Gempa Bumi Mengguncang Wilayah Yogyakarta dan Setelah Pacitan Jawa Timur
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 23 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Gempa bumi kembali terjadi di wilayah Indonesia, kali ini mengguncang Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Peristiwa ini terjadi pada Selasa, 27 Januari 2026, pukul 08.47 WIB. Gempa berkekuatan magnitudo 2 yang tercatat oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memiliki lokasi tepat di 8.31 LS dan 110.29 BT. Pusat gempa berada sejauh 45 kilometer arah Barat Daya dari Bantul, dengan kedalaman 19 kilometer dari permukaan laut.
Sebelumnya, wilayah Jawa Timur juga diguncang gempa. Pada pukul 08.20 WIB, gempa dengan magnitudo 5,5 mengguncang Kabupaten Pacitan. Pusat gempa berada di darat, berjarak 25 kilometer arah timur laut Pacitan. BMKG mencatat bahwa gempa tersebut berada di kedalaman 105 kilometer dari permukaan laut, dengan koordinat 8,14 LS dan 111,33 BT.
Dampak dan Kecemasan Masyarakat
Meski gempa di Bantul tidak menimbulkan kerusakan signifikan, masyarakat tetap merasa cemas. Sejumlah warga mengaku merasakan getaran yang cukup kuat, terutama di daerah-daerah yang dekat dengan pusat gempa. Selain Bantul, beberapa wilayah lain seperti Sleman, Kulon Progo, dan Yogyakarta juga melaporkan adanya getaran.
Di sisi lain, gempa di Pacitan juga dirasakan oleh masyarakat di sekitar wilayah Jawa Timur dan sebagian besar pulau Jawa. Wilayah seperti Karangkates, Tulungagung, Malang, Nganjuk, Ponorogo, Blitar, Madiun, Denpasar, Kuta, Karangasem, Jember, Mojokerto, Purworejo, Pasuruan, Semarang, hingga Mataram juga mengalami dampak dari gempa tersebut.
Penyebab dan Prediksi BMKG
BMKG menyatakan bahwa gempa bumi terjadi akibat pergerakan lempeng tektonik yang aktif di wilayah Indonesia. Wilayah Jawa dan sekitarnya dikenal sebagai daerah rawan gempa akibat letaknya yang berada di pertemuan beberapa lempeng tektonik. Meskipun gempa yang terjadi kali ini relatif kecil, masyarakat tetap diminta untuk tetap waspada dan memperhatikan informasi resmi dari BMKG.
Dalam laporan BMKG, gempa di Pacitan dan Bantul terjadi dalam rentang waktu yang sangat dekat. Gempa di Pacitan terjadi sekira 27 menit sebelum gempa di Bantul. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas tektonik di wilayah Jawa masih sangat dinamis dan memerlukan pengawasan ketat.
Reaksi dan Tindakan dari Pihak Berwenang
Pemerintah setempat dan instansi terkait telah melakukan tindakan cepat untuk memastikan keselamatan warga. BPBD DIY dan BPBD Jawa Timur memastikan bahwa tidak ada korban jiwa atau kerusakan infrastruktur yang signifikan. Namun, masyarakat tetap diimbau untuk menjaga kewaspadaan dan tidak panik.
Selain itu, para ahli geofisika menyarankan agar masyarakat tetap memperhatikan informasi cuaca dan gempa secara berkala. Sistem peringatan dini dan edukasi masyarakat tentang cara menghadapi gempa menjadi langkah penting dalam mengurangi risiko bencana.
Persiapan dan Edukasi Masyarakat
Banyak pihak, termasuk komunitas lokal dan organisasi nirlaba, telah aktif memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara menghadapi gempa. Beberapa program pelatihan dan simulasi gempa telah dilakukan di berbagai sekolah dan tempat umum. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam.
Salah satu narasumber dari BMKG mengatakan, “Kita tidak bisa menghindari gempa, tapi kita bisa mempersiapkan diri. Dengan pengetahuan yang cukup, masyarakat dapat bertindak lebih cepat dan aman saat terjadi bencana.”

>

Saat ini belum ada komentar