Kerja Sama antara Pemkot Jambi dan Surabaya dalam Pengelolaan Aparatur Sipil Negara
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM –Â Pemerintah Kota Jambi mengambil langkah strategis untuk meningkatkan tata kelola aparatur sipil negara (ASN) dengan menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya. Kolaborasi ini difokuskan pada penerapan sistem manajemen ASN berbasis kinerja dan teknologi. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat efisiensi, efektivitas, dan sinergi dalam pelayanan publik.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilakukan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Jambi dan BKPSDMD Kota Surabaya. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala BKPSDMD Kota Jambi, Rizalul Fikri, dan Kepala BKPSDMD Kota Surabaya, Ira Tursilowati, serta disaksikan oleh Wali Kota Jambi Maulana dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Tujuan dan Manfaat Kerja Sama
Kerja sama ini bertujuan untuk membangun kemitraan antardaerah dalam rangka meningkatkan pengelolaan ASN yang lebih terintegrasi dan terukur. Salah satu objek utama adalah replikasi sistem pengelolaan ASN milik Pemerintah Kota Surabaya untuk diterapkan di lingkungan Pemerintah Kota Jambi.
Maulana, Wali Kota Jambi, menjelaskan bahwa sebelum penandatanganan PKS, tim teknis Pemkot Jambi telah melakukan pendalaman sistem secara langsung di Surabaya. Tim tersebut melibatkan unsur BKPSDMD, Inspektorat, staf ahli wali kota, hingga tim teknologi informasi.
“Sudah dua hari tim kami berada di Surabaya untuk mempelajari teknis sistem ini secara detail. Setelah itu barulah kami menandatangani kerja sama hari ini, dan selanjutnya siap diterapkan di Kota Jambi,” ujarnya.
Sistem Pengelolaan ASN Berbasis Kinerja
Menurut Maulana, melalui sistem tersebut setiap ASN nantinya akan memiliki akun kinerja masing-masing, sehingga pimpinan daerah dapat memantau kinerja pegawai secara langsung dan objektif.
“Nantinya setiap ASN punya akun sendiri. Dari situ saya bisa melihat kinerja secara real time. Ini penting untuk membangun budaya kerja yang profesional dan terukur,” jelasnya.
Maulana juga menyampaikan bahwa Pemkot Jambi akan mengundang tim ahli dari Surabaya untuk melakukan pendampingan lanjutan hingga peluncuran resmi sistem tersebut di Jambi. Selain manajemen ASN, Pemkot Jambi juga berencana mengadopsi praktik baik Surabaya dalam memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kami ini kota perdagangan dan jasa. Penguatan PAD menjadi keharusan. Pengalaman Surabaya dalam hal ini sangat berharga bagi kami,” tambahnya.
Penilaian Kinerja ASN yang Lebih Objektif
Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya, menjelaskan bahwa kerja sama ini berkaitan erat dengan penerapan manajemen talenta ASN, di mana penilaian kinerja dilakukan secara individual, bukan semata-mata berbasis unit kerja.
“Dalam sistem ini, beban kerja dan capaian kinerja setiap individu bisa terlihat jelas. Itulah yang nanti direplikasi di Kota Jambi,” kata Eri.
Ia juga menegaskan bahwa kerja sama tersebut bersifat dua arah. Pemkot Surabaya siap belajar dari Kota Jambi, salah satunya terkait pengelolaan potensi susur sungai yang berdampak pada ekonomi daerah.
Pelatihan dan Pendampingan
Menindaklanjuti PKS ini, Pemkot Surabaya melalui BKPSDMD akan memberikan pelatihan, pendampingan, serta monitoring pelaksanaan sistem manajemen ASN di Kota Jambi. Kerja sama ini diharapkan mampu mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih modern, transparan, dan berbasis kinerja. ***

>

Saat ini belum ada komentar