Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PEMERINTAHAN » LEGISLATIF » DPRD Surabaya Minta Penertiban Iklan Horor di Area Publik

DPRD Surabaya Minta Penertiban Iklan Horor di Area Publik

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Penggunaan videotron sebagai media promosi di kawasan publik kini menjadi perhatian serius dari pihak DPRD Surabaya. Di kawasan bundaran PTC Surabaya, tayangan iklan film horor menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama para orang tua yang merasa khawatir dengan dampaknya terhadap anak-anak.

Masalah Iklan Horor yang Mengganggu Kesehatan Mental

Sejumlah keluhan muncul dari warga sekitar terkait tayangan iklan film berjudul Aku Harus Mati yang dipasang di videotron depan PTC. Menurut laporan, tayangan tersebut dinilai memicu rasa takut dan membuat anak-anak bertanya-tanya tentang makna kalimat-kalimat yang ditampilkan.

Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Josiah Michael, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima banyak pengaduan mengenai materi reklame ini. Ia menilai konten tersebut tidak sesuai dengan aturan yang berlaku di Kota Surabaya, khususnya dalam hal menjaga kenyamanan masyarakat di ruang publik.

“Banyak orang tua resah karena anaknya bertanya mengenai kalimat yang terpampang di iklan itu,” ujar Josiah.

Aturan Reklame yang Jelas Tapi Dilanggar

Menurut Josiah, regulasi terkait iklan di Surabaya sudah cukup jelas. Salah satunya adalah larangan penyebaran konten yang menimbulkan ketakutan atau keresahan. Ia menegaskan bahwa tayangan film horor yang disajikan di videotron termasuk dalam kategori pelanggaran tersebut.

“Ketentuan reklame jelas, tidak boleh menimbulkan ketakutan atau keresahan masyarakat. Saya kira materi ini sudah masuk kategori itu,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya tindakan tegas dari aparat seperti Satpol PP dan dinas terkait untuk segera mengambil alih pengelolaan tayangan tersebut.

“Harusnya di-take down. Tinggal kita lihat, berani tidak Satpol PP dan dinas terkait menertibkan ini,” katanya.

Isu Pelanggaran Reklame Lain yang Marak

Selain masalah iklan horor, Josiah juga menyampaikan kekecewaannya terhadap maraknya pelanggaran reklame lain di Surabaya. Salah satu yang paling mencolok adalah iklan rokok yang dinilai tidak terkendali.

Ia mencontohkan adanya pelanggaran di bawah underpass Jalan Mayjen Sungkono, yang terjadi sejak 2023 namun masih belum ditindaklanjuti. Menurutnya, hal ini menunjukkan kurangnya pengawasan dari pemerintah daerah.

“Banyak iklan rokok yang melanggar aturan dan dibiarkan. Sejak sekitar 2022, saya lihat makin tidak tertib,” ujarnya.

Regulasi yang Sudah Ada Tapi Belum Diterapkan

Josiah menegaskan bahwa regulasi terkait iklan rokok sudah diatur dalam beberapa peraturan, termasuk Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, PP Nomor 28 Tahun 2024, serta PP Nomor 109 Tahun 2012. Namun, implementasinya dinilai masih jauh dari harapan.

Salah satu pelanggaran yang sering terjadi adalah penempatan iklan rokok yang melintang ke arah pengemudi, padahal seharusnya dipasang sejajar dengan bahu jalan dan tidak berada di jalan protokol.

“Ketentuannya jelas, tidak boleh melintang ke arah pengemudi dan tidak boleh dipasang di jalan protokol,” tambahnya.

Langkah yang Diharapkan oleh DPRD Surabaya

Menurut Josiah, pihaknya berharap Pemerintah Kota Surabaya segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengawasan reklame. Tujuannya adalah agar ruang publik tetap aman dan nyaman bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa tindakan tegas harus dilakukan, baik terhadap iklan horor maupun iklan rokok yang melanggar aturan.***

 

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gerindra Surabaya Resmi Berikan Rekomendasi ERJI Maju Pilkada 2024

    Gerindra Surabaya Resmi Berikan Rekomendasi ERJI Maju Pilkada 2024

    • calendar_month Selasa, 27 Agt 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Diagramkota.com Surabaya – Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) resmi memberikan rekomendasi kepada Eri Cahyadi dan Armuji untuk maju di Pilkada Surabaya 2024. Surat rekomendasi (B1 KWK) bernomor : 08-1295/Kpts/DPP-GERINDRA/2024 tersebut diberikan langsung oleh ketua Anwar Sadad dan sekretaris DPD Jatim Partai Gerindra, Kharisma Febriansyah bersama ketua DPC Surabaya, Cahyo Harjo Prakoso dan jajarannya kepada paslon […]

  • Meningkatnya Perhatian terhadap Konten Digital yang Viral Video “Ibu Tiri vs Anak Tiri”

    Meningkatnya Perhatian terhadap Konten Digital yang Viral Video “Ibu Tiri vs Anak Tiri”

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 3
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Dalam era digital yang semakin berkembang, konten-konten viral sering kali menarik perhatian masyarakat. Namun, tidak semua konten tersebut memiliki informasi yang akurat atau bermanfaat. Salah satu contohnya adalah video yang berjudul “Ibu Tiri vs Anak Tiri” yang kembali muncul di media sosial. Video ini menampilkan adegan yang menimbulkan banyak pertanyaan dan kekhawatiran. Potensi […]

  • PGRI Peringati HUT ke-80 dan Hari Guru Nasional 2025, Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Dorong Peningkatan Kesejahteraan dan Perlindungan Profesi

    PGRI Peringati HUT ke-80 dan Hari Guru Nasional 2025, Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Dorong Peningkatan Kesejahteraan dan Perlindungan Profesi

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 134
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2025 dengan menggelar upacara di seluruh pelosok Indonesia pada tanggal 25 November 2025. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengapresiasi dedikasi dan pengabdian para guru, pendidik, dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia, serta mendorong peningkatan kesejahteraan dan […]

  • Prajogo Pangestu , Barito Pacific, Harga Saham

    Prajogo Pangestu Peluang Pertumbuhan Barito Pacific di Tengah Penurunan Harga Saham

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 98
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) sedang menghadapi tantangan dalam kinerja sahamnya pada awal tahun 2026, meskipun perusahaan ini masih menawarkan potensi pertumbuhan yang signifikan di sektor energi terbarukan dan petrokimia. Meski harga saham BRPT turun sebesar 7,52% secara year-to-date (YtD), analis tetap melihat peluang untuk membeli saham ini dengan potensi kenaikan hingga 44,88%. Prajogo […]

  • Respon Cepat Polres Bojonegoro Berhasil Ungkap Jaringan Peredaran Uang Palsu, 4 Tersangka Diamankan

    Respon Cepat Polres Bojonegoro Berhasil Ungkap Jaringan Peredaran Uang Palsu, 4 Tersangka Diamankan

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 271
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Polres Bojonegoro Polda Jatim kembali berhasil mengungkap kasus tindak pidana peredaran uang palsu yang terjadi pada bulan Maret 2025. Keberhasilan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Bojonegoro AKBP Mario Prahatinto, SH, SIK, M.Si dalam konferensi pers yang digelar di halaman Mapolres Bojonegoro, Kamis (24/4/2025). Dalam keterangannya di hadapan awak media, AKBP Mario Prahatinto mengungkapkan […]

  • Komisi B DPRD Surabaya

    Pedagang Kritik Komisi B DPRD Surabaya, Regulasi Tanpa Dialog Dinilai Cederai Representasi Rakyat

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 179
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — Komisi B DPRD Surabaya tuai sorotan tajam, terkait rencana penerapan pembatasan jam operasional Pasar Buah Tanjungsari sebagaimana tercantum dalam Perda 1/2023 memantik penolakan keras dari pedagang. Mereka menilai aturan tersebut tidak hanya memberatkan aktivitas distribusi buah, tetapi juga memperlihatkan lemahnya proses legislasi di DPRD Surabaya—khususnya Komisi B yang dianggap tidak melibatkan pihak terdampak […]

expand_less