Peristiwa Konvoi Pesilat di Surabaya: Kekacauan dan Pengamanan yang Ketat
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Kam, 15 Jan 2026
- comment 0 komentar

(Ilustrasi)
DIAGRAMKOTA.COM – Sebuah peristiwa konvoi pesilat yang berlangsung di Kota Surabaya pada dini hari tanggal 15 Januari 2026 menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga setempat. Ratusan anggota perguruan silat dilaporkan melakukan konvoi di beberapa ruas jalan utama, mengakibatkan gangguan terhadap kenyamanan masyarakat.
Latar Belakang Konvoi Pesilat
Konvoi tersebut dilakukan oleh ratusan anggota pesilat yang berasal dari luar Kota Surabaya. Mereka melakukan aksi ini untuk merayakan hari ulang tahun perguruannya, yang jatuh pada tanggal 15 Januari. Meskipun niat awal mereka hanya untuk konvoi, pihak kepolisian menyatakan bahwa ada indikasi adanya tindakan yang lebih dari sekadar berkendara.
“Mereka diketahui melakukan konvoi dari Surabaya menuju perbatasan kota. Kami telah berkoordinasi dengan teman-teman Polrestabes Surabaya untuk melakukan penjagaan di perbatasan kota,” ujar Ipda Dheni Okta, anggota Patroli Perintis Presisi Ditsamapta Polda Jatim.
Tindakan Pengamanan dan Bentrok
Pihak kepolisian langsung melakukan pengamanan terhadap aksi konvoi tersebut. Namun, saat para pesilat berada di kawasan Aloha, sempat terjadi bentrok dengan warga sekitar. Warga merasa terganggu dan memberikan perlawanan terhadap aksi konvoi yang dianggap tidak terkendali.
“Sempat ada bentrok dengan warga. Karena warga resah dan merasa terganggu, sehingga memberikan perlawanan,” tambahnya.
Pengamankan Anggota dan Kendaraan
Dalam proses pengamanan, pihak kepolisian berhasil mengamankan total 18 pemuda dan 16 kendaraan. Dari jumlah tersebut, 14 pemuda dan 10 kendaraan diamankan di Polsek Waru, sedangkan enam pemuda dan empat kendaraan diamankan di Polsek Gedangan.
Ipda Dheni menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan sementara, niat awal para anggota silat memang hanya melakukan konvoi. Namun, saat melakukan pengecekan barang bawaan, ditemukan senjata tajam seperti sajam, obeng, hingga ketapel.
“Nggak hanya sajam, ada juga yang bawa obeng sampai ketapel. Berarti memang ada niatan untuk lebih dari sekadar konvoi,” ungkapnya.
Kecemasan Warga dan Reaksi Masyarakat
Peristiwa ini menimbulkan kecemasan di kalangan warga Surabaya. Beberapa pendengar Radio Suara Surabaya melaporkan kejadian tersebut, yang kemudian mendapat respons cepat dari pihak kepolisian.
Kepolisian memperkirakan bahwa sekitar 100-an motor terlibat dalam konvoi tersebut. Jumlah itu belum termasuk para anggota yang sempat kabur atau lari.
Meski belum ada laporan terkait korban luka dari pihak pesilat maupun warga, peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat dan aparat terkait untuk lebih waspada terhadap aksi konvoi yang bisa berpotensi menimbulkan keributan.***





Saat ini belum ada komentar