Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » Tokoh Jatim: Jangan Goreng Isu Pungli, Sekolah dan Komite Harus Transparan

Tokoh Jatim: Jangan Goreng Isu Pungli, Sekolah dan Komite Harus Transparan

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
  • comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Polemik pungutan liar (pungli) di dunia pendidikan kembali mencuat di Jawa Timur, terutama pada masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Menanggapi hal tersebut, sejumlah tokoh masyarakat dan aktivis pendidikan mengingatkan agar isu pungli tidak dipelintir menjadi opini liar yang justru meresahkan publik.

Dalam diskusi publik bertajuk “Jawa Timur Sedang Baik-Baik Saja, Penegasan Zero Pungli Dinas Pendidikan Jawa Timur” yang digelar Kamis (28/8/2025), Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jatim bersama berbagai elemen menegaskan pentingnya transparansi di sekolah, termasuk dalam pengelolaan dana oleh komite.

Tokoh masyarakat Madura, Mat Mochtar, mengingatkan agar pihak-pihak tertentu tidak menggiring opini dengan tuduhan pungli tanpa memahami aturan yang berlaku. “Kalau semua sumbangan atau bantuan dianggap pungli, itu keliru. Justru yang dibutuhkan sekarang adalah keterbukaan sekolah dan komite agar tidak ada celah kecurigaan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua MAKI Jatim Heru Satriyo menjelaskan bahwa dalam Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016, terdapat perbedaan jelas antara bantuan, sumbangan, dan pungutan. Bantuan diberikan oleh pihak luar, sumbangan bersifat sukarela dari orang tua siswa, sementara pungutan adalah kewajiban yang tidak boleh dilakukan tanpa dasar hukum.

“Sekolah tidak boleh melakukan pungutan liar. Tapi jangan sampai opini yang salah justru mengaburkan makna sumbangan dan bantuan yang sebenarnya sah,” tegas Heru.

Sementara itu, pemerhati masyarakat DR. Basa Alim Tualeka menekankan agar isu pendidikan tidak dijadikan bahan politik praktis. Menurutnya, Jawa Timur saat ini relatif kondusif dan jangan sampai diprovokasi oleh informasi sepihak. “Kritik itu perlu, tapi jalurnya harus benar. Jangan dijadikan bahan gorengan yang merusak kepercayaan publik terhadap pendidikan,” ujarnya.

Diskusi tersebut juga menyoroti peran komite sekolah yang memiliki empat fungsi utama: memberikan pertimbangan kepada sekolah, membantu penggalangan dana, mengawasi layanan pendidikan, serta menyalurkan aspirasi orang tua siswa. Karena itu, transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci agar tidak ada ruang bagi isu pungli berkembang.

Dengan adanya penegasan ini, para tokoh berharap masyarakat bisa lebih cermat dalam menyikapi isu-isu di dunia pendidikan, serta bersama-sama mendukung terciptanya tata kelola sekolah yang bersih, transparan, dan bebas pungli. (dk/yud)

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembatasan KK di Surabaya Diprotes, DPRD Janji Akan Perjuangkan Hak Warga

    Pembatasan KK di Surabaya Diprotes, DPRD Janji Akan Perjuangkan Hak Warga

    • calendar_month Sel, 29 Jul 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 107
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Forum RW Simolawang yang terdiri dari sejumlah Ketua RW dari Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto, menyampaikan keluhan ke DPRD Surabaya terkait Surat Edaran Sekretaris Daerah Kota Surabaya tertanggal 31 Mei 2024. Mereka menilai kebijakan yang membatasi maksimal tiga Kepala Keluarga (KK) dalam satu alamat rumah itu diskriminatif dan menyulitkan warga ekonomi lemah. Aspirasi ini […]

  • Selesaikan RUU Perampasan Aset, Jangan Fokus pada RUU Anti-Flexing

    Selesaikan RUU Perampasan Aset, Jangan Fokus pada RUU Anti-Flexing

    • calendar_month Sab, 13 Sep 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Kritik terhadap RUU Anti-Flexing dari Pakar Hukum DIAGRAMKOTA.COM – Seorang dosen hukum dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Septi Nur Wijayanti, menyampaikan kritik terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Anti-Flexing yang diajukan oleh anggota DPR Fraksi Gerindra, Ahmad Dhani. Menurutnya, RUU ini berpotensi menimbulkan interpretasi yang berbeda-beda dan bisa bertentangan dengan konstitusi. Secara konstitusional, dasar pembentukan sebuah undang-undang harus […]

  • DPRD Surabaya Soroti Perlunya Distribusi Tenaga Kerja Lebih Merata

    DPRD Surabaya Soroti Perlunya Distribusi Tenaga Kerja Lebih Merata

    • calendar_month Rab, 15 Jan 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 119
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Tubagus Lukman Amin, menyoroti kurang meratanya distribusi tenaga kerja, baik ASN (Aparatur Sipil Negara) maupun non-ASN, di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Pahlawan. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, mengungkapkan, setelah melakukan kunjungan ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Surabaya dan […]

  • Wawali Armuji Ajak Investor dan Pengusaha Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

    Wawali Armuji Ajak Investor dan Pengusaha Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

    • calendar_month Sen, 22 Jul 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Diagram Kota Surabaya – Realisasi investasi di Surabaya selama enam bulan terakhir (triwulan II/2024) diprediksi bakal mengalami peningkatan signifikan. Utamanya investasi di bidang perumahan, perdagangan dan pergudangan, serta telekomunikasi untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) non UMK. Jenis PMDN non UMK yang mendominasi pada triwulan pertama itu adalah bidang transportasi, gudang dan telekomunikasi dengan nilai […]

  • Pemkab Jembrana Beri Duka dan Santunan untuk Keluarga Korban Banjir

    Pemkab Jembrana Beri Duka dan Santunan untuk Keluarga Korban Banjir

    • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Kehadiran Bupati Jembrana dalam Melayat Keluarga Korban Banjir DIAGRAMKOTA.COM – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) hadir di rumah duka untuk melayat dua korban bencana banjir yang terjadi di wilayah Jembrana, Bali. Kehadiran mereka pada Jumat, 12 September 2025, bertujuan untuk menyampaikan dukacita mendalam kepada keluarga yang […]

  • Yoga Murdiansyah Dilantik Sebagai Sekretaris Desa Gesikan Kabupaten Tulungagung 

    Yoga Murdiansyah Dilantik Sebagai Sekretaris Desa Gesikan Kabupaten Tulungagung 

    • calendar_month Rab, 14 Agu 2024
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 132
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Yoga Murdiansyah dilantik sebagai Sekretaris Desa Gesikan, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung. Pelantikan tersebut dilakukan pada tanggal 14 Agustus 2024, bertujuan untuk memastikan bahwa peraturan perbup dan perundang-undangan yang berlaku diikuti oleh pemerintah desa. Kepala Desa Gesikan Nurhadi Setiawan mengatakan, bahwa selama masa jabatannya, Yoga Murdiansyah bertanggung jawab untuk mengelola dan mengkoordinasikan semua aktivitas […]

expand_less