PGRI Jatim Tegaskan Kebijakan Nol Toleransi Terhadap Kekerasan terhadap Guru
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Sebagai organisasi yang bertanggung jawab atas kesejahteraan dan perlindungan tenaga pendidik, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Timur menunjukkan komitmen kuat dalam melindungi anggotanya dari ancaman kekerasan. Dalam kasus penganiayaan terhadap guru Seni Budaya SMPN 1 Trenggalek, Eko Prayitno, PGRI Jatim mengambil langkah tegas dengan hadir langsung dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Trenggalek.
Komitmen PGRI Jatim untuk Melindungi Anggota
Wakil Ketua PGRI Jawa Timur, Muntohar, menyatakan bahwa organisasi ini tidak akan tinggal diam ketika anggotanya menjadi korban kekerasan. Ia menekankan bahwa kehadiran PGRI dalam sidang ini merupakan bentuk dukungan moral penuh kepada korban dan upaya memastikan adanya keadilan hukum.
“PGRI hadir sebagai bentuk solidaritas institusional. Kami memberikan dukungan penuh kepada anggota kami yang menghadapi tindakan kekerasan. Ini adalah tanggung jawab moral organisasi,” ujarnya.
Dorong Hukuman yang Setimpal untuk Pelaku
Selain mendampingi korban, PGRI Jatim juga mendorong aparat penegak hukum untuk menjatuhkan vonis yang setara dengan perbuatan pelaku. Muntohar berharap putusan hakim dapat memberikan efek jera bagi terdakwa, Awang Kresna Aji Pratama.
“Kami mendesak aparat menegakkan hukum secara transparan. Putusan ini harus menjadi pembelajaran sosial agar masyarakat tidak memaklumi tindakan premanisme atau kekerasan terhadap guru,” tambahnya.
Ancaman Serius terhadap Dunia Pendidikan
Muntohar juga menyoroti dampak luas dari intimidasi dan kekerasan terhadap guru. Menurutnya, rasa aman merupakan syarat utama agar proses belajar-mengajar dapat berjalan optimal. Ia khawatir jika kekerasan terus terjadi, maka para guru akan kehilangan keberanian dalam mendidik siswa.
“Ketika guru merasa terancam, mereka akan kehilangan keberanian untuk mendidik secara utuh. Kondisi ini akan membuat pendidikan menjadi kering dan pada akhirnya merugikan siswa,” jelasnya.
Aksi Solidaritas dari Puluhan Guru
Aksi pengawalan sidang ini mendapatkan dukungan penuh dari PGRI Kabupaten Trenggalek. Puluhan guru hadir di PN Trenggalek sebagai simbol perlawanan terhadap segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan.
PGRI Jawa Timur menyatakan akan terus mengawasi jalannya persidangan hingga hakim menjatuhkan vonis, demi memastikan keadilan bagi Eko Prayitno dan memperkuat perlindungan guru di Jawa Timur.
Pentingnya Perlindungan Guru dalam Sistem Pendidikan
Penganiayaan terhadap guru bukan hanya masalah individu, tetapi juga menjadi isu penting bagi seluruh sistem pendidikan. PGRI Jatim menekankan bahwa setiap tindakan kekerasan terhadap guru harus dianggap sebagai ancaman serius terhadap martabat dan keselamatan dunia pendidikan.
Dengan tindakan nyata seperti yang dilakukan PGRI Jatim, diharapkan masyarakat lebih sadar akan pentingnya menghormati profesi guru dan menjaga suasana aman dalam lingkungan sekolah. Langkah-langkah seperti ini juga menjadi contoh bagaimana organisasi profesi dapat menjadi pelindung dan penjaga nilai-nilai pendidikan yang sehat.***

>

Saat ini belum ada komentar