Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » FORUM OPINI » Antara Tugas Negara dan Views YouTube: Siapa Sebenarnya yang Mereka Layani?

Antara Tugas Negara dan Views YouTube: Siapa Sebenarnya yang Mereka Layani?

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Dalam era digital saat ini, jabatan publik tak lagi hanya bersandar pada kekuasaan birokrasi—melainkan juga pada kemampuan menghasilkan “value” di ruang publik, termasuk lewat platform konten digital. Kasus dua figur publik Indonesia yakni Dedi Mulyadi (Gubernur Jawa Barat) dan Armuji (Wakil Wali Kota Surabaya) menjadi ilustrasi menarik bagaimana gaji dan tunjangan resmi pejabat daerah menjadi satu hal, sementara penghasilan konten digital bisa menjadi hal lain yang jauh lebih besar — dan menuntut transparansi serta tata kelola yang baik.

Gaji & Tunjangan: Realitas Resmi

Berdasarkan data publik:

  • Dedi Mulyadi secara terbuka menyebut bahwa gaji dan tunjangan gabungan jabatannya sebagai Gubernur Jawa Barat hanya berada di kisaran Rp 8,1 juta per bulan. (Radar Bogor)

  • Sedangkan untuk wakil wali kota atau wakil kepala daerah secara umum, publikasi menyebut bahwa “gaji pokok wakil wali kota/bupati” adalah sekitar Rp 1,8 juta per bulan; tunjangan jabatan wakil kepala daerah sah‐dipublikasi sekitar Rp 3,24 juta per bulan. (Detik.com)

  • Artinya, jika dijumlahkan, estimasi penghasilan resmi seorang wakil wali kota bisa berada di kisaran ~Rp 5 juta per bulan (gaji pokok + tunjangan dasar) sebelum tunjangan lainnya dan fasilitas.

  • Untuk gubernur, peraturan PP Nomor 59 Tahun 2000 menetapkan gaji pokok gubernur di angka sekitar Rp 3 juta per bulan; ditambah tunjangan jabatan Rp 5,4 juta per bulan. (Obor Timur)

  • Begitu kita hitung: gaji pokok (Rp 3 juta) + tunjangan jabatan (Rp 5,4 juta) = ~Rp 8,4 juta per bulan — konsisten dengan angka Rp 8,1 juta yang disebut Dedi. (Inilah.com)

Dengan demikian, angka resmi yang terbuka menunjukkan bahwa gaji pejabat daerah tingkat provinsi atau kota masih dalam kisaran satu digit juta rupiah per bulan. Ini kontras jika dibandingkan dengan praktik “penghasilan digital” yang akan dibahas berikutnya.

Penghasilan Konten Digital: Potensi yang Signifikan

Dedi Mulyadi dikenal aktif di YouTube dan media sosial lainnya. Beberapa publikasi menaksir penghasilan kanal YouTube‐nya dalam kisaran sangat besar. Sebagai contoh:

  • Estimasi menyebut bahwa penghasilan dari YouTube Dedi bisa mencapai lebih dari Rp 5,3 miliar per bulan dari dua kanal yang dikelola. (Radar Kudus)

  • Laporan lain menyebut bahwa pendapatan YouTube Dedi mencapai “Rp 342 juta per hari” dalam satu analisis publik. (Youtube)

  • Kanal Wakil Wali Kota Surabaya Armuji (@Cakj1) tercatat memiliki sekitar 398 000 subscriber publik. (Youtube) Potensi monetisasi kanal ini lebih kecil dibanding kanal jutaan subscriber seperti milik Dedi, namun tetap signifikan sebagai “penghasilan non‐jabatan”.

Mengapa Perbandingan Ini Penting?

Perbandingan antara gaji resmi dan potensi penghasilan konten menunjukkan beberapa implikasi:

  1. Gap besar antara gaji resmi dan potensi digital – Dalam konteks Dedi, gaji resmi ~Rp 8 juta/bulan jauh kalah dibanding estimasi ratusan juta hingga milyar dari konten. Ini membuat publik bertanya: apakah “jabatan publik” kini hanya salah satu sisi dari “potensi ekonomis” figur publik?

  2. Transparansi dan tata kelola – Ketika pendapatan non-jabatan melejit, diperlukan pengungkapan yang jelas (LHKPN, pajak, konflik kepentingan) agar aktivitas komersial tidak menimbulkan benturan dengan tugas jabatan.

  3. Peran pejabat sebagai “creator” – Figur seperti Dedi dan Armuji memanfaatkan kanal digital untuk komunikasi publik, branding, dan interaksi. Ini nilai positif. Namun jika konten juga monetarisasi dengan pihak yang punya relasi pemerintahan, ada pertanyaan etika.

  4. Fokus publik & harapan masyarakat – Masyarakat masih berfokus pada kinerja jabatan (pelayanan publik, kebijakan) namun figur publik juga kini menjadi ruang komersial. Perlu keseimbangan antara tugas pelayanan dan hak memperoleh penghasilan lainnya.

Catatan dan Kewaspadaan

  • Estimasi penghasilan YouTube adalah perkiraan pihak ketiga berdasarkan metrik publik (views, subscriber, RPM) dan bukan angka resmi yang diverifikasi pemilik kanal atau pihak terkait. Misalnya, angka “Rp 5,3 miliar/bulan” untuk Dedi berasal dari media yang menganalisis data publik. (Radar Kudus)

  • Gaji pokok/tunjangan yang disebut mungkin belum mencakup seluruh fasilitas (mobil dinas, rumah dinas, biaya operasional) yang dibayar pemerintah dan bukan untuk konsumsi pribadi pejabat. Mis‐interpretasi bisa terjadi jika anggaran operasional dianggap “gaji”.

  • Kanal digital milik pejabat berbeda karakter dengan kanal komersial murni; kombinasi antara fungsi publik dan komersial perlu regulasi & moralitas tinggi.

Rekomendasi Kebijakan

  • Pemerintah daerah dan KPK dapat mendorong pengungkapan khusus untuk “pendapatan non-jabatan” pejabat yang berasal dari kanal digital/endorsement, agar publik memahami sumber income.

  • Peraturan daerah/pemda harus mengatur bahwa pejabat yang menghasilkan konten komersial tetap memisahkan fungsi sebagai pejabat dan sebagai creator—misalnya larangan endorse pihak yang berkontrak dengan pemda.

  • Media & masyarakat perlu mendorong verifikasi dan klarifikasi data: jangan hanya mengutip angka besar “perkiraan”, tetapi menuntut data lisensi, kontrak, atau pernyataan resmi pemilik kanal jika ingin menilai besaran nyata.

Kesimpulan

Perbandingan antara kedua figur publik—Dedi Mulyadi dan Armuji—menunjukkan bahwa gaji resmi sebagai pejabat bisa menjadi bagian kecil dari potensi penghasilan keseluruhan bila figur tersebut aktif di dunia digital. Ini membuka babak baru dalam pemerintahan—di mana pejabat bukan hanya pelayan publik, tetapi juga content creator. Namun, bila potensi itu tidak diatur dan dilaporkan dengan baik, justru bisa menimbulkan persepsi bahwa jabatan digunakan sebagai “platform pribadi”.

Pada akhirnya, tanggung jawab publik tetap: memastikan bahwa jabatan tetap untuk publik, bukan sekadar untuk branding atau monetisasi pribadi. Sehingga pelayanan tetap menjadi prioritas utama.

WhatsApp Image 2025 10 30 at 23.26.32

Catatan asumsi:

  • RPM/CPM untuk YouTube Indonesia sangat bervariasi. Estimasi pada tabel menggunakan asumsi konservatif Rp 10.000 per 1.000 view (bergantung niche, durasi, negara, moneterisasi).

  • Angka “Total penghasilan YouTube” bukan gaji tetap, melainkan estimasi berbasis publik & dapat berubah tiap bulan.

Angka-angka dalam tabel dan paparan di atas memberikan gambaran: gaji resmi pejabat daerah berada di kisaran jutaan rupiah per bulan, namun potensi pendapatan digital dapat jauh lebih besar. Ini bukan sekadar soal “siapa kaya siapa”, melainkan soal bagaimana publik memahami peran jabatan, penghasilan tambahan, dan regulasi yang mengaturnya.
Mari kita mendorong agar di era konten digital ini, pejabat publik tidak hanya pandai membuat video viral, tetapi juga menjadi teladan transparansi, akuntabilitas, dan mengutamakan pelayanan publik. (dk/red)

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sambut Suka Cita Natal 2024 Dengan Santapan Natal Istimewa di The Alana Solo

    Sambut Suka Cita Natal 2024 Dengan Santapan Natal Istimewa di The Alana Solo

    • calendar_month Sabtu, 30 Nov 2024
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 163
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Momen kehangatan keluarga dan keindahan kebersamaan terasa lebih istimewa diakhir tahun yang selalu menjadi waktu untuk dinanti, Kota Solo pun bersiap menyambut musim liburan dengan berbagai pesona dan keseruannya. Di tengah semarak ini, pengalaman kuliner tak biasa menjadi cara sempurna untuk menutup tahun dengan kenangan tak terlupakan. The Alana Hotel & Convention Center […]

  • Anggota Komisi III DPR Sebut Reformasi Polri Kesempatan Perbaiki Lembaga

    Anggota Komisi III DPR Sebut Reformasi Polri Kesempatan Perbaiki Lembaga

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Inisiatif Reformasi Polri yang Dukung Perbaikan Kinerja DIAGRAMKOTA.COM – Anggota Komisi III DPR RI, Rikwanto, menyampaikan tanggapan terhadap wacana pembentukan Komite Reformasi Polri oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Menurutnya, inisiatif tersebut dinilai tepat selama pelaksanaannya bertujuan untuk meningkatkan kualitas peran Polri dalam masyarakat. Komite Reformasi Polri adalah sebuah langkah strategis yang sedang dipersiapkan oleh Presiden Prabowo […]

  • ihsg BEI

    IHSG Penguatan Ekonomi Nasional dan Optimisme Pasar Saham

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 59
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat bergerak menguat seiring dengan optimisme pelaku pasar menyambut tahun baru 2026. IHSG dibuka menguat 29,79 poin atau 0,34 persen ke posisi 8.676,74. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,89 poin atau 0,22 persen ke posisi 848,46. “Diperkirakan penguatan IHSG berpotensi […]

  • Mobil Sapuangin XI Evo 4 Diluncurkan, Tim ITS Siap Pertahankan Gelar Juara di SEM 2025

    Mobil Sapuangin XI Evo 4 Diluncurkan, Tim ITS Siap Pertahankan Gelar Juara di SEM 2025

    • calendar_month Sabtu, 23 Nov 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 226
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Tim Sapuangin dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmi meluncurkan mobil hemat energi terbarunya, Sapuangin XI Evo 4, yang dirancang untuk melanjutkan tradisi juara mereka di ajang Shell Eco Marathon (SEM) Asia Pacific and Middle East 2025. (22/11/24) Peluncuran mobil terbaru ini digelar di Plaza dr Angka ITS, Surabaya, dengan harapan besar untuk […]

  • Kuliah Umum Jamwas di UPR, Gubernur Tekankan Pentingnya Pendidikan dan Penegakan Hukum

    Kuliah Umum Jamwas di UPR, Gubernur Tekankan Pentingnya Pendidikan dan Penegakan Hukum

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 66
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran hadiri Kuliah Umum oleh Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejaksaan Agung RI, Prof. (HC) Rudi Margono, dalam rangka Dies Natalis ke-62 Universitas Palangka Raya (UPR) di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (26/11/2025). Acara turut dihadiri unsur Forkopimda Kalteng, Rektor UPR Salampak beserta jajaran, pimpinan perguruan tinggi, […]

  • Sambut Hari Bhayangkara ke-79, Polsek Asemrowo Gelar Bhakti Sosial untuk Warga

    Sambut Hari Bhayangkara ke-79, Polsek Asemrowo Gelar Bhakti Sosial untuk Warga

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 188
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Sebagai wujud kepedulian dan dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-79, Polsek Asemrowo jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggelar kegiatan Bhakti Sosial dengan membagikan paket sembako kepada warga yang membutuhkan. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Asemrowo, Kompol Rahardian B. Trisna, dilaksanakan di Halaman Mapolsek Asemrowo, Jalan Asem Raya 2C. Saat itu, halaman Mapolsek […]

expand_less