DPRD Surabaya: Kesiapan Infrastruktur Pengendali Banjir di Surabaya Menghadapi Musim Hujan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya, sebagai kota besar dengan kepadatan penduduk yang tinggi, membutuhkan sistem pengendalian banjir yang siap beroperasi secara optimal. Dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada periode 1–10 Maret 2026, Komisi C DPRD Kota Surabaya menyoroti pentingnya audit teknis terhadap infrastruktur pengendali banjir, termasuk rumah pompa dan saluran drainase.
Persiapan Infrastruktur Pengendali Banjir
Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Achmad Nurdjayanto, menekankan perlunya audit menyeluruh terhadap kesiapan infrastruktur pengendali banjir. Ia menjelaskan bahwa BMKG Juanda telah memberikan peringatan tentang potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang di wilayah Jawa Timur, termasuk Surabaya.
“Kami meminta pemerintah kota memastikan seluruh rumah pompa dalam kondisi siap operasi. Audit teknis perlu dilakukan agar kapasitas pompa benar-benar siap menghadapi potensi hujan intensitas tinggi,” ujarnya.
Audit ini mencakup jumlah rumah pompa aktif, kapasitas pompa, kondisi kelistrikan, serta cadangan daya. Selain itu, pembersihan saluran drainase dan normalisasi aliran air juga dinilai perlu dipastikan berjalan sebelum intensitas hujan meningkat.
Koordinasi antara Dinas Terkait
Komisi C juga mendorong koordinasi antara Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga dengan perangkat daerah terkait untuk memastikan sistem pengendalian banjir berjalan optimal, terutama di kawasan yang selama ini kerap mengalami genangan.
Menurut legislator Golkar ini, Surabaya sebagai kota dengan kepadatan aktivitas tinggi harus memiliki sistem respons cepat agar genangan tidak mengganggu mobilitas warga.
“Mitigasi harus berbasis data dan respons cepat di lapangan. Jangan sampai dampak cuaca ekstrem mengganggu aktivitas masyarakat, apalagi menjelang Lebaran,” katanya.***

>

Saat ini belum ada komentar