Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » FORUM OPINI » Uang Daerah Tidur di Bank, Menanti Bunga atau Menanti Pembangunan?

Uang Daerah Tidur di Bank, Menanti Bunga atau Menanti Pembangunan?

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Banyak pakar menyebut kepala daerah yang “ongkang-ongkang kaki menunggu bunga turun”, hal itu menjadi sindiran tajam terhadap praktik pengelolaan keuangan daerah yang tidak proaktif. Ketika dana publik—yang berasal dari rakyat—justru dibiarkan mengendap di bank untuk mengejar bunga, maka semangat pelayanan publik telah bergeser menjadi kepentingan sempit fiskal.

Sumber utama pendapatan daerah di Indonesia memang masih bertumpu pada Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, yang meliputi Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH), dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Menurut data Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), hingga Maret 2025, Provinsi Jawa Timur telah menerima sekitar Rp19 triliun atau 22,82 persen dari total pagu TKD tahun 2025. Angka ini menempatkan Jatim sebagai salah satu provinsi dengan alokasi transfer terbesar di Indonesia.

Namun, ironisnya, serapan anggaran di banyak daerah masih rendah. Uang yang sudah ditransfer ke rekening pemerintah daerah kerap tidak segera digunakan. Banyak laporan publik dan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menunjukkan bahwa dana tersebut justru mengendap di bank dalam bentuk giro atau deposito jangka pendek. Motifnya jelas: mengejar bunga. Fenomena inilah yang disebut dalam pernyataan “mereka sambil nginepkan uang setahun penuh biar bunganya jalan”.

Bunga deposito daerah ini memang menggiurkan. Jika dana daerah yang “nyangkut” mencapai Rp100 triliun dengan bunga rata-rata 5 persen, maka bunganya mencapai Rp5 triliun setahun. Tapi pertanyaannya: bunga untuk siapa? Rakyat hanya menerima infrastruktur yang tertunda, guru yang menunggu sertifikasi, dan proyek publik yang baru bergerak menjelang akhir tahun anggaran.

Di Jawa Timur, pola itu terlihat jelas. Tahun 2024, DPRD Jatim menyoroti pemangkasan TKD dari pusat hingga Rp2,8 triliun, dan mendorong efisiensi serta optimalisasi aset. Namun tanpa realisasi anggaran yang cepat dan efektif, pemangkasan itu justru menambah tekanan. Pemprov Jatim tetap harus membiayai gaji ASN, infrastruktur pendidikan, serta layanan publik lain yang sangat bergantung pada pencairan anggaran tepat waktu.

Kondisi serupa juga bisa ditemukan di Kota Surabaya, yang dikenal sebagai salah satu daerah dengan kinerja PAD tertinggi di Indonesia. Surabaya memiliki sumber pendapatan besar dari PBB-P2, pajak kendaraan bermotor, retribusi parkir, hingga pajak restoran dan hiburan. Namun, seberapa cepat PAD itu disalurkan kembali ke masyarakat menjadi persoalan tersendiri. Proyek perbaikan jalan, bantuan sosial, hingga insentif tenaga pendidikan kerap menunggu proses panjang akibat sistem keuangan yang terlalu birokratis atau bahkan disengaja ditunda.

Sistem yang menahan dana publik demi bunga tahunan adalah bentuk ketidakadilan fiskal baru. Pemerintah daerah seharusnya menjadi mesin distribusi ekonomi rakyat, bukan lembaga keuangan yang mencari selisih bunga.

“Guru kita banyak yang nunggu sertifikasi berbulan-bulan, padahal dana sudah ditransfer pusat,” ujar salah satu sumber pendidikan di Surabaya yang enggan disebutkan namanya.

Fenomena proyek perbaikan jalan yang “selalu muncul saat musim hujan” seperti disebut dalam pernyataan tersebut bukan kebetulan. Banyak proyek publik sengaja dimulai akhir tahun agar dana mengendap lebih lama di bank. Akibatnya, kualitas pekerjaan menurun, efisiensi anggaran rendah, dan publik menanggung dampaknya: jalan cepat rusak, drainase gagal, dan biaya perawatan meningkat.

Sudah saatnya Pemprov Jawa Timur dan Pemkot Surabaya memperbaiki pola belanja daerah dengan prinsip spending for impact. Dana publik harus segera disalurkan untuk sektor produktif — pendidikan, infrastruktur, kesejahteraan sosial — bukan menjadi sumber bunga laten. Pengawasan DPRD, BPK, dan publik perlu diperkuat agar dana daerah tidak lagi “tidur di bank” sementara rakyat menunggu hasilnya.

Pernyataan “saya seneng si Purbaya udah mulai tembak-tembak itu” mencerminkan kebutuhan akan pemimpin daerah yang berani menegur dan menembak langsung praktik tak etis di birokrasi fiskal. Kepala daerah bukan penjaga rekening, tapi penggerak pembangunan. Jika dana rakyat hanya menjadi deposito, maka tanggung jawab moral dan politik telah dilanggar. Rakyat butuh pembangunan, bukan bunga bank.

Penulis: Nawi

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • DJ Katty Butterfly Tampil Hot Di Event EDM, Outfitnya Makin Terbuka

    DJ Katty Butterfly Tampil Hot Di Event EDM, Outfitnya Makin Terbuka

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 196
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – DJ Katty Butterfly Guncang Panggung EDM dengan Penampilan Hot dan Outfit Menggoda DJ Katty Butterfly, nama yang tak asing lagi di dunia hiburan Indonesia, kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, bukan karena drama asmaranya, melainkan karena penampilannya yang memukau dan sensual di sebuah event Electronic Dance Music (EDM) yang baru-baru ini digelar. Perempuan […]

  • Kecelakaan di Tol Pandaan-Malang, Reni Astuti Desak Pemerintah Perlu Investigasi dan Perketat Uji Laik Kendaraan

    Kecelakaan di Tol Pandaan-Malang, Reni Astuti Desak Pemerintah Perlu Investigasi dan Perketat Uji Laik Kendaraan

    • calendar_month Rabu, 25 Des 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 234
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dapil Jawa Timur I (Surabaya-Sidoarjo), Reni Astuti, mendesak Pemerintah untuk segera melakukan investigasi menyeluruh terkait kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Tol Pandaan-Malang pada Senin (23/12/2024). Kecelakaan maut di KM 77+200 A arah Malang itu melibatkan sebuah bus yang membawa rombongan […]

  • Barikade 98 Jatim

    DPW Barikade 98 Jatim Desak Keadilan Usai Tragedi Ojol, Kutuk Kekerasan Aparat

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 168
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — DPW Barikade 98 Jatim menyatakan keprihatinan mendalam atas tewasnya seorang pengemudi ojek online (Ojol) yang gugur saat memperjuangkan hak-hak rakyat dalam demonstrasi baru-baru ini. Duka Mendalam atas Meninggalnya Pejuang Demokrasi Ketua DPW Barikade 98 Jatim, Boby Wijono, mengungkapkan duka cita serta tuntutan keras kepada aparat kepolisian. “Kami sangat berduka atas wafatnya saudara kita, […]

  • Prajurit Kodim 0807/Tulungagung Ukur Kesiapan Fisik Lewat Garjas Periodik

    Prajurit Kodim 0807/Tulungagung Ukur Kesiapan Fisik Lewat Garjas Periodik

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 137
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Personel Kodim 0807/Tulungagung melaksanakan tes Kesegaran Jasmani (Garjas) Periodik Semester II sebagai bagian dari program rutin yang bertujuan untuk mengevaluasi hasil pembinaan fisik seluruh prajurit, Rabu (12/11/2025). Kegiatan ini menjadi tolak ukur kemampuan jasmani setiap anggota dalam menjaga kesiapan fisik guna menunjang pelaksanaan tugas sehari-hari. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pengecekan personel yang mengikuti […]

  • Trump Hina Pemimpin Eropa Karena Izinkan Imigran

    Trump Hina Pemimpin Eropa Karena Izinkan Imigran

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 64
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkritik para pemimpin Eropa. Ia menggambarkan Eropa saat ini sebagai “lemah” dan “beracun” karenamigrasi. Trump mengatakan kepada Politico yang dikutip dari Al Jazeera bahwa negara-negara Eropa perlu mengusir pendatang yang masuk ke negara ini secara ilegal. “Eropa, mereka ingin bertindak benar secara politik, dan hal itu membuat mereka lemah,” […]

  • RSUD Campurdarat Tulungagung Hadirkan Layanan Ambulan 24 Jam Untuk Darurat Medis

    RSUD Campurdarat Tulungagung Hadirkan Layanan Ambulan 24 Jam Untuk Darurat Medis

    • calendar_month Jumat, 12 Jul 2024
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Diagram Kota Tulungagung – Rumah Sakit Umum Darurat (RSUD) Campurdarat Kabupaten Tulungagung memberikan pelayanan ambulan 24 jam untuk penjemputan pasien keadaan darurat. Direktur RSUD Campurdarat, dr Ardona, MMRS menyampaikan, layanan darurat yang baru ini cepat dan tepat untuk meyelamatkan nyawa orang dengan memastikan bantuan medis secara optimal kepada masyarakat. “Pelayanan ambulan dilengkapi peralatan medis modern yaitu, […]

expand_less