Intisari Berita:
- Pemkot Surabaya menggelar lomba semarak HUT ke-81 RI untuk sekitar 60 anak disabilitas di UPTD Kampung Anak Negeri (Kanri) Kalijudan.
- Berbagai perlombaan seperti balap kelereng, balap karung, hingga hias kantor dirancang adaptif untuk menumbuhkan sportivitas, kreativitas, dan nilai kemerdekaan.
- Kegiatan serupa juga dilaksanakan di Griya Werdha dan Rumah Anak Prestasi (RAP) agar seluruh anak berkebutuhan khusus merasakan keceriaan yang sama.
Surabaya, Diagramkota.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum berharga bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk menghadirkan ruang kebersamaan yang inklusif.
Bertempat di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kampung Anak Negeri (Kanri) Kalijudan, Surabaya, sebanyak sekitar 60 anak penyandang disabilitas tampak antusias mengikuti rangkaian perlombaan khas kemerdekaan pada Jumat (7/8/2026).
Suasana penuh keceriaan menyelimuti lokasi acara sejak pagi. Anak-anak diajak berpartisipasi dalam sejumlah permainan sederhana yang telah disesuaikan dengan kondisi serta kemampuan mereka. Mulai dari balap kelereng, balap karung, makan kerupuk, hingga tantangan memindahkan bendera ke dalam botol.
Mendorong Kemandirian dan Nilai Kebersamaan Anak Berkebutuhan Khusus
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini dirancang khusus agar anak-anak disabilitas dapat merasakan secara langsung semarak peringatan kemerdekaan.
“Ini kegiatan yang kami rancang agar adik-adik di Kalijudan bisa ikut berpartisipasi dan bergembira dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan. Selain untuk bersenang-senang, kami ingin menumbuhkan semangat, kejujuran, sportivitas, dan kebersamaan,” ujar Antiek.
Antusiasme Tinggi Sebelum Perlombaan Dimulai
Tingginya semangat peserta sudah terlihat jauh sebelum peluit perlombaan ditiup. Antiek mengungkapkan bahwa anak-anak di Kalijudan berulang kali bertanya kepada para pendamping karena tidak sabar ingin segera berlaga.
“Dari kemarin mereka sudah bertanya, ‘Bu, kapan lombanya?’ Mereka ingin ikut bersama-sama. Karena itu, kami siapkan beberapa lomba yang disesuaikan dengan kondisi mereka agar mereka bisa mengikuti dengan nyaman dan merasa senang,” tambahnya.
Wadah Pengembangan Bakat, Sportivitas, dan Kreativitas
Lebih dari sekadar sarana hiburan musiman, perlombaan ini difungsikan sebagai media edukatif bagi anak-anak untuk mengasah potensi diri. Jenis-jenis lomba diformulasikan sedemikian rupa guna melatih kreativitas, keterampilan fisik, hingga kemampuan bekerja sama dalam tim.
“Harapannya mereka memiliki sportivitas yang tinggi, bisa bekerja sama, dan menunjukkan kemampuan serta kreativitasnya dalam mengikuti lomba,” tutur Antiek.
Jangkauan Kegiatan Inklusif hingga Griya Werdha dan Rumah Anak Prestasi
Semarak kemerdekaan tidak hanya terkonsentrasi di UPTD Kalijudan. Dinsos Surabaya juga mendistribusikan keceriaan serupa ke berbagai fasilitas layanan publik lainnya, termasuk Griya Werdha dan Rumah Anak Prestasi (RAP).
Di lokasi-lokasi tersebut, variasi perlombaan yang tak kalah seru disajikan—seperti meniup balon, memasukkan bendera, hingga lari estafet. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh anak berkebutuhan khusus di Kota Surabaya mendapatkan hak dan kesempatan yang setara dalam merayakan hari lahir bangsa.
HUT ke-81 RI: Edukasi Nilai Perjuangan dan Penghormatan Kepada Pahlawan
Nuansa merah putih kian kental dengan digelarnya aksi menghias kantor yang melibatkan partisipasi aktif anak-anak. Hasil dekorasi kreatif tersebut nantinya akan dinilai dan dilombakan. Pada puncak acara penyerahan hadiah mendatang, seluruh peserta juga dijadwalkan tampil anggun mengenakan pakaian bernuansa merah putih.
Melalui pendekatan interaktif ini, Pemkot Surabaya berupaya menanamkan pemahaman historis dan rasa hormat kepada jasa para pejuang kemerdekaan.
“Kami juga mengedukasi bagaimana mengucapkan terima kasih kepada para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan. Jadi, bukan hanya lomba, tetapi ada nilai yang ingin kami tanamkan kepada anak-anak,” pungkas Antiek.















