Kloter 5 Embarkasi Surabaya Siapkan Jemaah Menghadapi Puncak Ibadah Haji

DIAGRAMKOTA.COM – Petugas kloter 5 embarkasi Surabaya (SUB 5) telah memulai langkah-langkah penting dalam mempersiapkan jemaah haji menghadapi puncak ibadah Armuzna. Pertemuan antara petugas dan para jemaah digelar di Mekkah, Arab Saudi, untuk memberikan penjelasan teknis terkait pelaksanaan ritual ibadah yang akan berlangsung pekan depan.

Pertemuan ini dipimpin oleh Muhammad Ervan, Ketua Kloter 5 Embarkasi Surabaya. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya disiplin dan kepatuhan jemaah terhadap instruksi petugas, terutama saat proses pergerakan menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Persiapan Teknis dan Skema Pergerakan

Dalam pertemuan tersebut, petugas menjelaskan skema pergerakan dari hotel menuju lokasi ibadah. Jemaah juga diberi informasi mengenai kondisi tenda di Arafah dan Mina. Tenda SUB 5 disebut berada di wilayah perluasan yang lebih tinggi dibandingkan musim haji sebelumnya.

Selain itu, petugas menyampaikan dua skema murur yang telah disiapkan untuk jemaah dengan kondisi tertentu. Skema pertama diperuntukkan bagi jemaah sakit, yaitu langsung bergerak dari Arafah ke Mina tanpa singgah di Muzdalifah. Sementara skema kedua dilakukan dengan berhenti sejenak di Muzdalifah hingga dinyatakan telah mabit sebelum melanjutkan perjalanan ke Mina.

Jemaah Harus Siapkan Diri Sesuai Mekanisme

Ervan juga menjelaskan bahwa SUB 5 tetap akan mabit di Mina, sementara jemaah yang ingin melakukan tanazul harus melakukannya secara mandiri dan membawa konsumsi sendiri. Hal ini berbeda dengan kloter SUB 1, SUB 2, dan SUB 3 yang menjalani tanazul karena lokasi tenda mereka berada di sektor 5 atau Mina Jadid.

Selain itu, jemaah SUB 5 dijadwalkan menjalani nafar awal pada 29 Mei 2026 sesuai jadwal kepulangan ke Tanah Air.

Pergerakan Bus dan Tata Cara Ibadah

Untuk pergerakan bus Armuzna, petugas memastikan jemaah SUB 5 akan diberangkatkan dari Mekkah menuju Arafah pada siang hari. Perjalanan dari Arafah ke Muzdalifah dilakukan sore hari dan dilanjutkan ke Mina pada malam hari.

Ahmad Sunhaji, pembimbing ibadah, juga memberikan penjelasan terkait tata cara pelaksanaan ibadah selama Armuzna. Mulai dari pengaturan salat di Arafah dan Muzdalifah, pelaksanaan lontar jumrah pada 10 hingga 12 Zulhijah, hingga tahapan tawaf ifadah dan tawaf wada.

Pentingnya Kesehatan dan Keamanan

Selain pembahasan teknis ibadah, petugas juga mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan. Hal ini penting mengingat padatnya aktivitas dan suhu tinggi di Tanah Suci.

Kesiapan Kloter 5 sebagai Salah Satu Kloter Utama

Kloter 5 Embarkasi Surabaya merupakan salah satu kloter utama yang akan menjalani puncak ibadah haji. Persiapan yang matang dan koordinasi yang baik menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan ibadah Armuzna.

Dengan pendekatan yang terstruktur dan komunikasi yang efektif, jemaah haji diharapkan dapat menjalani ibadah dengan lancar dan aman.***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *