Ringkasan Berita:
- Prestasi Gemilang Dunia: Talenta vokasi Indonesia sukses menyabet 9 penghargaan di ajang WorldSkills Competition (WSC Shanghai 2026) ke-48 Shanghai 2026 dan menempati peringkat ke-19 dari 49 negara.
- Rincian Perolehan Medali: Kontingen Merah Putih mengamankan 1 medali perak, 2 medali perunggu, serta 6 Medal for Excellence dari total 17 bidang keahlian yang diikuti.
- Adopsi Standar Global: Kemnaker siap mengintegrasikan proyek uji dan kriteria WSC ke dalam SKKNI serta memodernisasi peralatan workshop vokasi nasional.
DIAGRAMKOTA.COM – Talenta vokasi Indonesia kembali membuktikan daya saingnya di kancah global dengan menyabet sembilan penghargaan bergengsi pada ajang WorldSkills Competition (WSC) Shanghai 2026. Capaian impresif ini menempatkan Indonesia pada peringkat ke-19 dari total 49 negara dan wilayah peserta yang berlaga.
Perolehan sembilan penghargaan tersebut terdiri atas satu medali perak, dua medali perunggu, dan enam Medal for Excellence. Medali perak sukses dipersembahkan oleh Edsel Parama Mustapa pada bidang keahlian Software Applications Development.
Sementara itu, dua medali perunggu masing-masing diraih oleh Fatima Rani Al Husna Prameswara pada bidang Restaurant Service serta Rash Asyari Amyris Thalib pada bidang IT Network Systems Administration.
WSC Shanghai 2026: Borong Enam ‘Medal for Excellence’ di Berbagai Bidang Strategis
Selain raihan medali utama, kontingen Indonesia juga membuktikan kompetensi tinggi dengan memborong enam gelar Medal for Excellence. Penghargaan bergengsi atas pemenuhan standar kerja internasional tersebut diraih oleh:
- Novanda Putra Widya Ardhi: Bidang Electronics
- Andi Ahmad Yusup: Bidang Web Technologies
- Galang Zaki Arkana: Bidang Industrial Control
- Reno Surya Permana dan Rouf Aufa Rifqi: Bidang Mechatronics
- Togar Andreas Silaban: Bidang Refrigeration and Air Conditioning
- Eka Anwar Fauzi: Bidang Automobile Technology
Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Sukro Muhab, menegaskan bahwa keikutsertaan dalam ajang dua tahunan ini menjadi instrumen valid untuk menguji kapabilitas riil tenaga kerja muda Indonesia di panggung dunia.
“Talenta vokasi kita berkompetisi dengan peserta dari berbagai negara dan menghadapi standar kerja serta penilaian yang berlaku di tingkat dunia,” ujar Sukro Muhab melalui keterangan resmi Biro Humas Kemnaker, Selasa (29/9/2026).
Pembinaan Lintas Sektor dan Partisipasi 20 Kompetitor
WSC edisi ke-48 yang berlangsung pada 22–27 September 2026 di Shanghai, Republik Rakyat Tiongkok, menjadi salah satu edisi terbesar dengan melibatkan lebih dari 1.400 kompetitor global. Dalam ajang ini, delegasi Merah Putih mengirimkan sebanyak 20 kompetitor tangguh yang diterjunkan pada 17 bidang keahlian.
Sebelum bertolak ke Shanghai, seluruh peserta telah menempuh program seleksi ketat dan pelatihan intensif melalui Training Center di berbagai pusat pelatihan vokasi dan institusi pendidikan. Salah satu pusat penggemblengan berlokasi di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, khusus untuk bidang Refrigeration and Air Conditioning serta Electronics.
Penguatan kontingen ini merupakan buah kolaborasi strategis antara Kementerian Ketenagakerjaan melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, jajaran mitra industri, serta institusi pendidikan kejuruan.
Langkah Lanjutan: Pembaruan SKKNI dan Modernisasi Workshop
Sukro menjelaskan, pengalaman berharga dari WSC Shanghai menjadi tolok ukur penting bagi akselerasi sistem pelatihan vokasi nasional, khususnya dalam memetakan tuntutan kompetensi, adopsi teknologi mutakhir, tingkat presisi, dan standar kualitas kerja global.
Sebagai tindak lanjut konkret, Kementerian Ketenagakerjaan akan mengadopsi ragam test project beserta instrumen penilaian WSC Shanghai 2026 ke dalam pembaruan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Bersamaan dengan itu, peremajaan dan modernisasi sarana workshop di BBPVP/BPVP serta unit sekolah kejuruan di seluruh tanah air akan digencarkan.
Menghadapi perhelatan WSC berikutnya, Kemnaker berkomitmen menyusun persiapan kontingen secara lebih terstruktur dan berjangka panjang bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Tahapan seleksi tingkat nasional direncanakan bergulir satu tahun sebelum kompetisi dimulai, serta mengintegrasikan pemusatan pelatihan (Training Centre) dengan fasilitas Talent Innovation Hub (TIH).




















