Saham BRMS, Pergerakan Harga 12 Desember 2025 yang Mencengangkan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jumat, 12 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Harga saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mengalami lonjakan signifikan pada sesi pertama perdagangan, Jumat (12/12/2025). Kenaikan ini terjadi di tengah situasi pasar yang dinamis. Berdasarkan data RTI, harga saham BRMS ditutup melonjak sebesar 20,30% ke posisi Rp 1.185 per saham. Dibuka naik 30 poin ke posisi Rp 1.015 per saham, saham BRMS mencapai level tertinggi Rp 1.215 dan level terendah Rp 1.005 per saham. Total frekuensi perdagangan mencapai 136.780 kali dengan volume perdagangan saham sebesar 19.844.768 saham. Nilai transaksi harian saham mencapai Rp 2,2 triliun.
Kinerja IHSG yang Berubah Arah
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah menghijau pada sesi pertama perdagangan saham Jumat, 12 Desember 2025. IHSG naik sebesar 0,45% ke posisi 8.659,11. Indeks saham LQ45 melemah sebesar 0,14% ke posisi 845. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi. Pada sesi pertama perdagangan saham, IHSG berada di level tertinggi 8.665,98 dan level terendah 8.585,42. Sebanyak 339 saham melemah sehingga bebani IHSG. 313 saham menguat dan 144 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan mencapai 1.779.537 kali dengan volume perdagangan saham sebesar 31,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham mencapai Rp 16,3 triliun.
Sektor-Saham yang Mengalami Kenaikan
Mayoritas sektor saham menghijau kecuali sektor saham consumer siklikal turun 0,81%, sektor saham keuangan merosot 0,34%, dan sektor saham teknologi susut 0,90%. Sementara itu, sektor saham basic melonjak 4,34%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham infrastruktur bertambah 1,66% dan sektor saham properti naik 1,07%. Selain itu, sektor saham energi menguat 1,04%, sektor saham industri mendaki 0,19%, sektor saham consumer nonsiklikal menanjak 0,37%, sektor saham kesehatan menguat 0,38% dan sektor saham transportasi menguat 0,39%.
Pinjaman Sindikasi untuk Saham BRMS dan Anak Usaha
Sebelumnya, emiten PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dan anak usahanya PT Citra Palu Minerals (CPM) telah menandatangani fasilitas pinjaman jangka panjang dengan sindikasi perbankan. Sindikasi bank tersebut antara lain Bangkok Bank Public Company Limited, Bank Permata, Bank Mega, dan BCA pada Senin, (24/11/2025). Total pinjaman yang didapatkan sekitar USD 625 juta yang masing-masing sekitar USD 425 juta atau sekitar Rp 7,09 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.688) untuk PT Citra Palu Minerals (CPM) dan USD 200 juta atau sekitar Rp 3,33 triliun untuk PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).
Tujuan Penggunaan Pinjaman Sindikasi
Fasilitas pinjaman USD 425 juta untuk CPM digunakan dengan tujuan sebagai berikut:
1. Menyelesaikan konstruksi tambang emas bawah tanah pada kuartal ketiga 2027, dan meningkatkan kapasitas pemrosesan pabrik emas Carbon In Leach (CIL) yang pertama dari 500 ton ke 2.000 ton bijih per hari pada kuartal keempat 2026.
2. Mendanai keperluan modal kerja dan belanja modal dari CPM.
3. Melunasi pinjaman USD 120 juta dari Bank Mega.
Fasilitas pinjaman USD 200 juta untuk BRMS digunakan dengan tujuan sebagai berikut:
1. Melakukan aktifitas pengeboran dan eksplorasi oleh PT Gorontalo Minerals (GM) demi meningkatkan sumber daya dan cadangan mineral tembaga di Gorontalo.
2. Melanjutkan aktifitas eksplorasi oleh PT Linge Mineral Resources (LMR) demi meningkatkan sumber daya & cadangan mineral emas & perak di Linge, Aceh.
3. Melanjutkan aktifitas eksplorasi oleh PT Suma Heksa Sinergi (SHS) demi meningkatkan sumber daya & cadangan mineral emas & perak di Lebak, Banten.
Harapan Perseroan untuk Masa Depan
Chief Executive Officer dan Direktur Utama Bumi Resources Minerals, Agus Projosasmito menuturkan, fasilitas pinjaman tersebut membantuk perseroan untuk mencapai tiga tujuan utama. Pertama, pinjaman tersebut diperlukan untuk mendanai peningkatan kapasitas pemrosesan salah satu pabrik emas perseroan di Palu dari 500 ton menjadi 2.000 ton bijih per hari yang akan diselesaikan pada bulan Oktober 2026. “Oleh karenanya produksi emas akan meningkat pada kuartal keempat 2026,” ujar Agus.
Kedua, pinjaman tersebut membantu perseroan untuk menyelesaikan konstruksi tambang emas bawah tanah di Palu. “Hal ini akan berdampak terhadap peningkatan produksi emas BRMS secara signifikan pada semester kedua tahun 2027, mengingat prospek tambang emas bawah tanah tersebut memiliki kadar emas tinggi di kisaran 4,9 g/t,” kata Agus.
Ketiga, pinjaman tersebut digunakan untuk aktifitas pengeboran & eksplorasi di beberapa lokasi tambang di Gorontalo dalam 18 bulan ke depan. “Kami berharap untuk dapat meningkatkan jumlah sumber daya dan cadangan mineral tembaga kami di Gorontalo, dan mengumumkan hasil pengeborannya pada semester pertama tahun 2027,” tutur dia. ***

>

Saat ini belum ada komentar