Penyebab Diare Massal di SMKN 3 Boyolangu Tulungagung
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Sejumlah siswa dan guru SMK Negeri 3 Boyolangu, Tulungagung, Jawa Timur mengalami gejala diare yang diduga berasal dari makanan bergizi gratis (MBG). Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas layanan makanan yang disediakan oleh pihak sekolah. Sebanyak 123 pelajar dilaporkan mengalami diare setelah mengonsumsi menu MBG pada hari Senin (19/1/2026).
Gejala Awal dan Tindakan Sekolah
Menurut Yuga Hermawan, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 3 Boyolangu, sejumlah siswa mulai mengeluhkan gejala diare pada Selasa pagi (20/1/2026). Beberapa pelajar terlambat masuk kelas dan dibawa ke ruang kesiswaan karena merasa tidak nyaman. Mereka mengeluhkan kondisi yang sama, yaitu diare dan harus antre di toilet.
Gejala tersebut diperkirakan berasal dari menu MBG yang dikonsumsi pada pukul 08.00 WIB. Pada malam harinya, sekitar pukul 20.00 WIB, para siswa mulai mengalami gejala diare. Tidak hanya siswa, beberapa guru juga mengalami keluhan serupa. Yuga mengaku dirinya termasuk dalam jumlah tersebut. Ia mengatakan bahwa para guru mengonsumsi MBG sekitar pukul 13.00 WIB dan mulai mengalami diare sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.
Perkiraan Angka Pengidap dan Tindakan Lanjutan
Yuga memperkirakan sekitar 80 persen pelajar dan tenaga pendidik mengalami diare. Namun, angka ini belum sepenuhnya terdata karena kemungkinan masih ada yang belum melaporkan kondisinya. Pihak sekolah telah berkoordinasi dengan SPPG Yayasan Mutiara Rawa Selatan sebagai penyedia menu MBG. Langkah yang diambil adalah menarik semua menu MBG yang didistribusikan pada Selasa (20/1/2026) untuk sementara waktu.
Sekolah juga sedang melakukan pendataan dan berkomunikasi dengan orang tua siswa terkait kemungkinan adanya siswa yang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan. Pihak sekolah menyarankan agar pelajar yang mengalami diare segera mendatangi puskesmas untuk mendapatkan perawatan.
Investigasi dan Penutupan Sementara SPPG
Sekretaris Satgas MBG Tulungagung, Sony Welly Ahmadi, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung mendatangi SPPG Yayasan Mutiara Rawa Selatan untuk melakukan peninjauan. Peninjauan melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Gizi Nasional (BGN), dan Bappeda Tulungagung. Tujuan dari peninjauan ini adalah untuk menggali informasi tentang standar operasional prosedur (SOP) serta mengambil sampel menu MBG.
Hasil awal menunjukkan bahwa diare yang dialami pelajar dan guru diduga berasal dari menu nasi putih, ayam bakar, tahu kuning, sambal kecap, selada, dan semangka. Meskipun demikian, hal ini masih akan dipastikan lebih lanjut karena kemungkinan adanya faktor lain yang menyebabkan diare massal.
Akibat kejadian ini, operasional SPPG Yayasan Mutiara Rawa Selatan dihentikan sementara hingga hasil uji sampel di laboratorium diperoleh. Dinkes Tulungagung juga memberi instruksi untuk menyiagakan 32 puskesmas agar bisa segera menangani kasus diare yang terjadi.
Komentar Narasumber
Yuga Hermawan mengungkapkan bahwa pihak sekolah tetap berkomitmen untuk memastikan kesehatan dan keselamatan siswa serta tenaga pendidik. Ia menegaskan bahwa langkah-langkah darurat telah diambil dan koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan.
Sony Welly Ahmadi menambahkan bahwa pihak SPPG diminta untuk menghentikan sementara pelayanan kepada penerima manfaat. Meski demikian, keputusan akhir tentang apakah SPPG akan ditutup atau tidak masih menunggu hasil uji laboratorium.***

>

Saat ini belum ada komentar