Pertamax Green (RON 95): Rp13.150 per liter.
- Pertamax Turbo (RON 98): Rp19.400 per liter.
- Dexlite (CN 51): Rp23.600 per liter.
Pertamina Dex (CN 53): Rp23.900 per liter.
Shell:
- Shell Super: Rp12.390 per liter.
Shell V-Power Diesel: Rp14.620 per liter.
BP-AKR:
- BP 92: Rp12.390 per liter.
- BP Ultimate: Rp12.930 per liter.
BP Ultimate Diesel: Rp25.560 per liter.
Vivo:
- Revvo 92: Rp12.390 per liter.
- Revvo 95: Rp12.930 per liter.
- Diesel Primus Plus: Rp14.610 per liter.
Dampak Kenaikan Harga BBM terhadap Konsumen
Kenaikan harga BBM ini berpotensi memengaruhi biaya transportasi dan aktivitas ekonomi masyarakat. Sejumlah pelaku usaha mengungkapkan kekhawatiran akan dampak kenaikan harga terhadap pengeluaran bulanan.
“Kenaikan harga BBM bisa memicu inflasi yang lebih tinggi,” ujar seorang pengusaha angkutan. “Kami harus menyesuaikan tarif jasa, yang tentu berdampak pada konsumen.”
Di sisi lain, konsumen yang menggunakan BBM subsidi seperti solar subsidi (CN 48) masih dapat memperoleh harga yang relatif stabil. Namun, pengguna BBM non-subsidi seperti Pertamax Turbo dan diesel premium harus siap menghadapi kenaikan biaya.
Tantangan Pasokan dan Stabilitas Harga
Meski beberapa SPBU swasta masih mempertahankan harga, kondisi pasokan BBM di beberapa tempat terpantau tidak stabil. Misalnya, stok BBM Shell terlihat kosong di sejumlah lokasi. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun harga tidak berubah, ketersediaan BBM tetap menjadi isu penting.
Para ahli ekonomi menyarankan pemerintah untuk terus memantau dinamika pasar serta memberikan kebijakan yang mendukung stabilitas harga BBM. Mereka juga menekankan perlunya transparansi dalam pengumuman kenaikan harga agar masyarakat dapat merencanakan pengeluarannya secara lebih baik.***

>

Saat ini belum ada komentar