Aksi Massal Sopir Truk di Surabaya Tuntut Perubahan Kebijakan BBM

DIAGRAMKOTA.COM – Ratusan sopir truk dari Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Jalan Jagir Wonokromo, Surabaya. Aksi ini berlangsung pada Rabu (29/4/2026) siang dan menarik perhatian banyak pihak karena dampaknya terhadap lalu lintas di wilayah tersebut.

Penggunaan Sound Horeg dalam Aksi

Massa aksi menggunakan lima truk sound horeg sebagai alat komunikasi dan pengeras suara untuk menyampaikan tuntutan mereka. Alat ini menjadi salah satu ciri khas aksi demonstrasi yang dilakukan oleh GSJT. Dengan menggunakan sound horeg, para sopir mampu menyampaikan pesan-pesan penting secara efektif kepada pejabat Pertamina maupun masyarakat sekitar.

Penutupan Jalan dan Gangguan Lalu Lintas

Aksi massa GSJT mengakibatkan penutupan total Jalan Jagir, yang memengaruhi arus lalu lintas dari arah Ngagel dan Prapen. Sejumlah kendaraan besar seperti truk dan mobil penumpang parkir di jalanan depan kantor Pertamina, sehingga dua lajur jalan utama diubah menjadi tempat parkir luas. Kondisi ini berlangsung sejak siang dan berlanjut hingga pukul 16.27 WIB.

Beberapa anggota massa aksi sempat mencoba menggoyangkan pagar besi di depan kantor Pertamina. Namun, situasi kembali stabil setelah para orator menghimbau agar tetap tenang dan menunggu kepastian adanya audiensi dengan perwakilan Pertamina.

Tuntutan Utama Massa Aksi

Massa GSJT menyampaikan lima tuntutan utama, antara lain:

Tuntutan-tuntutan ini didorong oleh keluhan para sopir truk terhadap kebijakan BBM yang dinilai tidak adil dan merugikan. Mereka juga menyatakan ketidakpuasan terhadap praktik-praktik ilegal yang terjadi di sektor BBM.

Peran Angga Firdiansyah, Ketua GSJT Jatim

Angga Firdiansyah, Ketua GSJT Jatim, mengakui bahwa pihaknya masih menunggu sinyal dari pihak Pertamina untuk menggelar audiensi. Ia menegaskan bahwa aksi ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan keadilan dan perbaikan kebijakan BBM.

“Kita tidak akan pulang jika di sini kita tidak dapat keadilan,” ujar seorang orator melalui sound horeg yang menjadi kendaraan komando massa aksi. Pesan ini mencerminkan tekad kuat para sopir truk untuk terus berjuang demi kepentingan mereka.

Reaksi dan Perspektif Masyarakat

Aksi ini menarik perhatian masyarakat luas, terutama warga sekitar yang terganggu oleh penutupan jalan. Beberapa orang tampak mengamati aksi massa dari jarak jauh, sementara sebagian lainnya memberikan dukungan dengan mengikuti aksi tersebut.

Sejumlah warga mengungkapkan kekecewaan terhadap kebijakan BBM yang dinilai tidak berpihak pada para pelaku usaha kecil dan menengah, termasuk para sopir truk. Mereka berharap pemerintah dan perusahaan seperti Pertamina dapat lebih proaktif dalam menyelesaikan masalah ini.

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Aksi massa GSJT menjadi momentum penting untuk menyoroti isu-isu yang berkaitan dengan kebijakan BBM dan perlindungan hak-hak para sopir truk. Meskipun ada tantangan dalam prosesnya, aksi ini diharapkan bisa menjadi awal dari perubahan yang lebih baik bagi para pelaku usaha di sektor transportasi.

Dengan terus memperkuat komunikasi antara pihak-pihak terkait, diharapkan kebijakan BBM dapat lebih transparan dan adil, serta memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat luas.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *