Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Gempa Bumi Mengguncang Wilayah Yogyakarta dan Setelah Pacitan Jawa Timur

Gempa Bumi Mengguncang Wilayah Yogyakarta dan Setelah Pacitan Jawa Timur

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Gempa bumi kembali terjadi di wilayah Indonesia, kali ini mengguncang Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Peristiwa ini terjadi pada Selasa, 27 Januari 2026, pukul 08.47 WIB. Gempa berkekuatan magnitudo 2 yang tercatat oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memiliki lokasi tepat di 8.31 LS dan 110.29 BT. Pusat gempa berada sejauh 45 kilometer arah Barat Daya dari Bantul, dengan kedalaman 19 kilometer dari permukaan laut.

Sebelumnya, wilayah Jawa Timur juga diguncang gempa. Pada pukul 08.20 WIB, gempa dengan magnitudo 5,5 mengguncang Kabupaten Pacitan. Pusat gempa berada di darat, berjarak 25 kilometer arah timur laut Pacitan. BMKG mencatat bahwa gempa tersebut berada di kedalaman 105 kilometer dari permukaan laut, dengan koordinat 8,14 LS dan 111,33 BT.

Dampak dan Kecemasan Masyarakat

Meski gempa di Bantul tidak menimbulkan kerusakan signifikan, masyarakat tetap merasa cemas. Sejumlah warga mengaku merasakan getaran yang cukup kuat, terutama di daerah-daerah yang dekat dengan pusat gempa. Selain Bantul, beberapa wilayah lain seperti Sleman, Kulon Progo, dan Yogyakarta juga melaporkan adanya getaran.

Di sisi lain, gempa di Pacitan juga dirasakan oleh masyarakat di sekitar wilayah Jawa Timur dan sebagian besar pulau Jawa. Wilayah seperti Karangkates, Tulungagung, Malang, Nganjuk, Ponorogo, Blitar, Madiun, Denpasar, Kuta, Karangasem, Jember, Mojokerto, Purworejo, Pasuruan, Semarang, hingga Mataram juga mengalami dampak dari gempa tersebut.

Penyebab dan Prediksi BMKG

BMKG menyatakan bahwa gempa bumi terjadi akibat pergerakan lempeng tektonik yang aktif di wilayah Indonesia. Wilayah Jawa dan sekitarnya dikenal sebagai daerah rawan gempa akibat letaknya yang berada di pertemuan beberapa lempeng tektonik. Meskipun gempa yang terjadi kali ini relatif kecil, masyarakat tetap diminta untuk tetap waspada dan memperhatikan informasi resmi dari BMKG.

Dalam laporan BMKG, gempa di Pacitan dan Bantul terjadi dalam rentang waktu yang sangat dekat. Gempa di Pacitan terjadi sekira 27 menit sebelum gempa di Bantul. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas tektonik di wilayah Jawa masih sangat dinamis dan memerlukan pengawasan ketat.

Reaksi dan Tindakan dari Pihak Berwenang

Pemerintah setempat dan instansi terkait telah melakukan tindakan cepat untuk memastikan keselamatan warga. BPBD DIY dan BPBD Jawa Timur memastikan bahwa tidak ada korban jiwa atau kerusakan infrastruktur yang signifikan. Namun, masyarakat tetap diimbau untuk menjaga kewaspadaan dan tidak panik.

Selain itu, para ahli geofisika menyarankan agar masyarakat tetap memperhatikan informasi cuaca dan gempa secara berkala. Sistem peringatan dini dan edukasi masyarakat tentang cara menghadapi gempa menjadi langkah penting dalam mengurangi risiko bencana.

Persiapan dan Edukasi Masyarakat

Banyak pihak, termasuk komunitas lokal dan organisasi nirlaba, telah aktif memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara menghadapi gempa. Beberapa program pelatihan dan simulasi gempa telah dilakukan di berbagai sekolah dan tempat umum. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam.

Salah satu narasumber dari BMKG mengatakan, “Kita tidak bisa menghindari gempa, tapi kita bisa mempersiapkan diri. Dengan pengetahuan yang cukup, masyarakat dapat bertindak lebih cepat dan aman saat terjadi bencana.”

 

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Membidik OPD Bermasalah, MAKI Jatim Ancam Buka ‘Kotak Korupsi’ di Hakordia

    Membidik OPD Bermasalah, MAKI Jatim Ancam Buka ‘Kotak Korupsi’ di Hakordia

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 109
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Menjelang peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) pada 9 Desember, tensi politik dan pengawasan publik terhadap Pemerintah Provinsi Jawa Timur semakin meningkat. Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur memastikan bakal membuka apa yang mereka sebut sebagai “kotak korupsi” — kumpulan data, temuan, serta dugaan praktik penyimpangan di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov […]

  • Ketua umum: Ayu Aulia jadi tim kreatif di ormas GBN-MI bukan Kemhan

    Ketua umum: Ayu Aulia jadi tim kreatif di ormas GBN-MI bukan Kemhan

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 117
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Isu selebgram Ayu Aulia dilantik jadi tim kreatif Kementerian Pertahanan berbuntut panjang sebab memicu klarifikasi dari institusi tersebut. Belakangan Ayu terungkap bukan menjadi bagian dari struktur di Kemhan, melainkan ormas bernama Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia (GBN-MI). Ketua umum GBN-MI, Laksamana Pertama TNI (Purn) M. Faisal Manaf pun membenarkan Ayu menjadi bagian dari timnya. […]

  • Daftar Drama Korea Terbaru 2025 yang Harus Kamu Tonton

    Daftar Drama Korea Terbaru 2025 yang Harus Kamu Tonton

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 109
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Akhir tahun 2025 bulan Desember menjadi momen menarik bagi penggemar drama Korea, dengan hadirnya berbagai judul terbaru dari berbagai genre—mulai dari thriller, romantis, drama hukum, hingga fantasi. Deretan serial drama seperti The Price of Confession, Pro Bono, dan Villains memberikan ketegangan dan misteri yang menguras adrenalin, cocok bagi penonton yang menyukai alur penuh intrik dan […]

  • Makna dan Sejarah Kata “Marhaban ya Ramadan” dalam Tradisi Islam Nusantara

    Makna dan Sejarah Kata “Marhaban ya Ramadan” dalam Tradisi Islam Nusantara

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 50
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kata “Marhaban ya Ramadan” sering terdengar di berbagai kalangan umat Muslim, terutama menjelang bulan suci Ramadhan. Ucapan ini tidak hanya menjadi bentuk penyambutan, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi yang berkembang di Indonesia. Dalam konteks keagamaan dan sosial, kata tersebut memiliki makna mendalam yang menggambarkan perayaan, harapan, dan persiapan spiritual. Asal Usul Kata […]

  • Pemkot Surabaya, Kendaraan Dinas ,Mudik Lebaran

    Kebijakan Pemkot Surabaya: Larangan Penggunaan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 28
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota Surabaya telah mengambil langkah tegas dalam mengatur penggunaan kendaraan dinas milik Aparatur Sipil Negara (ASN) menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 2026. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan bahwa fasilitas negara digunakan sesuai dengan tujuannya, bukan untuk kepentingan pribadi seperti mudik. Tujuan dan Mekanisme Pengawasan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa kendaraan dinas […]

  • Pemenuhan Hak Kesejahteraan Hakim Ad Hoc Jadi Fokus Pemerintah, Tunggu Tanda Tangan Prabowo

    Pemenuhan Hak Kesejahteraan Hakim Ad Hoc Jadi Fokus Pemerintah, Tunggu Tanda Tangan Prabowo

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 49
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Indonesia kini tengah menyelesaikan proses penghitungan kenaikan gaji untuk para hakim ad hoc. Proses ini diharapkan segera rampung dan akan ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto. Hal ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang menjelaskan bahwa peraturan terkait kenaikan gaji tersebut sudah dalam tahap akhir. Penjelasan dari Mensesneg tentang Proses Kenaikan […]

expand_less