J.W. Stemfoort / Wikimedia Commons – Public domain
Perayaan HUT ke-81 Jatim dan Hari Santri Nasional Digelar di Grahadi
DIAGRAMKOTA.COM – Pada malam yang penuh semangat, Gedung Negara Grahadi di Surabaya menjadi pusat perhatian masyarakat Jawa Timur. Ribuan jemaah memadati lokasi acara dalam rangka memperingati HUT ke-81 Provinsi Jawa Timur sekaligus merayakan Hari Santri Nasional 2026. Acara bertajuk Jawa Timur Bersholawat dan Tabligh Akbar ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama tokoh dakwah ternama, Gus Iqdam.
Acara yang digelar pada Jumat (24/10/2026) malam ini tidak hanya menjadi ajang ibadah bersama, tetapi juga momen refleksi atas perjalanan panjang provinsi yang telah berusia 81 tahun. Hadir sebagai pembicara utama, Maulana Syekh Afeefuddin Al-Jailani dan Gus Iqdam menyampaikan pesan-pesan spiritual yang menginspirasi, sambil membawakan sholawat khas yang menggetarkan suasana.
Khofifah Ajak Masyarakat Berdoa untuk Kedamaian Indonesia
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menyampaikan harapan besar agar Jawa Timur terus menjadi wilayah yang diberkahi, sejahtera, dan aman. Ia menekankan pentingnya doa bersama untuk menjaga keutuhan NKRI dan kedamaian di seluruh tanah air.
“Mudah-mudahan Allah jaga Indonesia aman damai. Mudah-mudahan Allah anugerahkan Indonesia baldatun toyyibatun wa rabbun ghofur — negeri yang baik dan (di bawah naungan) Tuhan yang Maha Pengampun,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Khofifah juga mengingatkan makna mendalam dari Hari Santri, yang tak lepas dari Resolusi Jihad yang dicanangkan oleh Hadratus Syekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari. Menurutnya, semangat perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan harus terus hidup dalam diri generasi muda.
Ia menegaskan bahwa santri bukan hanya pelaku agama, tetapi juga garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa. “Kesiapan mental, spiritual, dan ideologis santri harus terus dibina agar mereka siap menjadi penjaga nilai-nilai luhur bangsa,” tegasnya.
Gus Iqdam: Syukur Harus Terefleksi dalam Hati dan Tindakan
Gus Iqdam menggarisbawahi bahwa rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan dengan kata-kata. Ia menekankan pentingnya kesadaran akan nikmat yang diberikan Allah SWT, serta penggunaan nikmat tersebut untuk kebaikan bersama.
“Syukur itu bukan sekadar mengucap alhamdulillah, tapi harus tercermin dalam hati, lisan, dan tindakan nyata. Bahwa kita benar-benar merasakan nikmat dan memanfaatkannya sesuai ajaran Allah Subhanahu wa taala,” jelasnya.
Ia kemudian memaparkan tiga tingkatan syukur menurut Imam Al-Ghazali:
1. Menyadari bahwa semua nikmat berasal dari Allah.
2. Merasa bahagia karena telah diberi anugerah.
3. Menggunakan nikmat untuk melakukan hal-hal yang dicintai Allah, seperti beribadah, berbuat baik, dan menolong sesama.
Menurut Gus Iqdam, momentum HUT ke-81 Jawa Timur adalah waktu yang tepat untuk merefleksikan pencapaian daerah. Dengan kepemimpinan Khofifah, Jawa Timur telah mencatat banyak prestasi di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan ekonomi kreatif.
“Di bawah kepemimpinan beliau, Ibu Hajah Khofifah Indar Parawansa, mensyukuri nikmat untuk hal yang positif, mensyukuri Jawa Timur 81 tahun, keberhasilan Jawa Timur, kesuksesan Jawa Timur, ini digunakan untuk berkumpul ulama, berdiskusi, dan merancang masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.
Semangat Berkelanjutan untuk Masa Depan Jawa Timur
Acara ini tidak hanya menjadi bentuk ibadah, tetapi juga simbol persatuan antara pemimpin, ulama, dan rakyat. Melalui sholawat dan ta’lim, masyarakat Jawa Timur menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga keberkahan dan keharmonisan sosial.
Dengan dilandasi nilai-nilai religiusitas dan nasionalisme, acara ini menjadi contoh bagaimana tradisi budaya dan keagamaan bisa menjadi kekuatan kolektif dalam membangun daerah yang lebih maju, adil, dan berkeadilan.





















