DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya menjadi salah satu kota yang menggandeng sektor Industri Hasil Tembakau (IHT) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama warga rentan. Pemerintah Kota Surabaya melalui program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) memberikan dukungan langsung kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Dampak IHT pada Masyarakat Luas
Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya, menjelaskan bahwa IHT tidak hanya berdampak pada industri itu sendiri, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat luas. “Hasil dari industri pertembakauan dapat dirasakan juga manfaatnya oleh warga rentan baik dari sektor tersebut atau di luarnya,” ujarnya.
IHT menjadi salah satu sektor yang menyediakan lapangan kerja massal dan kontribusi nyata dalam perekonomian masyarakat. Selain itu, pemanfaatan DBHCHT juga menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga yang kurang mampu.
Percepatan Penyaluran BLT DBHCHT
Pemerintah Surabaya menekankan percepatan penyaluran bantuan sosial dari DBHCHT sebagai langkah strategis agar dana segar bisa langsung berputar di masyarakat. Meski alokasi DBHCHT mengalami penyesuaian dari Rp250 ribu hingga Rp300 ribu menjadi Rp200 ribu pada 2026, pemerintah tetap berkomitmen untuk membantu masyarakat.
“Ini bagian dari pemerintah dari cukai rokok yang diberikan kepada (warga) yang rentan, atau petugas langsung yang melinting rokok atau satpamnya yang membutuhkan dan berhak menerima,” jelas Eri.
Manfaat BLT DBHCHT untuk Keluarga
Program BLT DBHCHT tidak hanya memberikan tambahan pendapatan, tetapi juga membantu kehidupan sehari-hari penerima bantuan. Eri mencontohkan, seorang ibu yang sebelumnya hanya bekerja di rumah kini mampu mengubah nasib keluarganya melalui usaha dan kerja keras.
“Seorang ibu dengan doanya, kekuatannya, dan darahnya, ternyata seorang ibu bisa mengubah nasib keluarganya,” ujarnya.
Target Penerima BLT DBHCHT
Kepala Dinas Sosial Pemerintah Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, menjelaskan bahwa program jaring pengaman sosial dari DBHCHT ini menyasar penerima bantuan secara luas.
BLT DBHCHT pada 2026 ditujukan kepada 3.850 penerima, termasuk 3.505 karyawan pabrik dan 345 masyarakat miskin serta rentan miskin. Program ini mencakup pekerja di ekosistem pabrik baik yang terlibat langsung dalam proses produksi maupun tenaga pendukung lainnya.
Komitmen Pemerintah untuk Kesejahteraan Warga
Pemerintah Surabaya terus berupaya memberikan bantuan sosial yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Dengan pencairan lebih awal, pemerintah berharap dapat meringankan beban pengeluaran harian masyarakat, terutama bagi kelompok rentan.
Dalam hal ini, IHT tidak hanya menjadi sektor ekonomi yang vital, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, terutama bagi pekerja perempuan yang telah lama bekerja di sektor tembakau.***




















