Peningkatan Kualitas Pendidikan Inklusif di Jawa Timur Melalui Revitalisasi 7 SLB
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

(ilustrasi)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berupaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan inklusif, khususnya bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah revitalisasi dan rehabilitasi tujuh Sekolah Luar Biasa (SLB) di berbagai daerah. Proses ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa setiap anak memiliki akses yang sama terhadap pendidikan berkualitas.
Tujuan Utama Revitalisasi SLB
Program revitalisasi SLB bertujuan untuk memperbaiki infrastruktur dan fasilitas pendidikan agar lebih mendukung kebutuhan siswa berkebutuhan khusus. Fokus utama dalam proses revitalisasi meliputi peningkatan ruang belajar, pengembangan sarana pendukung, serta penguatan sistem layanan pendidikan inklusif. Dengan perbaikan tersebut, diharapkan lingkungan belajar menjadi lebih nyaman dan ramah bagi semua siswa.
Selain itu, program ini juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan mitra global dalam membangun pusat layanan pendidikan khusus yang unggul dan inspiratif. Hal ini bertujuan untuk menciptakan model pendidikan inklusif yang dapat dijadikan contoh oleh daerah lain.
Anggaran yang Digunakan
Dalam pelaksanaan revitalisasi, dana yang dialokasikan berasal dari APBN dan APBD Jawa Timur. Total anggaran yang digunakan mencapai sekitar Rp 130 miliar. Dana ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat dan provinsi, yang menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan khusus di Jawa Timur.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa dana yang tersedia akan digunakan untuk pembangunan ruang belajar, toilet, ruang administrasi, selasar, serta rehab ruang serbaguna dan ruang kelas. Selain itu, pihaknya juga berencana memberikan sentuhan estetika dengan mural di ruang kelas agar suasana belajar semakin menyenangkan dan memotivasi siswa.
Daftar Sekolah yang Direvitalisasi
Tujuh SLB yang masuk dalam program revitalisasi antara lain:
- SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik
- SLB Muhammadiyah Gresik
- SLB Dharma Mulia Gresik
- SLB Harapan Mulya Gresik
- SLB Negeri Gedangan Sidoarjo
- SLB Putra Daerah Pucuk Mojokerto
Selain itu, pada periode sebelumnya, tiga SLB lainnya di Malang Raya juga telah direvitalisasi. Mereka adalah SLB A,B,D Negeri Kedungkandang Kota Malang, SLB C Autis Negeri Kedungkandang Kota Malang, dan SLBN Pembina Tingkat Nasional Bagian C Malang. Setiap SLB mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan, termasuk pembangunan ruang kegiatan belajar dan ruang kelas khusus.
Komitmen Pemerintah untuk Tahun-Tahun Mendatang
Aries Agung Paewai menegaskan bahwa pemerintah pusat dan daerah tetap konsisten memberikan dukungan rehabilitasi dan revitalisasi SLB hingga tahun 2026. Dengan adanya program ini, diharapkan mutu pendidikan di SLB semakin meningkat, serta layanan pendidikan inklusif dapat diberikan secara merata dan bermartabat.
Peran Penting Pendidikan Inklusif
Pendidikan inklusif tidak hanya tentang akses, tetapi juga tentang kesetaraan dan penghargaan terhadap hak setiap individu. Dengan memastikan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus mendapat perlakuan yang sama seperti teman-temannya, pemerintah berupaya menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan harmonis.
Program revitalisasi SLB menjadi langkah awal yang penting dalam upaya memperkuat sistem pendidikan di Jawa Timur. Dengan perbaikan infrastruktur dan peningkatan kualitas layanan, diharapkan setiap siswa, baik normal maupun berkebutuhan khusus, dapat merasakan manfaat dari sistem pendidikan yang adil dan berkelanjutan.***

>

Saat ini belum ada komentar