Pengembangan Infrastruktur Bandara Notohadinegoro Dukung Pertumbuhan Ekonomi Jember
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 14 jam yang lalu
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Pengisian bahan bakar pesawat (avtur) perdana di Bandara Notohadinegoro, Jember, Jawa Timur, menjadi momen penting dalam pengembangan transportasi udara di wilayah tersebut. Proses ini dilakukan pada Kamis, 15 Januari 2026, dan menandai kesiapan infrastruktur pendukung penerbangan di bandara tersebut untuk beroperasi secara rutin.
Peran Avtur dalam Operasional Penerbangan
Pengisian avtur perdana dilakukan pada pesawat jenis ATR dengan mematuhi standar keselamatan dan prosedur operasional yang berlaku. Langkah ini menunjukkan bahwa bandara telah siap melayani kebutuhan penerbangan secara efisien. Sebelumnya, pesawat harus mengisi bahan bakar di Bali atau Jakarta, tetapi kini sudah bisa langsung melakukan pengisian di Jember.
Rencana Operasional Bandara Notohadinegoro
Dalam fase awal operasionalnya, Bandara Notohadinegoro direncanakan melayani lima kali penerbangan per pekan dengan rute Jember-Jakarta dan Jember-Bali pulang-pergi. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antar daerah serta mempercepat mobilitas masyarakat.
Komentar dari Anggota DPR RI Komisi VI
Anggota DPR RI Komisi VI, Kawendra Lukistian, menyampaikan bahwa Kabupaten Jember merupakan salah satu daerah yang sangat diharapkan kemajuan dan peningkatan kesejahteraannya oleh Presiden Republik Indonesia. Ia menilai, tersedianya akses transportasi udara yang terjangkau dan efisien akan mempermudah masyarakat Jember untuk terhubung dengan pusat perekonomian nasional di Jakarta, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Karena andaikan kita bisa optimal melayani penerbangan di sini, tentu kita bisa mengakses berbagai pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih baik lagi ke depannya,” ujar Kawendra pada sambutannya.
Tanggapan Bupati Jember
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyampaikan bahwa pengisian avtur perdana ini merupakan langkah strategis dalam mendukung operasional penerbangan di Bandara Notohadinegoro. Menurutnya, tersedianya layanan pengisian bahan bakar pesawat di bandara tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional maskapai sekaligus mendorong pertumbuhan konektivitas udara di wilayah Jember dan sekitarnya.
“Jadi kalau kemarin pesawat habis bahan bakarnya, pesawat harus mengisi di Bali atau di Halim, Jakarta. Hari ini sudah bisa langsung mengisi di Bandara Jember,” terang Fawait dalam sambutannya.
Dampak Terhadap Sektor Pariwisata dan Investasi
Keberadaan fasilitas pengisian bahan bakar pesawat ini diharapkan dapat memperkuat peran Bandara Notohadinegoro sebagai simpul transportasi udara regional. Selain itu, bandara ini juga diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, dan investasi di Kabupaten Jember.
Potensi Ekonomi yang Dapat Diwujudkan
Dengan adanya akses transportasi udara yang lebih baik, masyarakat Jember akan memiliki peluang lebih besar untuk mengakses pasar nasional dan internasional. Hal ini juga akan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal, seperti pengusaha wisata dan UMKM yang dapat memperluas pasar mereka.
Tantangan dan Peluang Masa Depan
Meski ada banyak potensi yang dapat dimanfaatkan, pengembangan Bandara Notohadinegoro juga menghadapi tantangan, seperti ketersediaan sumber daya manusia yang memadai dan pengelolaan operasional yang efisien. Namun, dengan dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat, potensi ini dapat diwujudkan secara maksimal.
Kesimpulan
Pengisian avtur perdana di Bandara Notohadinegoro, Jember, merupakan langkah penting dalam memperkuat infrastruktur transportasi udara di Jawa Timur. Dengan kesiapan infrastruktur dan rencana operasional yang matang, bandara ini diharapkan menjadi pintu masuk utama bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di wilayah Jember.***





Saat ini belum ada komentar