Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HANKAM » Penugasan 1.400 Prajurit Non-Komando di Kopassus: Pengaturan Struktur dan Makna Simbolis

Penugasan 1.400 Prajurit Non-Komando di Kopassus: Pengaturan Struktur dan Makna Simbolis

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Penggunaan baret merah, brevet komando, serta pisau komando dalam lingkungan militer khusus memiliki makna yang sangat mendalam. Hal ini tidak hanya menjadi simbol kehormatan, tetapi juga representasi dari tingkat keterampilan dan dedikasi seorang prajurit. Dalam konteks Komando Pasukan Khusus (Kopassus), penugasan 1.400 prajurit non-komando tanpa atribut baret merah menunjukkan perubahan strategis dalam struktur organisasi satuan elite TNI AD.

Perubahan Struktur Organisasi Kopassus

Komandan Jenderal Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menugaskan 1.400 prajurit TNI AD yang tidak memiliki kualifikasi komando untuk mendukung operasional korps baret merah. Langkah ini merupakan bagian dari validasi organisasi yang ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Peraturan Presiden Nomor 84 Tahun 2025.

Proses ini mencerminkan upaya untuk memperkuat struktur internal Kopassus, yang sebelumnya terdiri dari tiga grup kini berkembang menjadi enam grup di bawah kepemimpinan perwira tinggi berpangkat Brigadir Jenderal. Perubahan ini juga menunjukkan adanya peningkatan kapasitas operasional satuan tersebut.

Atribut Militer dan Kebijakan Penggunaan

Letjen TNI Djon Afriandi menjelaskan bahwa para prajurit non-komando dilarang mengenakan baret merah, brevet komando, maupun pisau komando sebagai atribut seragam. Ia menegaskan bahwa ketiga elemen ini adalah satu paket kualifikasi yang tidak bisa dipisahkan. “Baret merah, brevet komando, dan pisau komando adalah satu paket kualifikasi yang tidak bisa dipisahkan,” ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap masa bakti mereka, pimpinan Kopassus memberikan pin khusus yang disematkan pada seragam sebagai simbol ikatan emosional dan pengabdian sah di satuan tersebut. Meski tidak memiliki atribut resmi, para prajurit ini tetap menjadi bagian dari keluarga besar Kopassus.

Proses Seleksi dan Pelatihan Komando

Proses seleksi untuk menjadi prajurit komando sangat berat dengan standar fisik minimal 61 dan tes psikologi bernilai 70 sesuai catatan sejarah Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo. Calon prajurit komando harus melewati fase ‘Minggu Neraka’ di Nusakambangan yang mencakup latihan infiltrasi rawa laut hingga simulasi interogasi fisik selama tiga hari.

Meski proses ini sangat intensif, para prajurit non-komando tidak diwajibkan mengikuti pelatihan komando selama tujuh bulan. Namun, mereka tetap menjadi bagian resmi dari satuan elite tersebut. Langkah ini menunjukkan adanya diversifikasi peran di dalam organisasi Kopassus.

Tujuan Validasi Organisasi

Penegasan aturan penggunaan baret merah bertujuan untuk menjaga nilai sakral kualifikasi komando yang mencakup kemampuan tempur tiga matra di berbagai medan ekstrem. Hal ini juga mencerminkan upaya untuk menjaga integritas dan reputasi Kopassus sebagai salah satu satuan elit TNI AD.

Dengan perubahan struktur dan kebijakan baru, Kopassus terus beradaptasi untuk memenuhi tantangan operasional yang semakin kompleks. Pembaruan ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat sistem pertahanan negara melalui peningkatan kapasitas dan efisiensi satuan-satuan militer khusus.***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Daftar Jurusan dengan Tingkat Persaingan Terbesar di SNBP 2026

    Daftar Jurusan dengan Tingkat Persaingan Terbesar di SNBP 2026

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 81
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Peningkatan kompetisi dalam proses penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 mencerminkan tingginya minat calon mahasiswa terhadap program studi tertentu. Tahun ini, beberapa jurusan menunjukkan tingkat keketatan yang luar biasa, baik dari sisi jumlah pelamar maupun persentase penerimaan. Jurusan dengan Keketatan Tinggi Beberapa universitas negeri terkemuka berhasil menyumbangkan program studi […]

  • Imam Syafi'i DPRD Surabaya

    Soroti Pengelolaan Aset Pemkot, DPRD Surabaya Ingatkan Transparansi dan Akuntabilitas

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 371
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya dari Fraksi NasDem, Imam Syafi’i, menyoroti pengelolaan aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang dinilainya masih jauh dari prinsip transparansi dan akuntabilitas. Menurutnya, tata kelola aset yang lemah tidak hanya mencerminkan inefisiensi birokrasi, tetapi juga berpotensi menimbulkan praktik korupsi terselubung. “Yang berbahaya itu bukan hanya korupsi mark-up […]

  • Jadwal Kapal PELNI Bulan Juni

    Jadwal Kapal PELNI Bulan Juni 2026 Diumumkan, Ini Rute dan Jadwal Terbaru

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 48
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – PT PELNI (Persero) Cabang Nabire telah mengumumkan jadwal kapal untuk bulan Juni 2026. Informasi ini sangat penting bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan laut di wilayah Papua dan sekitarnya. Dalam rilis resmi, KM Dorolonda dan KM Gunung Dempo menjadi dua kapal utama yang beroperasi. Kedua kapal ini melayani rute pelayaran dari dan menuju Pelabuhan Nabire […]

  • Menghormati Waktu Pegatwakan dalam Upacara Galungan

    Menghormati Waktu Pegatwakan dalam Upacara Galungan

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2024
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 322
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Dikutip dari Siaran Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar, Rabu 30 Oktober 2024, bahwa sejak Buda Pon Sungsang hingga Budha Kliwon Pahang, umat Hindu dilarang mengadakan upacara besar seperti Ngaben, Nyekah, dan Pawiwahan. Hal ini terkait dengan rangkaian Hari Suci Galungan yang di dalamnya terdapat hari yang disebut uncal balung dan hari selesainya […]

  • Jadwal Pelayaran Kapal, DLN Batu Layar ,DLN Oasis

    Jadwal Pelayaran Kapal DLN Batu Layar dan DLN Oasis Rute Lombok-Surabaya

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 39
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pelayaran laut antara Lombok dan Surabaya menjadi salah satu rute penting yang dilayani oleh perusahaan pelayaran nasional. Dua kapal utama yang beroperasi adalah DLN Batu Layar dan DLN Oasis, yang masing-masing menangani rute berbeda. Berikut informasi terkini mengenai jadwal keberangkatan dan harga tiket untuk rute tersebut. Jadwal Keberangkatan Kapal DLN Batu Layar Kapal […]

  • Rekomendasi Kuliner Tionghoa Halal di Surabaya yang Wajib Dicoba Jelang Imlek 2026

    Rekomendasi Kuliner Tionghoa Halal di Surabaya yang Wajib Dicoba Jelang Imlek 2026

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 54
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya, kota yang kaya akan budaya dan kuliner, memiliki banyak pilihan makanan Tionghoa yang tidak hanya lezat tetapi juga memenuhi standar kehalalan. Jelang Tahun Baru Imlek 2026, banyak warga setempat dan pengunjung mencari tempat makan yang sesuai dengan tradisi dan nilai-nilai agama mereka. Berikut delapan rekomendasi terbaik yang bisa menjadi pilihan untuk menikmati hidangan […]

expand_less