DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menyelesaikan penanganan sekitar 440 dari total 1.015 titik genangan yang dipetakan sejak 2020. Progres ini menjadi langkah penting dalam mengatasi masalah banjir yang sering terjadi di kota tersebut.
Adi Gunita, Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, menjelaskan bahwa pemetaan titik genangan dilakukan sebagai dasar intervensi penanganan banjir. Ia menyatakan bahwa hingga tahun 2025, sebagian besar titik genangan telah ditangani.
“Kita sudah mitigasi sejak tahun 2020, kita petakan ada sekitar kurang lebih 1.015 titik genangan. Sampai tahun 2025 ini memang sudah terselesaikan hampir 440 sekian titik,” ujar Adi saat on air program talkshow Semanggi Suroboyo di Radio Suara Surabaya, Jumat (3/7/2026).
Tahapan Penanganan Genangan
Sisa titik genangan yang belum terselesaikan akan ditangani secara bertahap melalui beberapa metode. Salah satunya adalah pembangunan saluran baru, normalisasi, serta penguatan konektivitas jaringan drainase.
Adi menekankan bahwa penanganan genangan tidak cukup hanya dengan membangun saluran. Saluran yang sudah ada juga harus dirawat agar daya tampungnya tidak berkurang akibat sedimentasi.
Langkah Jangka Panjang untuk Mengurangi Banjir
Penanganan genangan merupakan bagian dari upaya jangka panjang Pemkot Surabaya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur drainase. Dengan perbaikan sistem drainase, diharapkan dapat mengurangi risiko banjir dan meningkatkan kenyamanan masyarakat.
Beberapa proyek drainase juga sedang dalam proses pengerjaan. Salah satunya adalah proyek di Jalan Moestopo yang dinilai mendesak untuk menangani masalah genangan di area Karang Menjangan.
Peran DSDABM dalam Penanganan Masalah Banjir
Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya berperan penting dalam koordinasi dan pelaksanaan proyek penanganan genangan. Dengan kerja sama antara instansi terkait, diharapkan bisa mencapai target penyelesaian seluruh titik genangan hingga 2025.***




















