Menjanjikan! Petani Desa Sidodadi Ramunia pilih tanam bawang merah
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Bawang merah kini menjadi barang dagangan yang diminati oleh petani di Kecamatan Beringin, terutama di Desa Sidodadi Ramunia. Pemilihan bawang merah ini tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan didasarkan pada alasan yang jelas dan kuat.
Alasannya adalah bawang merah memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan. Dari satu rantai lahan, modal yang dibutuhkan hanya Rp4 juta, dengan potensi hasil mencapai Rp12 juta.
“Lumayan kali, Pak. Hasil panennya nanti sebagian dijual ke kios-kios pasar sekitar, itupun kekurangan masih. Tapi sebagian nanti disiapkan untuk bibit, biar berkelanjutan,” kata Suriawan, salah seorang petani ketika berdialog dengan Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan di sela-sela panen bawang merah bersama Wakil Bupati, Lom Lom Suwondo SS di lahan demplot Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang yang dikelola Kelompok Tani (Poktan) Gelora Tani, Selasa (6/1/2026).
Pada kesempatan tersebut, Suriawan juga mengajukan permintaan kepada Bupati untuk dibangun sebuah gudang pembibitan. Bupati setuju dengan permintaan tersebut. Adanya tempat penyimpanan benih bawang merah diharapkan mampu menjaga kualitas benih dan dapat digunakan kembali pada musim tanam berikutnya.
Selain itu, Bupati menginstruksikan Dinas Pertanian untuk menghubungkan petani dengan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekitar Kecamatan Beringin.
“Kami tidak ingin hanya sekadar mengumpulkan hasil panen tanpa memastikan langkah berikutnya dapat berjalan. Oleh karena itu, setelah panen, selain dijual langsung ke toko-toko sekitar, Pemkab mendorong agar disalurkan ke koperasi merah putih agar menjadi pasokan bagi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG,” tegas Bupati.
Sebagai bentuk dukungan pemasaran hasil panen, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Karanganyar ditunjuk untuk membeli bawang merah hasil panen dari demplot bawang merah umbi di Desa Sidodadi Ramunia.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang, Elinasari Nasution menjelaskan, selama ini lahan tersebut ditanami padi.
Melalui demplot Dinas Pertanian, petani didorong mencoba komoditas palawija, salah satunya bawang merah, sebagai alternatif pergantian pola tanam.
“Jika hasilnya baik dan menguntungkan, maka pola tanam padi–palawija ini akan kita lanjutkan. Alhamdulillah hasil hari ini menguntungkan,” tutur Kadis Pertanian.
Setelah panen bawang merah, Bupati dan Wakil Bupati melanjutkan kegiatan dengan melakukan panen padi di lahan milik Poktan Jaya Tani yang berada di desa yang sama. Keseluruhan luas lahan sawah Poktan Jaya Tani mencapai 70 hektar.
Dalam dialog dengan petani, disampaikan kebutuhan alat mesin pertanian (transplanter) agar dapat mengikuti program tanam dan panen padi serentak.
“Selama ini, proses tanam masih mengandalkan tenaga ibu-ibu tani, gak sanggup juga, Pak. Makanya, kadang kami gak bisa ikut tanam serentak,” ucap salah seorang petani.
Mereka juga menyampaikan keluhan mengenai masalah aliran air, di mana air dari kawasan Kebun Kualanamu mengalir ke daerah persawahan dan menjadi tempat pembuangan utama.
Mengikuti keluhan tersebut, Bupati memerintahkan camat untuk melakukan pemeriksaan serta mengkoordinasikan pengangkatan endapan yang menjadi masalah bagi para petani.
“Setelah ini, mohon diidentifikasi aliran apa saja yang menjadi keluhan petani dan selesaikan. Jika membutuhkan bantuan alat, segera laporkan,” perintah Bupati.
Pada panen padi ini, luas lahan yang dipanen sekitar 4 rantai, menghasilkan 8 goni, dengan berat masing-masing sekitar 80 kilogram per goni.***

>
>
Saat ini belum ada komentar