Pemkot Surabaya Mulai Proses Pembongkaran Fasad Eks Toko Nam di Jalan Embong Malang
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 11 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota Surabaya resmi memulai proses pembongkaran fasad eks Toko Nam yang berada di Jalan Embong Malang. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk mengembalikan fungsi trotoar bagi pejalan kaki, sekaligus menata kembali ruang publik yang selama ini terganggu oleh bangunan tersebut.
Tujuan Utama: Menata Ruang Publik dan Memastikan Keamanan Pengguna Jalan
Sekretaris Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Mohamad Iman Rachmadi, menjelaskan bahwa pembongkaran dilakukan secara bertahap, dengan fokus pada pengamanan lingkungan sekitar. “Kami memilih waktu malam hari agar tidak mengganggu lalu lintas dan keamanan masyarakat,” ujarnya.
Proses pembongkaran dibagi dalam tiga tahap, mulai dari penghapusan fondasi dan pengaman besi, kemudian struktur utama fasad, hingga rekondisi lahan dan perbaikan pedestrian. Target sementara adalah penyelesaian tahap pertama dalam satu malam, sehingga bisa dilanjutkan ke tahap berikutnya. Secara keseluruhan, pihak pemkot menargetkan proses pembongkaran rampung dalam tiga hingga lima hari.
Tantangan dalam Proses Pembongkaran
Meski rencana telah disiapkan dengan matang, Iman menyebutkan beberapa tantangan yang dihadapi. Salah satunya adalah lokasi bangunan yang berada di tikungan jalan protokol dengan lalu lintas yang padat. Selain itu, tinggi bangunan juga menjadi faktor risiko dalam proses pembongkaran.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Tunjungan Plaza agar mereka melepas kaca-kaca di sekitar area untuk meminimalisasi risiko pecah. Selain itu, kami juga meminta izin alat untuk ke halaman TP karena secara teknis bangunan akan didorong ke depan dalam proses pembongkaran nanti,” tambahnya.
Koordinasi dengan Pihak Terkait
Pemkot Surabaya juga telah melakukan komunikasi intensif dengan manajemen Tunjungan Plaza (TP), mengingat lokasi bangunan yang berhimpitan. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi gangguan pada infrastruktur sekitar dan menjaga keamanan selama proses pembongkaran berlangsung.
Selain itu, pemkot juga memastikan bahwa setiap langkah yang dilakukan sesuai dengan regulasi dan standar keselamatan kerja. Termasuk dalam hal ini adalah penggunaan alat berat dan pengawasan ketat terhadap proses pembongkaran.
Peran Sejarawan dan Masyarakat Lokal
Sebelum proses pembongkaran dimulai, sejarawan Surabaya memberikan respons terkait pentingnya menjaga nilai sejarah bangunan tersebut. Meskipun fasad akan dibongkar, sejarawan menilai bahwa langkah ini tetap penting untuk meningkatkan kualitas ruang publik.
Selain itu, masyarakat sekitar juga menyambut baik kebijakan ini. Mereka berharap trotoar yang sebelumnya sempit dan tidak nyaman dapat kembali digunakan secara optimal.
Langkah Lanjutan dan Rekomendasi
Iman menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau proses pembongkaran dan melakukan evaluasi setiap tahap. Jika diperlukan, pihaknya akan melakukan penyesuaian strategi agar proses berjalan lancar dan aman.
Selain itu, pemkot juga akan memastikan bahwa hasil pembongkaran tidak hanya sekadar membersihkan ruang, tetapi juga menciptakan ruang yang lebih ramah bagi pejalan kaki dan pengguna jalan umum.
Dengan demikian, langkah yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya ini tidak hanya merupakan upaya untuk menata kota, tetapi juga bentuk komitmen dalam memperhatikan kebutuhan masyarakat dan menjaga estetika serta fungsi ruang publik. ***

>

Saat ini belum ada komentar