‘Cak Sam’ Berbagi di Ramadan, Cuci Mobil di Wiyung Jadi Ruang Harapan bagi Pemuda
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Di tengah suasana Ramadan yang penuh berkah, sebuah usaha cuci mobil di kawasan Wiyung justru menghadirkan makna yang lebih dalam dari sekadar bisnis.
Berlokasi di Jalan Mastrip No. 183, Jajar Tunggal, usaha milik Samuel Teguh Santoso atau yang akrab disapa Cak Sam ini menjadi simbol kepedulian sosial dan harapan baru bagi banyak orang.
Setiap hari selama bulan Ramadan 2026, Cak Sam bersama timnya rutin membagikan takjil gratis kepada para pengendara yang melintas. Aksi sederhana ini menjadi oase kecil di tengah padatnya lalu lintas, sekaligus bentuk nyata kepedulian terhadap sesama.
Tak hanya itu, menjelang akhir Ramadan, Cak Sam juga menyiapkan sedikitnya 100 paket takjil untuk dibagikan kepada masyarakat. Baginya, Ramadan bukan sekadar momen ibadah pribadi, tetapi juga kesempatan untuk memperluas manfaat bagi orang lain.
“Puji Syukur, ini bukan soal besar kecilnya yang kita beri, tapi bagaimana kita bisa hadir untuk orang lain, terutama di bulan yang penuh berkah ini,” ujar Cak Sam dengan nada hangat.
Lebih dari sekadar tempat mencuci kendaraan, lokasi ini juga dilengkapi warung sederhana yang menyediakan aneka kopi, minuman, serta makanan ringan bagi pelanggan dan masyarakat sekitar. Suasana yang hangat dan terbuka membuat tempat ini terasa seperti ruang berkumpul yang ramah bagi siapa saja.
Di balik aktivitas usahanya, Cak Sam juga membuka pintu kesempatan bagi para pemuda untuk bekerja dan bangkit. Saat ini, terdapat sekitar 10 pekerja yang sebagian besar merupakan anak muda, bahkan beberapa di antaranya adalah mantan pengguna narkoba yang tengah berusaha memperbaiki hidup.
Dengan penuh empati, Cak Sam mengaku ingin memberikan ruang kedua bagi mereka yang ingin berubah.
“Saya percaya setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua. Masa lalu tidak harus menentukan masa depan. Yang penting ada kemauan untuk berubah, kita bantu pelan-pelan,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan, usaha kecil ini diharapkan bisa menjadi jembatan bagi para pekerjanya untuk kembali percaya diri dan mandiri secara ekonomi.
“Kalau mereka bisa punya penghasilan halal, walaupun tidak besar, itu sudah luar biasa. Dari sini mereka bisa mulai menata hidup lagi,” tuturnya.
Para pekerja di tempat tersebut diketahui memperoleh penghasilan harian berkisar antara Rp70 ribu hingga Rp250 ribu, tergantung jumlah pelanggan. Bagi mereka, angka tersebut bukan sekadar pendapatan, melainkan langkah awal menuju kehidupan yang lebih baik.
Cak Sam berharap, apa yang ia lakukan dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lain untuk tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan dampak sosial.
“Kalau usaha kita bisa bermanfaat untuk orang lain, itu jauh lebih bernilai. Rezeki itu bukan hanya soal uang, tapi juga tentang keberkahan,” pungkasnya.
Di sudut Jalan Mastrip itu, Cak Sam telah membuktikan bahwa sebuah usaha kecil pun bisa menjadi sumber kebaikan yang besar, menghidupkan harapan, menebar kepedulian, dan menguatkan arti kebersamaan di bulan suci Ramadan. (dk/nw)

>
>
>
