Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Kisah Penjaga Makam di Kediri yang Tak Bisa Tidur di Hari Pertama

Kisah Penjaga Makam di Kediri yang Tak Bisa Tidur di Hari Pertama

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Muryani terkejut ketika mertuanya tiba-tiba menugaskannya untuk melanjutkan tugas sebagai penjaga makam. Tidak lama setelah itu, mertuanya yang sudah tua meninggal dunia.

Tugas sebagai pengawas Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ronggo Jali di Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri, Jawa Timur, kini dipegang oleh Muryani, setelah diwariskan dari generasi ke generasi.

Bagi Muryani, wasiat tersebut tentu sesuatu yang sama sekali tidak terduga. Karena, pria berusia 56 tahun itu mengakui bahwa saat itu ia tidak memiliki persiapan apa pun bahkan pengalaman sebagai penjaga makam. Apalagi dirinya di keluarga tersebut hanya seorang menantu.

Meskipun demikian, biasanya sebagai seseorang yang menjaga makam, khususnya di desa, selain memiliki mental yang tangguh juga memiliki dasar spiritual maupun kebatinan. Oleh karena itu, tidak sembarang orang bisa melakukan pekerjaan ini karena dianggap suci.

“Pihak mertua hanya memberi pesan untuk melanjutkan tugasnya sambil memberikan doa. Saya juga kaget dan tidak mengerti mengapa saya yang dipilih,” kata Muryani mengenang peristiwa sepuluh tahun yang lalu kepadaDIAGRAMKOTA.COM, Minggu (16/11/2025).

Setelah kematian mertuanya yang perempuan, pria asal Kabupaten Blitar itu harus memulai kebiasaan baru yang tidak pernah ia bayangkan sama sekali.

Pada hari-hari awal tugasnya, perasaannya campur aduk. Dihiasi rasa cemas, gugup hingga kekhawatiran terhadap medan tugas yang harus ia jalani.

“Karena penjaga makam itu tidak memiliki pendidikan formal. Pada saat itu tidak tahu apa yang harus dilakukan. Saya hanya diberi doa (mantra) oleh mertua,” tambah Muryani.

Ternyata benar. Pada hari pertama tugasnya bertepatan dengan kematian seorang warga. Sebisa mungkin, segala keperluan dia siapkan hingga upacara pemakaman berjalan lancar hingga selesai.

“Tapi malamnya saya tidak bisa tidur. Terasa tidak tenang. Seperti ada yang mengetuk-ngetuk pintu rumah terus,” kata Muryani.

Akhirnya, ia terus berusaha dan belajar untuk mengadaptasi diri hingga akhirnya terbiasa dan menjalaninya hingga saat ini.

Pelayanan 24 jam

Tugas dari penjaga makam secara umum berkaitan dengan perawatan pemakaman dan seluruh area sekitarnya. Termasuk menjaga kebersihan, keamanan, serta ketertiban di lokasi makam.

Selain itu, selalu hadir setiap kali ada warga yang meninggal. Perihal ini, tidak mungkin diketahui kapan waktunya tiba. Oleh karena itu, dirinya harus selalu siap.stand by selama 24 jam.

“Rumput ini mulai tumbuh kembali, padahal kemarin baru saja saya bersihkan,” kata Muryani sambil menunjuk tunas vegetatif rumput di area pemakaman.

Muryani menyampaikan, tugas paling berat dan tak akan pernah ia lupakan adalah ketika wabah Covid-19 menyebar.

Ia menjadi bagian dari barisan depan yang menangani pengurusan jenazah warga yang menjadi korban keganasan penyakit akibat virus tersebut.

Peristiwa tersebut sangat melelahkannya karena jumlah korban meninggal yang banyak. Bahkan dalam sehari, terjadi hingga lima upacara pemakaman.

Kondisi tersebut tidak hanya menguras energi, tetapi juga memengaruhi kesehatan mental akibat kekhawatiran akan kemungkinan penyebaran penyakit yang mudah menular.

“Pada saat itu saya sampai sakit. Kehilangan selera makan selama dua minggu,” tambahnya.

Namun, ia tidak memperhatikan kondisinya karena tuntutan profesionalismenya sebagai penjaga makam. Apapun situasinya, semua upacara pemakaman harus diselesaikan.

“Alhamdulillah saya memiliki istri yang peduli. Ia yang merawat saya ketika sakit,” tambahnya.

Kepala Desa Ngronggo, Ahmad Koharudin menyampaikan, peran penjaga makam sangat penting terutama dalam hal perawatan makam serta pengawasan struktur makam.

“Petugas pemelihara makam juga dapat memberikan informasi mengenai sarana prasarana yang kurang atau rusak, terutama lampu dan sebagainya,” kata Koharudin.

Sosok penjaga makam menjadi bagian yang sangat penting dalam keadaan warga yang meninggal. Hal ini karena penjaga makam adalah orang pertama yang dihubungi untuk mencari lokasi tempat pemakaman.

Di lingkungan Kelurahan Ngronggo terdapat 5 tempat pemakaman umum dengan total 6 orang pengawas makam. Salah satu lokasi pemakaman membutuhkan dua orang pengawas akibat luasnya area TPU tersebut.

Pemerintah, menurut Koharudin, telah memberikan perhatian berupa pemberian uang bulanan dan juga pembayaran iuran jaminan sosialnya.

“Ada penghasilan bulanan dan BPJS,” tutup Koharudin.

Kesejahteraan yang perlu ditingkatkan

Pengawas makam sering dikaitkan dengan pekerjaan yang berfokus pada nilai sosial. Akibatnya, terkadang perhatian terhadap kesejahteraannya diabaikan.

Meskipun demikian, di sana terdapat keringat yang mengalir dan kelelahan yang tak dapat ditolak.

Seperti yang dialami Muryani, dalam tugas berat tersebut, penghasilan yang diperolehnya tergolong memprihatinkan dan tidak layak.

Setiap bulan Muryani menerima uang jasa dari pihak kelurahan. Namun, besarnya hanya Rp 200.000. Jumlah tersebut tidak pernah mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir ini.

“Selama lima tahun ini tidak pernah ada kenaikan honor. Bahkan itu dipotong pajak,” kata Muryani.

Meskipun memiliki tanggung jawab yang berat, hal tersebut membuat fokus dan waktunya terbagi sehingga ia belum mampu menjalani pekerjaan lain.

Honorarium menjadi sumber penghasilan utama untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Ia menjadi tulang punggung ekonomi bagi istrinya dan anaknya.

Memang terdapat pendapatan tambahan dari profesinya, yaitu amal dari para peziarah yang datang mengunjungi makam kerabat. Namun, hal tersebut bersifat sukarela dan tidak pasti datangnya.

Oleh karena itu, Muryani sangat menghargai jika pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap para pengurus makam seperti dirinya.

“Seperti saya, jika tidak ada niat beribadah, panggilan jiwa, apa yang kuat.” tutup Muryani.

Masih terkait dengan TPU, terdapat pula yang dikenal sebagai petugas rukun kematian atau sering disebut rukem. Karena tugasnya, mereka tidak menerima honor maupun gelar lainnya.

Meskipun peran mereka tidak kalah penting dalam bidang pengurusan jenazah, biasanya mereka bertugas mempersiapkan perlengkapan administrasi hingga proses pemakaman.

“Tugas kami banyak. Bahkan jika terjadi konflik di pemakaman, kami yang turun langsung,” kata Sodiq, ketua Rukem sekaligus ketua RW 04 Kelurahan Ngronggo.

Potensi permasalahan dalam bidang pemakaman, menurut Sodiq, sering terjadi. Misalnya adalah munculnya perselisihan akibat larangan tradisi mengkijing makam. Terlebih lagi, ia mengurus lima TPU yang berada di kelurahan tersebut.

Oleh karena itu, Sodiq juga sangat menghargai jika pemerintah memberikan perhatian lebih kepada mereka yang telah bersedia menghabiskan waktu untuk menjaga makam.

“Ya, semoga pemerintah memberikan perhatian yang lebih. Selanjutnya, untuk tugas seperti menjaga makam, diharapkan honor mereka ditingkatkan,” ujar Sodiq. ***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Blood Moon 2025

    Blood Moon 2025: Gerhana Bulan Total Hiasi Langit Indonesia 7–8 September

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 260
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Fenomena langka gerhana bulan total atau yang populer disebut Blood Moon 2025 akan kembali menghiasi langit Indonesia pada 7–8 September 2025. Peristiwa alam ini menjadi salah satu momen astronomi yang paling ditunggu karena bisa diamati di seluruh wilayah tanah air. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), masyarakat dapat menyaksikan gerhana ini baik secara […]

  • Rumah Reyotnya Mulai Dibongkar, Mbah Sutrisno Tersenyum Haru

    Rumah Reyotnya Mulai Dibongkar, Mbah Sutrisno Tersenyum Haru

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 54
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Harapan Mbah Sutrisno (75), warga Dusun Barurejo, Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, akhirnya mulai terwujud. Rumah sederhana yang selama ini ditempatinya kini dibongkar total untuk direnovasi menjadi hunian yang layak dan sehat dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0808/Blitar. Sejak pagi, Rabu (11/2/2026), anggota Satgas TMMD mulai melakukan pembongkaran […]

  • PT Karya Bintang Mandiri Berikan BPJS Ketenagakerjaan untuk 100 Pekerja Bukan Penerima Upah

    PT Karya Bintang Mandiri Berikan BPJS Ketenagakerjaan untuk 100 Pekerja Bukan Penerima Upah

    • calendar_month Kamis, 18 Jul 2024
    • account_circle Adis
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Diagram kota Sidoarjo – PT Karya Bintang Mandiri (KBM), perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan tenaga kerja (outsourcing), menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja dengan memberikan BPJS Ketenagakerjaan kepada 100 pekerja Bukan Penerima Upah (BPU). Program ini mencakup pedagang, tukang becak, ojek, dan lainnya, kamis(18/07/2024).   Direktur PT KBM, Totok, menyatakan bahwa program ini tidak […]

  • Perayaan Hari Besar Keagamaan Dalam Perspektif Budaya

    Perayaan Hari Besar Keagamaan Dalam Perspektif Budaya

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 335
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Perayaan hari besar keagamaan dalam perspektif budayaMereka menjadi wadah ekspresi identitas kolektif, memperkuat ikatan sosial, dan melestarikan tradisi turun-temurun. Perayaan-perayaan ini menunjukkan bagaimana iman dan budaya saling berkelindan, membentuk sebuah tatanan sosial yang unik dan dinamis. Setiap agama memiliki cara tersendiri dalam merayakan hari besarnya. Misalnya, perayaan Idul Fitri dalam Islam ditandai dengan […]

  • Awal Puasa Ramadan 2026 Daftar Libur Akhir Tahun 2025

    Panduan Lengkap Kalender Jawa 26 Januari 2026 dan Tanggal Hijriah

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 52
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kalender Jawa menjadi salah satu sistem penanggalan yang masih digunakan oleh masyarakat Jawa hingga saat ini. Tidak hanya sebagai alat penghitung waktu, kalender ini juga memiliki makna spiritual dan budaya yang mendalam. Pada hari ini, 26 Januari 2026, terdapat perpaduan antara sistem penanggalan Masehi, Hijriah, dan Jawa yang bisa menjadi panduan untuk berbagai […]

  • Gerak Cepat Polsek Kenjeran Amankan Pelaku Curanmor di Kedinding Tengah dari Amukan Massa

    Gerak Cepat Polsek Kenjeran Amankan Pelaku Curanmor di Kedinding Tengah dari Amukan Massa

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 67
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — Unit Reserse Kriminal Polsek Kenjeran Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, mengamankan seorang pelaku pencurian sepeda motor yang dipergoki warga saat beraksi di kawasan Kedinding Tengah 9 Timur Buntu, Surabaya. Kejadian berlangsung pada Minggu (16/11/2025), sekitar pukul 02.30 Wib. Kapolsek Kenjeran Surabaya Kompol Yuyus Andriastanto melalui Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, […]

expand_less