Wajib Tahu! Azhar Kahfi Bongkar 2 Masalah Mendesak Warga Jojoran: Infrastruktur Mandek dan Inventaris Terabaikan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sekretaris Fraksi Partai Gerinda DPRD Surabaya, Azhar Kahfi (ak)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM — Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya sekaligus Sekretaris Fraksi Partai Gerindra, Azhar Kahfi, kembali menunjukkan kehadirannya di tengah masyarakat dengan menggelar agenda reses di kawasan Jojoran, Surabaya. Pertemuan langsung bersama warga ini menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyuarakan kebutuhan nyata di lingkungan kampung mereka.
Dalam suasana yang penuh antusias, warga Jojoran tidak menyia-nyiakan momen tersebut. Dua isu utama langsung mendominasi forum — pembangunan saluran drainase U-Ditch di Jalan Jojoran Raya dan kebutuhan perlengkapan inventaris RT yang selama ini dinilai masih belum memadai.
Kawasan Jojoran sendiri merupakan bagian dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Kota Surabaya yang mencakup Kecamatan Tambaksari — salah satu kecamatan terpadat di Surabaya dengan jumlah penduduk lebih dari 220.000 jiwa. Tingginya kepadatan permukiman menjadikan isu drainase dan fasilitas lingkungan sebagai kebutuhan yang tidak bisa ditunda.
Banjir Langganan Jadi Keluhan Utama, Azhar Kahfi Siap Kawal Tuntas Pembangunan U-Ditch Jojoran Raya
Salah satu aspirasi paling mendesak yang disampaikan warga adalah percepatan pembangunan saluran U-Ditch di sepanjang Jalan Jojoran Raya. Saluran drainase berbentuk U ini dinilai krusial untuk mengurai persoalan genangan air yang kerap melanda kawasan permukiman padat saat musim hujan tiba.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, genangan air masih menjadi salah satu masalah yang merata di kawasan permukiman padat Surabaya, dengan lebih dari 100 titik rawan genangan yang tersebar di berbagai kecamatan.
Menanggapi hal tersebut, Azhar Kahfi menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses pembangunan saluran U-Ditch yang saat ini masih membutuhkan penyelesaian di beberapa titik kawasan Jojoran Raya.
“Pembangunan saluran U-Ditch ini tinggal melanjutkan proses pengawalan, khususnya untuk area yang belum terealisasi di Jalan Jojoran Raya,” ujar Kahfi dalam keterangannya, Selasa (26/5/2026)
Menurutnya, keberadaan sistem drainase yang baik bukan sekadar soal infrastruktur fisik — melainkan menyangkut langsung kualitas hidup dan kenyamanan warga yang tinggal di kawasan permukiman padat. Azhar menegaskan akan mendorong Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya untuk memprioritaskan penyelesaian titik-titik yang belum rampung.
Bukan Hanya Drainase, Warga Jojoran Juga Desak Pemenuhan Inventaris RT yang Sudah Lama Terabaikan
Di luar persoalan infrastruktur, warga Jojoran turut menyuarakan kebutuhan yang selama ini luput dari perhatian — yakni perlengkapan inventaris RT untuk menunjang berbagai aktivitas pelayanan dan kegiatan sosial kemasyarakatan di lingkungan kampung.
Kebutuhan ini memang bukan hal sepele. Dengan jumlah RT aktif di Kota Surabaya yang mencapai lebih dari 9.000 RT, kelengkapan inventaris menjadi tulang punggung operasional pelayanan warga di tingkat paling bawah — mulai dari rapat lingkungan, kegiatan sosial, hingga pengurusan administrasi kemasyarakatan sehari-hari.
Kahfi mengakui pentingnya kebutuhan tersebut dan memastikan aspirasi ini masuk dalam daftar prioritas yang akan diperjuangkan.
“Semua kebutuhan warga akan kami tampung dan perjuangkan sesuai skala prioritas serta mekanisme yang ada,” kata politikus Gerindra itu.
Gerindra Surabaya Konsisten Kawal, Tidak Ada Aspirasi yang Jatuh di Tengah Jalan
Sebagai Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD Surabaya, Azhar Kahfi menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat yang masuk saat reses bukan sekadar dicatat — melainkan akan terus dikawal hingga benar-benar terealisasi melalui mekanisme program pemerintah kota.
“Soal aspirasi, selaku DPRD kami siap mengawal dan terus membersamai warga Dapil 1 supaya lebih sejahtera, aman dan nyaman,” tegasnya.
Gotong Royong Jadi Fondasi, Azhar Kahfi: Pembangunan Kampung Butuh Sinergi Warga dan Pemerintah
Di penghujung reses, Azhar turut menekankan satu pesan yang kerap ia sampaikan kepada warga — bahwa pembangunan kampung yang berkelanjutan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata.
Semangat gotong royong antara masyarakat dan pemerintah, menurutnya, menjadi kunci percepatan pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya hingga ke tingkat paling bawah. Surabaya sendiri dikenal memiliki tradisi gotong royong yang kuat, tercermin dari ribuan kegiatan kerja bakti dan program Padat Karya yang rutin digelar Pemkot Surabaya setiap tahunnya.
“Kalau masyarakat dan pemerintah berjalan bersama, pembangunan kampung akan lebih cepat dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujar Kahfi.

Sekretaris Fraksi Partai Gerinda DPRD Surabaya, Azhar Kahfi saat reses (ak)
Warga Jojoran Berharap Realisasi Nyata, Bukan Sekadar Janji Reses
Usai forum reses berlangsung, harapan warga Jojoran pun mengalir. Mereka berharap dua aspirasi utama yang telah disampaikan — percepatan pembangunan U-Ditch dan pemenuhan inventaris RT — segera mendapatkan tindak lanjut konkret, bukan sekadar catatan di atas kertas.
Terlebih, kebutuhan drainase yang memadai dinilai semakin mendesak mengingat intensitas curah hujan di Surabaya dalam beberapa tahun terakhir cenderung meningkat, dengan potensi curah hujan ekstrem yang bisa terjadi kapan saja selama musim penghujan.
Warga Jojoran pun menaruh kepercayaan kepada Azhar Kahfi untuk memastikan suara mereka benar-benar sampai dan terwujud dalam program nyata Pemerintah Kota Surabaya.***

>
>
