Imam Syafi’i Pertanyakan Data Pemkot Surabaya Setahun Eri–Armuji
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Imam Syafi'i (kanan) dalam FGD “Setahun Kepemimpinan Eri–Armuji, Apa Kabar Surabaya?” ForWan Surabaya (dk)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Imam Syafi’i: Kemiskinan Turun atau Data Dicoret
Pada sektor sosial, Imam mengkritik klaim penurunan angka kemiskinan yang dinilainya belum tentu identik dengan peningkatan kesejahteraan.
“Bisa jadi bukan orangnya yang sejahtera, tapi datanya yang dicoret,” katanya.
Ia juga menyoroti penggunaan data tunggal berbasis kriteria BPS yang berpotensi mengeluarkan warga miskin hanya karena persoalan administratif, seperti perbedaan alamat KTP dan domisili.
“Mereka pindah kontrakan cari yang lebih murah, tapi sulit urus pindah alamat. Akhirnya dicoret dari data miskin, bantuan putus, dan hidupnya justru makin berat,” jelasnya.
Imam menegaskan, kesalahan pendataan berdampak sistemik karena digunakan lintas kementerian dan lembaga.
“Kota ini memang bagus, tapi bukan tanpa masalah. Menutup-nutupi data justru menjauhkan kita dari solusi,” pungkasnya. ***

>
