DIAGRAMKOTA.COM – ALLPACK Surabaya 2026 menjadi ajang penting bagi sektor industri pengemasan, manufaktur, dan kecantikan di Jawa Timur. Pameran ini berlangsung di Grand City Convention Hall, Surabaya, dengan menghadirkan pelaku usaha, penyedia teknologi, investor, dan UMKM dalam satu ekosistem bisnis. Acara ini menjadi yang pertama diselenggarakan secara mandiri setelah sebelumnya bergabung dengan EastFood Indonesia (IIFEX).
Pameran ini menampilkan lebih dari 120 perusahaan, termasuk 10 pelaku UMKM. Mereka memperkenalkan berbagai inovasi seperti teknologi pengemasan, mesin pengolahan makanan dan minuman, solusi logistik, serta kemasan untuk industri kosmetik dan personal care.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai pameran internasional ini memiliki arti strategis dalam memperkuat nilai tambah industri nasional melalui proses hilirisasi. Menurutnya, acara seperti ini mampu menggerakkan energi positif dan produktif dengan adanya inovasi, sinergi, serta kolaborasi yang kuat.
“Ketika sektor manufaktur semakin kuat, proses hilirisasi juga akan berjalan lebih cepat,” ujar Khofifah saat membuka pameran. Ia menekankan bahwa tantangan terbesar bukan lagi sekadar menghasilkan komoditas, tetapi mengolah dan mengemas produk agar memenuhi standar pasar global.
Konsep “petik, olah, kemas, jual” yang sering disampaikan oleh Khofifah dinilai menjadi jalan untuk meningkatkan nilai ekonomi produk lokal sebelum dipasarkan, terutama ke pasar ekspor. Ia menegaskan bahwa untuk masuk pasar internasional, standar yang diminta pembeli harus dipenuhi, mulai dari kualitas bahan baku hingga kemasan.
Inovasi dan Kolaborasi di Pameran
Selain area pameran, penyelenggara juga menyediakan seminar yang membahas desain kemasan, ekonomi sirkular, industri farmasi, manufaktur plastik, hingga strategi penguatan UMKM. Kementerian, asosiasi industri, dan pelaku usaha terlibat sebagai narasumber.
Chief Executive Officer Krista Exhibitions, Daud D. Salim, menjelaskan bahwa penyelenggaraan ALLPACK Surabaya dan East Beauty Pack Expo merupakan bagian dari komitmen perusahaan menghadirkan platform bisnis yang mempertemukan produsen, distributor, importir, eksportir, hingga pelaku industri dari berbagai sektor.
“Surabaya memiliki posisi strategis sebagai pusat perdagangan di kawasan Indonesia Timur. Kami berharap pameran ini membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, memperbesar pasar, meningkatkan daya saing, sekaligus mempercepat adopsi teknologi pada industri pengemasan maupun kecantikan,” ujarnya.
Program Business Matching dan Hosted Buyer
Untuk memperkuat kerjasama, penyelenggara juga menyediakan program business matching dan hosted buyer. Skema ini bertujuan mempertemukan peserta dengan calon pembeli dan mitra bisnis dari dalam maupun luar negeri. Harapan besar diarahkan pada peningkatan investasi, ekspor, serta penguatan rantai pasok industri nasional.
ALLPACK Surabaya 2026 dan East Beauty Pack Expo berlangsung pada 1–4 Juli 2026 di Grand City Convention Hall, Surabaya, mulai pukul 10.00 hingga 19.00 WIB.
Pameran Berkontribusi pada Pertumbuhan Industri
Dengan semakin besarnya kebutuhan terhadap teknologi pengemasan dan industri kecantikan, penyelenggaraan pameran tersebut mempertegas posisi Jawa Timur sebagai salah satu pusat pertumbuhan manufaktur dan industri pengolahan di Indonesia.























