Kesiapan Pemkot Surabaya Jelang Perayaan Nyepi dan Idulfitri 2026
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah mempersiapkan langkah-langkah khusus untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama dua perayaan besar yang berdekatan, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah. Dalam upaya ini, Pemkot bekerja sama dengan aparat TNI, Polri, serta jajaran pemerintah daerah hingga tingkat RT/RW.
Langkah Terpadu dalam Pengamanan Kota
Salah satu inisiatif utama adalah penerapan sistem satu pintu (one gate system) di lingkungan permukiman. Sistem ini dimaksudkan untuk memudahkan pengawasan terhadap aktivitas keluar masuk penduduk, terutama saat warga melakukan mudik. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menekankan pentingnya koordinasi antara masyarakat dan aparat keamanan dalam menjaga kondusivitas kota.
“Saya meminta di setiap RW menggunakan satu pintu untuk akses keluar masuk supaya pengawasan bisa dilakukan maksimal. Kalau semua akses dibuka, pengawasan akan lebih sulit,” ujarnya.
Selain itu, Pemkot juga mengaktifkan kembali poskamling di tingkat RW sebagai bagian dari upaya pencegahan tindak kejahatan. Warga yang akan mudik diminta melapor kepada pengurus lingkungan agar dapat diketahui rumah mana yang kosong. Hal ini memungkinkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas melakukan pengawasan secara berkala.
Peran Masyarakat dalam Menjaga Keamanan
Eri menyampaikan bahwa partisipasi aktif masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan kota. Ia menekankan perlunya kerja sama antara pemerintah dan warga, terutama dalam memantau rumah-rumah yang ditinggal selama libur panjang.
“Pemerintah tidak bisa sendiri. Kita harus bersama-sama dengan warga di tingkatan RT dan RW. Tujuannya jelas, agar kegiatan negatif dapat kita eliminasi, dan warga yang meninggalkan Surabaya merasa yakin bahwa rumah mereka tetap aman,” tegasnya.
Masyarakat juga diimbau untuk mengaktifkan poskamling dan melaporkan keberadaan rumah kosong kepada pengurus lingkungan. Dengan demikian, aparat keamanan dapat memperkuat pengawasan di area-area yang rawan.
Peneguhan Toleransi dan Keberagaman
Eri menegaskan bahwa Surabaya adalah kota yang memiliki nilai toleransi dan keberagaman. Ia meminta seluruh warga untuk menjaga suasana yang kondusif selama momen dua hari besar keagamaan tersebut.
“Kota Surabaya ini adalah kota yang penuh dengan toleransi dan keberagaman. Dengan berbarengannya Nyepi dan Idulfitri, tetaplah kita menjaga suasana kondusifitas. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Eri.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para petugas TNI, Polri, dan jajaran pemerintah yang tetap bertugas saat sebagian masyarakat menjalani libur panjang. Menurutnya, pengabdian para petugas merupakan bentuk pelayanan sekaligus ibadah.
“Saya juga meminta keikhlasan para petugas yang harus menunda waktu mudik demi menjaga keamanan kota,” imbuhnya.
Patroli Rutin oleh Aparat Keamanan
Selain partisipasi masyarakat, Pemkot juga memastikan adanya patroli rutin oleh jajaran Forkopimcam, mulai dari camat, kapolsek, hingga danramil. Patroli ini dilakukan ke pos-pos keamanan di tingkat RW guna memastikan pengawasan berjalan efektif.
Dengan kombinasi langkah-langkah teknis seperti one gate system, pengaktifan poskamling, serta kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, Pemkot Surabaya berupaya memastikan keamanan dan ketertiban kota selama masa libur Lebaran. Eri Cahyadi menegaskan bahwa kesiapan ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama untuk menjaga keharmonisan dan keamanan kota.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar