Investigasi Inspektorat Sampang Terhadap Sekolah yang Tidak Aktif
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Inspektorat Kabupaten Sampang kini tengah melakukan pemeriksaan terhadap SDN Batuporo Timur 1, sebuah sekolah yang diketahui menerima bantuan program makanan bergizi gratis (MBG), meski tidak menjalankan kegiatan belajar mengajar (KBM). Kejanggalan ini menarik perhatian masyarakat dan beredar di berbagai media sosial.
Penyelidikan Dilakukan untuk Memastikan Kebenaran Informasi
Menurut informasi yang diperoleh, inspektorat telah menurunkan tim khusus untuk memeriksa keadaan sekolah tersebut sejak Rabu (21/1). Tim ini bekerja sama dengan camat setempat dalam proses penelitian. Meskipun masih dalam tahap pendalaman, pihak inspektorat menyatakan bahwa mereka akan segera memberikan klarifikasi lebih lanjut jika ada temuan penting.
“Koordinasi juga dilakukan dengan camat Kedungdung. Namun sementara kami belum bisa berkomentar jauh,” ujar Ariwibowo Sulistyo, Inspektur Inspektorat Sampang.
Fokus pada Pengelolaan Dana BOS dan MBG
Selain memverifikasi apakah KBM benar-benar tidak berlangsung, tim juga memperhatikan pengelolaan anggaran yang diterima oleh sekolah. Termasuk dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan MBG. Jika memang tidak ada aktivitas KBM dan siswa, maka manajemen dana yang dikelola sekolah harus dipertanyakan.
“Jika memang tidak ada KBM dan tidak ada murid, maka manajemen sekolahnya harus dipertanyakan. Bagaimana pengelolaan dana BOS dan bantuan lainnya,” tegas Ari.
Peran Guru dan Dinas Pendidikan Juga Diinvestigasi
Pihak inspektorat juga akan menelusuri peran guru serta dinas pendidikan selama ini. Mereka ingin memastikan apakah ada pelanggaran atau kesengajaan dalam pengelolaan sekolah tersebut. Hal ini menjadi bagian dari upaya pengawasan yang dilakukan inspektorat terhadap layanan publik, termasuk sektor pendidikan.
Kepedulian terhadap Pelayanan Publik
Ari menekankan bahwa semua pelayanan publik, termasuk pendidikan, menjadi fokus utama pengawasan inspektorat. Ia menilai bahwa transparansi dan akuntabilitas adalah hal penting dalam menjaga kualitas layanan.
Masalah Sosial yang Mengemuka
Isu ini juga memicu warga untuk lebih waspada terhadap penggunaan dana pemerintah yang dialokasikan untuk kepentingan umum. Mereka khawatir jika dana tersebut digunakan secara tidak tepat atau tidak sesuai dengan tujuannya.
Reaksi Masyarakat dan Kepedulian Media
Permasalahan ini ramai dibicarakan di media massa maupun media sosial. Warga mulai bertanya-tanya tentang efektivitas sistem pengawasan dan pengelolaan dana pendidikan. Mereka berharap agar pihak berwenang dapat segera memberikan jawaban yang jelas dan transparan.
Tantangan dalam Pengelolaan Sekolah
Masalah seperti ini menunjukkan bahwa pengelolaan sekolah tidak hanya berfokus pada fasilitas dan kurikulum, tetapi juga pada penggunaan dana yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Harapan untuk Transparansi dan Akuntabilitas
Dengan adanya investigasi ini, masyarakat berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Mereka berharap pemerintah dapat lebih proaktif dalam mengawasi penggunaan dana yang dialokasikan untuk pendidikan.
Inspektorat Sampang kini tengah menjalani proses investigasi terhadap SDN Batuporo Timur 1. Mereka akan memastikan apakah sekolah tersebut benar-benar tidak beroperasi dan bagaimana dana yang diterimanya dikelola. Proses ini menjadi langkah penting dalam menjaga kualitas layanan pendidikan dan transparansi penggunaan anggaran.***

>

Saat ini belum ada komentar