Layanan Kesehatan Darurat di Pidie Jaya: Upaya EMT Jawa Timur Hadapi Dampak Banjir
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Senin, 29 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Emergency Medical Team (EMT) Provinsi Jawa Timur terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya. Sejak beberapa waktu lalu, tim medis ini telah menyebar ke berbagai titik lokasi untuk memastikan warga mendapatkan bantuan kesehatan yang layak. Pelayanan kesehatan ini tidak hanya fokus pada pengobatan langsung, tetapi juga melibatkan upaya pencegahan dan edukasi.
Lokasi Pelayanan Kesehatan yang Terbuka
Hingga tanggal 28 Desember 2025, EMT Jawa Timur telah membuka posko kesehatan di beberapa daerah seperti Desa Mayang Cut, Polindes Desa Beurawang, serta Meunasah Desa Beurawang. Selain itu, di area Kantor Bupati Pidie Jaya juga disediakan posko pelayanan kesehatan yang buka setiap hari dari pukul 09.00 hingga 21.00 WIB. Hal ini dilakukan agar masyarakat bisa mengakses layanan kesehatan dengan mudah, terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah terdampak banjir.
Penyakit Umum yang Muncul Pasca-Banjir
Dari hasil pengamatan, banyak warga mengalami berbagai jenis penyakit akibat kondisi lingkungan yang tercemar. Penyakit kulit seperti gatal-gatal, dermatitis, dan infeksi jamur sering ditemukan karena kontak langsung dengan air banjir yang tidak bersih. Selain itu, kasus diare juga meningkat akibat konsumsi air atau makanan yang tidak higienis. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) juga menjadi ancaman, terutama karena cuaca lembap dan kepadatan penduduk di tempat pengungsian.
Tantangan dalam Pelayanan Kesehatan
Meski telah berupaya maksimal, EMT Jawa Timur menghadapi sejumlah kendala dalam menjalankan tugasnya. Salah satunya adalah keterbatasan sarana kebersihan dan air bersih, yang menyulitkan penerapan edukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Dokter Naufal Prima Wianto, anggota EMT dari RSUD dr. Soedono Madiun, menyebutkan bahwa upaya preventif dan promosi kesehatan seperti penggunaan masker, cuci tangan, serta menjaga kebersihan masih terkendala oleh kondisi lingkungan yang tidak ideal.
Perlu Kolaborasi Lintas Sektor
Menurut dokter Naufal, upaya pencegahan dan promosi kesehatan tidak dapat dilakukan secara mandiri oleh sektor kesehatan saja. Ia menilai perlu adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan instansi terkait lainnya. Kolaborasi ini diperlukan untuk memperkuat program pencegahan dan memastikan masyarakat dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat pasca-banjir.
Strategi yang Dilakukan EMT
Untuk mengatasi tantangan tersebut, EMT Jawa Timur terus melakukan sosialisasi dan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Meskipun akses air bersih dan fasilitas kebersihan masih terbatas, tim tetap berusaha memberikan informasi penting tentang cara mencegah penyebaran penyakit. Selain itu, mereka juga memastikan layanan medis tetap tersedia bagi warga yang membutuhkan perawatan intensif. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar