Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Perkiraan yang Diperdebatkan oleh Ahli Astronomi dan Pemerintah
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemilihan tanggal Lebaran 1447 H atau Idul Fitri 2026 menjadi topik yang ramai dibicarakan, terutama setelah pemerintah mengumumkan rencana sidang isbat untuk menentukan kapan hari raya tersebut akan jatuh. Meski belum ada keputusan resmi, berbagai prediksi dari para ahli astronomi dan lembaga terkait memberikan gambaran yang berbeda.
Sidang Isbat yang Menentukan Tanggal Lebaran 2026
Sidang isbat yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 19 Maret 2026, merupakan momen penting dalam menetapkan awal bulan Syawal. Acara ini akan digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB. Sidang ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai instansi terkait, termasuk para ahli astronomi dan perwakilan organisasi keagamaan.
Meski sidang isbat akan memutuskan tanggal pasti, pemerintah melalui SKB 3 Menteri tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 telah memperkirakan bahwa Lebaran 2026 akan jatuh pada 21 Maret 2026. Namun, perkiraan ini masih bisa berubah tergantung hasil pengamatan hilal pada malam hari sebelum sidang isbat.
Prediksi dari Ahli Astronomi: 20 atau 21 Maret?
Thomas Djamaluddin, peneliti BRIN, memberikan prediksi berdasarkan perhitungan astronomi. Ia menjelaskan bahwa posisi hilal pada saat magrib di wilayah Asia Tenggara pada 19 Maret 2026 belum memenuhi kriteria baru MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Kriteria ini menetapkan bahwa hilal harus memiliki tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
“Kenyataannya, pada saat Maghrib 19 Maret 2026 di wilayah Asia Tenggara, hilal belum memenuhi kriteria MABIMS,” ujarnya. “Hal ini ditunjukkan oleh kurva kuning yang melintasi wilayah Asia Tengah.”
Namun, Thomas juga menyebut kemungkinan adanya perbedaan jika menggunakan kriteria Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Berdasarkan kriteria KHGT, posisi bulan sudah memenuhi syarat. “Menurut kriteria KHGT, 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada 20 Maret 2026,” tambahnya.
Perbedaan Jadwal Libur Nasional
Berdasarkan SKB 3 Menteri tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026, libur Lebaran 2026 akan berdekatan dengan libur Nyepi. Hal ini membuat beberapa hari cuti bersama diberlakukan agar masyarakat dapat merayakan hari besar secara lebih nyaman.
Jadwal libur nasional untuk tahun 2026 adalah sebagai berikut:
– Rabu, 18 Maret 2026: Cuti bersama Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948
– Kamis, 19 Maret 2026: Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948
– Jumat, 20 Maret 2026: Cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah
– Sabtu, 21 Maret 2026: Idul Fitri 1447 Hijriah
– Minggu, 22 Maret 2026: Idul Fitri 1447 Hijriah
– Senin, 23 Maret 2026: Cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah
– Selasa, 24 Maret 2026: Cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah
Dengan jadwal ini, masyarakat diharapkan dapat merayakan Lebaran dengan lebih tenang dan tanpa kesulitan dalam bepergian.
Perspektif dari Para Narasumber
Thomas Djamaluddin menekankan bahwa meskipun ada prediksi dari berbagai sumber, keputusan akhir tetap berada di tangan sidang isbat. “Kami hanya memberikan informasi berdasarkan data astronomi. Keputusan akhir tetap dilakukan oleh otoritas agama,” katanya.
Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa penggunaan kriteria yang berbeda bisa menghasilkan tanggal yang berbeda pula. “Ini menunjukkan bahwa penentuan awal bulan hijriah tidak selalu mutlak, tetapi bisa bervariasi tergantung standar yang digunakan,” ujarnya.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar