Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » PAMERAN MUSIK MILES FILMS: 30 Tahun Mendengar Terdengar Siap Dikunjungi di Galeri Lokananta

PAMERAN MUSIK MILES FILMS: 30 Tahun Mendengar Terdengar Siap Dikunjungi di Galeri Lokananta

  • account_circle Arie Khauripan
  • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Masih dalam rangkaian perayaan tiga dekade perjalanan kreatifnya, Miles Films mempersembahkan pameran “MUSIK MILES FILMS: 30 Tahun Mendengar Terdengar”, sebuah ekshibisi yang mengajak publik menyelami hubungan erat antara musik dan film dalam karya-karya Miles Films.

Pameran yang digarap oleh Miles Films berkolaborasi dengan .this/PLAY
dan Lokananta ini akan berlangsung mulai 27 Januari hingga September 2026
di Ruang Pamer Temporer Galeri Lokananta, Surakarta.

Musik dan film menjadi benang merah yang menautkan perjalanan Miles Films sejak
berdiri pada 1995. Melalui pameran ini, pengunjung diajak menelusuri jejak bunyi,
nada, dan gambar yang membentuk identitas estetika Miles Films, dari era analog hingga digital, dari layar lebar hingga ingatan kolektif penonton Indonesia.

Tiga Dekade Sinema dan Musik Sejak Petualangan Sherina (2000) hingga Rangga & Cinta (2025), rumah produksi Miles Films pimpinan Mira Lesmana dan Riri Riza dikenal konsisten menghadirkan film dengan kekuatan artistik sekaligus kualitas produksi yang tinggi.

Creative Director Miles Films, Riri Riza, menyampaikan, “Musik dalam film memegang peran penting sebagai elemen yang menyatu dengan dialog dan desain suara, membangun emosi dan ritme serta mendukung adegan.
Nada-nada dalam film-film Miles bukan sekadar pelengkap, melainkan unsur penting yang membentuk pengalaman emosional penonton dan menandai zamannya.”

Deretan penata musik seperti Elfa Secioria, Thoersi Argeswara, Djaduk Ferianto, Melly Goeslaw & Anto Hoed, Indra Lesmana, Andy Ayunir, Aksan Sjuman, Basri S. Sila, Erwin Gutawa, Juang Manyala, Lie Indra Perkasa, hingga Aria Prayogi dan Sherina Munaf menjadi bagian dari perjalanan kreatif Miles Films.

Begitu pula para musisi dan band yang melahirkan lagu-lagu ikonis untuk film, diantaranya Eross Candra, Garasi, Mocca, Float, Nidji, Gigi, Bubugiri, Anggun C.Sasmi, Endah N Rhesa, RAN, dan Iwa K yang melekat kuat dalam budaya populer Indonesia.

Eksplorasi Miles Films terhadap musik juga tercermin dalam genre film musikal. Petualangan Sherina membuka kembali ruang musikal anak di layar lebar, disusul Untuk Rena (2005), hingga Rangga & Cinta yang menghadirkan musikal percintaan remaja dalam bahasa generasi baru.

Melalui aktor-aktor yang bernyanyi dan menari,
film musikal menunjukkan bagaimana musik dan lagu, dengan dukungan gerak tubuh dan ekspresi, berperan besar dalam penceritaan.

Isi Pameran melalui pengalaman mendengar dan melihat secara lebih dekat, pameran ini menampilkan proses kerja kreatif di balik produksi musik dan film, mulai dari beragam arsip rilisan musik, artefak kreatif dari lirik hingga notasi musik yang digunakan Miles Films dan instalasi tentang musik dan film serta hubungan erat diantara keduanya.

Pengunjung juga diajak “masuk” ke instalasi studio rekaman untuk merasakan magisnya gema suara dan musik yang berpadu dalam gambar.

.this/PLAY Studio, studio desain multidisiplin yang dikenal lewat pendekatan eksperimental dan interaktif dalam merancang ruang dan instalasi, merancang pameran ini sebagai ekshibisi yang terus berkembang.

Seiring perjalanannya, materi pameran akan diperkaya dengan penambahan konten dan pendekatan presentasi baru, membuka kemungkinan pembacaan yang semakin luas.

Dengan demikian, setiap kunjungan, baik di awal maupun di tahap selanjutnya, menawarkan pengalaman yang utuh sekaligus berlapis, memperlihatkan dinamika riset, arsip, dan
narasi yang terus hidup.

Sigit D. Pratama, Founder & Lead Spatial Designer .this/PLAY, menambahkan,
“Pameran ini secara personal memberikan gambaran bagaimana musik menjadi
bagian dari perjalanan visual dalam tubuh film yang utuh.

Pameran ini hadir dengan pendekatan tematik dan ruang eksperimental dalam linimasa 30 tahun Miles Films, menjadi perayaan atas relasi dua arah bagaimana Musik/Suara dan Film melalui metode gambar bergerak menjadi satu, utuh dan melengkapi untuk bercerita.

Ruang yang menjadi ringkasan perjalanan selama 30 tahun terus hadir mendekatkan
gambar dan suara dengan berbagai medium kepada kita para penikmat melalui karya-karyanya.”

Lokananta dan Sejarah Musik Indonesia
Pemilihan Lokananta di Surakarta sebagai lokasi pameran memiliki makna tersendiri. Sebagai destinasi cagar budaya musik Indonesia, Lokananta menjadi ruang yang relevan untuk membaca perjalanan musik film dalam konteks yang lebih luas.

Pameran ini sekaligus menempatkan karya Miles Films dalam lintasan sejarah sinema dan musik Indonesia, dari era awal film nasional hingga generasi kontemporer.

Wendi Putranto, CEO Lokananta, mengundang semua kalangan, baik penikmat film, pecinta musik, termasuk generasi muda di seluruh nusantara untuk datang berkunjung,
“Sungguh kehormatan dan kebanggaan besar bagi Lokananta, dalam perayaan menuju 70 tahun, dapat berkolaborasi dengan Miles Films melalui pameran ini.”

Selama tiga dekade, Miles Films telah menjadi zeitgeist perfilman Indonesia, melahirkan terobosan-terobosan yang menghidupkan kembali sinema nasional, membuka ruang bagi narasi-narasi baru, serta menegaskan kuatnya relasi antara film, musik, dan gagasan budaya.

Kami mengundang publik untuk mendengar kembali, memahami ulang, dan merayakan jejak kreatif Miles Films sebagai bagian tak terpisahkan dari petualangan budaya populer Indonesia.”

Produser Mira Lesmana turut menyampaikan harapannya, “Pencarian musik untuk film adalah sebuah proses panjang, yang dilakukan sejak awal menggagas film dengan berkolaborasi bersama musisi.”

“Bersama-sama kami melalui proses belajar
dan melakukan berbagai eksperimen untuk menemukan bentuk musik yang dapat
memperkuat film sekaligus bermakna sebagai karya musik itu sendiri.”

“Semoga lewat jejak bunyi, nada dan gambar yang kami tampilkan dalam pameran ini, publik yang berkunjung bisa merasakan semangat kami dalam berkarya, bagaimana perjalanan kreatif ini proses yang menantang sekaligus menyenangkan!” pungkas Mira.

Pameran “MUSIK MILES FILMS: 30 Tahun Mendengar Terdengar” telah diresmikan pada tanggal 26 Januari di Galeri Lokananta, Surakarta, dan terbuka untuk pengunjung umum mulai tanggal 27 Januari hingga September 2026.

Pameran “MUSIK MILES FILMS: 30 Tahun Mendengar Terdengar” Terbuka Untuk Umum Mulai 27 Januari 2026 Senin – Minggu, pukul 10.00 – 20.00 Di Ruang Pamer Temporer Galeri Lokananta, Surakarta Jl. Ahmad Yani No. 379A, Kerten, Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah 57143
Reservasi kunjungan melalui: galerilokananta-online.globaltix.com
Akun instagram: @lokanantabloc. (red/chan)

  • Penulis: Arie Khauripan

Rekomendasi Untuk Anda

  • GASKEUN ! Pembebasan Lahan Tol Getaci Berlanjut, 3 Desa di Kabupaten Bandung Terima Pembayaran Uang Ganti Rugi

    GASKEUN ! Pembebasan Lahan Tol Getaci Berlanjut, 3 Desa di Kabupaten Bandung Terima Pembayaran Uang Ganti Rugi

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 260
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Gaskeun..!!, Setekah sempat vakum selama 3 bulan akhirnya proses pembebasan lahan Tol Getaci kembali berlanjut di wilayah Kabupaten Bandung. Kali ini, tepatnya pada Rabu 29 Oktober 2025, warga pemilik lahan di 3 desa menerima pembayaran uang ganti rugi Pembayaran uang ganti rugi Tol Getaci dilakukan di Kantor BRI Majalaya. Kegiatan ini mrupakan yang […]

  • Yayasan Bangga Indonesia Maju Menyesuaikan Jadwal “YBIM Art Charity” untuk Memaksimalkan Persiapan dan Partisipasi

    Yayasan Bangga Indonesia Maju Menyesuaikan Jadwal “YBIM Art Charity” untuk Memaksimalkan Persiapan dan Partisipasi

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 29
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — Yayasan Bangga Indonesia Maju (YBIM) menyampaikan penyesuaian jadwal kegiatan bakti sosial dan lelang amal lukisan bertajuk “YBIM Art Charity” lukisan unik dengan teknik “Pointilis Gedek” (bambu anyam) yang dikembangkan oleh pengurus YBIM/PWIN, Djoko E&. yang semula direncanakan berlangsung pada tgl 13–14 Maret 2026, menjadi tgl 16–18 April 2026 di Hotel Sahid Surabaya. Penyesuaian […]

  • PDAM Surya Sembada dan SMSI Surabaya Jalin Sinergi untuk Peningkatan Pelayanan Air

    PDAM Surya Sembada dan SMSI Surabaya Jalin Sinergi untuk Peningkatan Pelayanan Air

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 167
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Dalam upaya mempererat tali silaturahmi dan menjalin sinergi, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Surabaya mengadakan audiensi dengan PDAM Surya Sembada Surabaya pada Kamis (15/08/2024). Dalam pertemuan tersebut, jajaran pengurus dan anggota SMSI Kota Surabaya diterima langsung oleh Direktur Utama PDAM Surya Sembada Surabaya, Ir. Arief Wisnu Cahyono, S.T., beserta Direktur Pelayanan. Ketua […]

  • DPRD Klaten Kunjungi Dewan Jatim Pelajari Mekanisme Tenaga Pendamping Dewan

    DPRD Klaten Kunjungi Dewan Jatim Pelajari Mekanisme Tenaga Pendamping Dewan

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 241
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — DPRD Kabupaten Klaten melakukan kunjungan kerja ke DPRD Provinsi Jawa Timur untuk membahas rancangan perubahan Peraturan DPRD Kabupaten Klaten Nomor 1 Tahun 2018 tentang Tata Tertib. Pertemuan berlangsung di ruang rapat Badan Musyawarah DPRD Jatim, Jumat (8/8/2025). Rombongan DPRD Klaten dipimpin Ketua Bapemperda, Aziz Safrudi, dan diterima langsung oleh Ketua Bapemperda DPRD Jatim, […]

  • Kapolres kediri kota

    Kondisi Produksi MBG di Bangkalan Terhenti Akibat Masalah Pencairan Dana

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 201
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Produksi Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, terhenti sejak Senin (10/11/2025). Hal ini disebabkan oleh kendala teknis pada situs mitra yang digunakan untuk pencairan dana dari Badan Gizi Nasional (BGN). Penyebab Terhentinya Produksi MBG Menurut informasi yang diperoleh, SPPG tersebut mengalami masalah dengan […]

  • Darren Fletcher, Thomas Tuchel, MU

    Darren Fletcher: Dari Mantan Pemain MU Hingga Manajer Sementara, Thomas Tuchel?

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 93
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Darren Fletcher, mantan pemain legendaris Manchester United (MU), kini berada di posisi yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Setelah bertahun-tahun menjadi bagian dari klub, ia kini ditunjuk sebagai manajer sementara untuk menggantikan Ruben Amorim yang dipecat pada awal tahun ini. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, termasuk Fletcher sendiri. Fletcher, yang sebelumnya pernah memimpin tim […]

expand_less