Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Penyidik Kejati Jatim Lakukan Penggeledahan di Kebun Binatang Surabaya

Penyidik Kejati Jatim Lakukan Penggeledahan di Kebun Binatang Surabaya

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Penyidik dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) telah melakukan penggeledahan di Kantor PD Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya. Penggeledahan ini dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan terkait dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan institusi tersebut. Proses ini dilakukan setelah surat perintah penyelidikan dikeluarkan, yang menjadi dasar bagi penyidik untuk mengumpulkan bukti-bukti terkait perkara.

Penggeledahan dilaksanakan pada Kamis sore, 5 Februari 2026, dan melibatkan tim penyidik Pidsus Kejati Jatim. Dalam prosesnya, sebanyak empat kotak dokumen diamankan, termasuk hasil audit dari Kantor Akuntan Publik (KAP). Dokumen-dokumen ini dianggap sebagai bahan awal untuk menaikkan status kasus dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

Penyidik Periksa Empat Saksi Terkait Kasus Korupsi

Selain penggeledahan, penyidik juga telah memeriksa empat saksi yang terkait dengan dugaan korupsi pengelolaan keuangan Kebun Binatang Surabaya. Saksi-saksi ini berasal dari direksi keuangan dan bagian keuangan PDTS KBS. Proses pemeriksaan dilakukan guna mengungkap lebih lanjut tentang transaksi dan pengelolaan dana yang diduga tidak sesuai prosedur.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim, Wagiyo Santoso, menjelaskan bahwa penyidik bergerak cepat sejak diterbitkannya surat perintah penyelidikan. Ia menyatakan bahwa kerugian negara dari kasus ini diperkirakan mencapai antara Rp 5 hingga Rp 7 miliar. Meskipun angka pastinya belum dapat ditentukan, adanya indikasi kerugian negara sudah jelas terlihat dari data yang diperoleh.

Penggeledahan Dilakukan di Berbagai Ruangan

Dalam pelaksanaan penggeledahan, tim penyidik melakukan penyegelan terhadap beberapa ruangan di lingkungan Kantor PD Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya. Ruangan yang disegel meliputi kantor administrasi dan keuangan, ruang direksi, ruang bagian keuangan, ruang pengadaan, serta ruang arsip. Proses ini dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penggeledahan Nomor: Print-339/M.5.5/Fd.2/02/2026.

Kasi Penyidikan Kejati Jatim, John Franky Yanafia Ariand, menjelaskan bahwa penggeledahan dilakukan sebagai tindak lanjut dari proses penyelidikan. Ia menekankan bahwa langkah-langkah yang diambil oleh penyidik bertujuan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan Kebun Binatang Surabaya.

Potensi Kerugian Negara Mencapai Miliaran Rupiah

Wagiyo Santoso menyampaikan bahwa potensi kerugian negara dari dugaan korupsi pengelolaan keuangan Kebun Binatang Surabaya diperkirakan mencapai antara Rp 5 hingga Rp 7 miliar. Angka ini berdasarkan hasil ekspos yang diperoleh dari data internal dan laporan audit. Namun, ia menegaskan bahwa angka pasti masih dalam proses penelitian dan akan diketahui lebih lanjut.

Ia juga menyampaikan bahwa data terakhir yang diperoleh dari penyidikan menunjukkan bahwa kerugian negara sudah nyata. Hal ini menjadi alasan utama bagi penyidik untuk terus memperluas investigasi dan memperkuat bukti-bukti yang ada.

Proses Penyidikan Berjalan Secara Profesional

Tim penyidik Pidsus Kejati Jatim menegaskan bahwa seluruh proses penyidikan dilakukan secara profesional dan transparan. Langkah-langkah yang diambil, seperti penggeledahan dan pemeriksaan saksi, dilakukan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Tujuan utamanya adalah untuk mengungkap fakta-fakta terkait dugaan korupsi dan memastikan keadilan dalam pemeriksaan.

Proses ini juga menunjukkan komitmen Kejati Jatim dalam menegakkan hukum dan menjaga integritas pengelolaan keuangan lembaga-lembaga pemerintah. Dengan adanya investigasi yang dilakukan, diharapkan dapat memberikan rasa aman dan kepercayaan kepada masyarakat terhadap sistem pengelolaan keuangan di wilayah Jawa Timur.***

 

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Surabaya, HJKS, Wisatawan HJKS , Surabaya

    Perayaan HJKS 2026: Kemeriahan yang Mengubah Kota Surabaya

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 59
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 tahun ini menjadi momen penting bagi kota yang dikenal sebagai Kota Pahlawan. Tahun ini, perayaan tidak hanya sekadar acara tahunan, tetapi juga menjadi strategi besar dalam memperkuat city branding Surabaya. Berbagai agenda yang disiapkan menunjukkan upaya pemerintah untuk menjadikan Surabaya sebagai destinasi wisata berbasis event di tingkat […]

  • Wabup Jember

    Wabup Jember Berani Mengajukan Gugatan Balik untuk Mempertahankan Hak dan Kebenaran

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 120
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Wakil Bupati Jember Djoko Susanto menegaskan bahwa gugatan rekonvensi yang ia ajukan bukanlah tindakan spontan, melainkan langkah hukum yang dilakukan sebagai bentuk perjuangan untuk mempertahankan hak dan kebenaran. Pernyataan ini disampaikan setelah ia digugat dalam perkara perbuatan melawan hukum oleh seorang warga Jember bernama Mashudi alias Agus MM. Djoko menyatakan bahwa gugatan tersebut tidak […]

  • Anies Baswedan dan Rano Karno Untuk Jakarta, Mungkinkah ?

    Anies Baswedan dan Rano Karno Untuk Jakarta, Mungkinkah ?

    • calendar_month Senin, 26 Agt 2024
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Oleh: Saiful Huda Ems. DIAGRAMKOTA.COM  – Sering orang tidak mengetahui bahwa kekalahan Ahok di Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu, tidak terlepas dari faktor skenario politik Jokowi, yang tidak menghendaki Ahok menjadi figur politisi cemerlang dan terhebat di masa itu. Bagi Jokowi ketika itu, Ahok merupakan figur politisi yang banyak digandrungi rakyat karena ide-idenya yang cemerlang dan […]

  • Waspadai TBC di Jombang, Kenali Gejala dan Penularannya

    Waspadai TBC di Jombang, Kenali Gejala dan Penularannya

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 249
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kasus tuberkulosis di Jombang masih tergolong tinggi, dan masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang, selama tahun 2025, tercatat sebanyak 2.700 kasus tuberkulosis. Kepala Dinas Kesehatan Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada, menyampaikan bahwa TBC biasanya menyerang paru-paru, namun juga […]

  • Wakil Bupati Asep Sopari Evaluasi Stunting, Kunci Kualitas SDM Masa Depan

    Wakil Bupati Asep Sopari Evaluasi Stunting, Kunci Kualitas SDM Masa Depan

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 183
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Untuk membentuk generasi yang berkualitas, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya fokus pada penurunan angka stunting. Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi menyampaikan bahwa angka stunting bukan hanya menjadi isu kesehatan, tetapi juga menjadi tanda dari kualitas masa depan sumber daya manusia (SDM) wilayah tersebut. “Kami memperkuat kembali komitmen yang ditandai dengan diadakannya Rapat Evaluasi Program […]

  • DPRD Surabaya Usir wartawan Bupati Pamekasan, Pers

    Heboh DPRD Surabaya Usir Wartawan: Cerminan “Anak TK” dalam Demokrasi?

    • calendar_month Kamis, 6 Mar 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 259
    • 0Komentar

    *Oleh: Agunk Sapuk (Warga Surabaya) DIAGRAMKOTA.COM – Ketika almarhum Gus Dur menyebut bahwa DPR seperti anak TK, banyak yang menganggapnya sebagai guyonan politik khas beliau. Namun, jika melihat kejadian terbaru di DPRD Surabaya yang mengusir wartawan dari ruang hearing, tampaknya ungkapan itu masih relevan hingga hari ini. Bagaimana mungkin lembaga yang seharusnya menjadi representasi rakyat […]

expand_less