Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PEMERINTAHAN » LEGISLATIF » Selama Ramadhan, Ketua Komisi A Nilai Pemkot Tidak Tegas Soal Peredaran Mihol

Selama Ramadhan, Ketua Komisi A Nilai Pemkot Tidak Tegas Soal Peredaran Mihol

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Sel, 25 Mar 2025
  • comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Menjelang Lebaran 2025, Pemkot Surabaya berkomitmen memberantas praktik-praktik yang berpotensi merusak moral dan kaidah agama. Salah satunya terkait peredaran minuman keras (miras) ilegal.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko mengkritik pendekatan yang diambil oleh pemerintah kota yang mengajak masyarakat untuk lebih aktif mengawasi peredaran minuman keras (miras).

Menurutnya, pengawasan terhadap peredaran miras di Surabaya selama ini masih sangat lemah dan seringkali tidak ada tindak lanjut yang nyata.

“Ajakan pengawasan oleh masyarakat tentu baik, namun yang menjadi masalah adalah kurangnya koordinasi dan tindakan konkret dari pemkot serta aparat penegak hukum. Tanpa adanya tindakan nyata, ajakan semacam ini hanya akan menjadi ajakan kosong,” ujar Yona saat dihubungi, Selasa (25/3/2025).

Politisi Gerindra ini menyayangkan kurangnya evaluasi dan pengawasan yang efektif terhadap peredaran mihol selama bulan Ramadan di Surabaya. Ia menambahkan bahwa selama ini banyak laporan masyarakat yang tidak mendapatkan respons yang memadai dari pihak berwenang.

“Masyarakat sudah banyak yang melapor, namun sering kali tidak ada tindakan yang jelas. Pengawasan harus dilakukan dengan cara yang lebih sistematis dan dengan pendekatan yang lebih tegas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Yona juga menegaskan pengawasan terhadap miras selama bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri yang dinilai masih belum optimal.

“Banyak tempat yang seharusnya tutup selama Ramadan, namun masih ada yang tetap beroperasi dan menjual miras. Pengawasan terhadap tempat-tempat ini harus lebih intensif. Ini bukan hanya masalah peredaran miras, tetapi juga soal kepatuhan terhadap aturan yang sudah ada,” tambahnya.

Dalam pandangannya, langkah pengawasan yang melibatkan masyarakat memang penting, tetapi harus diimbangi dengan kebijakan yang lebih efektif dari pemerintah dan aparat.

Yona menegaskan bahwa DPRD Surabaya akan terus menuntut agar kebijakan pengawasan peredaran mihol dilakukan dengan lebih serius dan tidak hanya mengandalkan partisipasi masyarakat tanpa adanya dukungan yang cukup dari pihak pemerintah.

“DPRD akan terus mendorong agar pengawasan miras ini bukan hanya menjadi ajakan, tetapi harus ada program konkret yang dapat memantau peredaran miras secara lebih menyeluruh,” pungkas Yona.(*)

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • KTT Media ke-8 di Nusa Dua Dibuka, Penting Media Dalam Pemberitaan Kebencanaan

    KTT Media ke-8 di Nusa Dua Dibuka, Penting Media Dalam Pemberitaan Kebencanaan

    • calendar_month Sel, 6 Agu 2024
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 98
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pada Selasa, 6 Agustus 2024, KTT Media ke-8 resmi dibuka dengan tarian Pendet yang penuh semangat dan kegembiraan. Acara diselenggarakan di Hotel Sakalala, Tanjung Benoa, Nusa Dua, Bali. Berbagai pemimpin industri media hadir  termasuk Direktur Utama RRI I Hendrasmo, Sekretaris Jenderal ABU Ahmed Nadeem, Asisten Administrasi Umum Sekda Bali I Dewa Putu Sunartha, […]

  • Semangat Pelestarian Aksara Jawa oleh Puri Aksara Rajapatni di Surabaya

    Semangat Pelestarian Aksara Jawa oleh Puri Aksara Rajapatni di Surabaya

    • calendar_month Sab, 13 Jul 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 163
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Di kota modern dan heterogen seperti Surabaya, aksara Jawa mungkin masih terlihat asing. Namun, seiring dengan upaya pelestarian, aksara Jawa kini mulai dikenal lebih luas di kota ini. Sekitar 140-an kantor kelurahan, 31 kantor kecamatan, kantor-kantor OPD, DPRD Kota Surabaya, hingga Balai Kota dan berbagai fasilitas umum seperti rumah sakit, taman, dan halte […]

  • Pasca Insiden, Komisi D Lakukan Evaluasi Pelayanan Pasien RSUD M Soewandhi

    Pasca Insiden, Komisi D Lakukan Evaluasi Pelayanan Pasien RSUD M Soewandhi

    • calendar_month Kam, 7 Nov 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 114
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Komisi D DPRD Kota Surabaya menggelar rapat koordinasi dengan manajemen RSUD Dr. Muhammad Soewandhi, terkait pelayanan pasien, Selasa (0511/24) di ruang Komisi D. Seperti diketahui sebelumnya ramai pemberitaan terkait insiden pelayanan pasien di RSUD Dr. M. Soewandhi yang nenyebabkan pasien meninggal pada Jumat dini hari pekan lalu (01/11/24), namun hal itu sudah di […]

  • Ratusan Sopir Truk Protes di Sidoarjo, Tuntut Evaluasi Total Kebijakan ODOL

    Ratusan Sopir Truk Protes di Sidoarjo, Tuntut Evaluasi Total Kebijakan ODOL

    • calendar_month Kam, 19 Jun 2025
    • account_circle Adis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Ratusan sopir truk yang tergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran, Kamis (19/6/2025), sebagai bentuk penolakan terhadap penerapan penuh kebijakan Zero Over Dimension Over Load (ODOL) oleh pemerintah. Massa pengemudi berkumpul di kawasan Puspa Agro, Desa Jemundo, Kecamatan Taman, sebelum melakukan konvoi menuju beberapa kantor pemerintahan di Surabaya. […]

  • Komisi B DPRD Surabaya Usir Wartawan, Ketua Pokja JUDES: Ini Preseden Buruk!

    Komisi B DPRD Surabaya Usir Wartawan, Ketua Pokja JUDES: Ini Preseden Buruk!

    • calendar_month Sel, 4 Mar 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 104
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Insiden pengusiran wartawan dalam rapat dengar pendapat (hearing) Komisi B DPRD Surabaya menuai kecaman. Ketua Pokja Jurnalis Dewan Kota Surabaya (JUDES) Indonesia, Inyong Maulana, menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak semestinya terjadi dalam forum yang seharusnya terbuka bagi publik. Menurut Inyong, jurnalis yang meliput di lingkungan DPRD Surabaya telah menjalankan tugasnya secara profesional dan […]

  • APBD Surabaya 2026 Rp12,6 Triliun: Angka Besar, Rakyat Dapat Apa?

    APBD Surabaya 2026 Rp12,6 Triliun: Angka Besar, Rakyat Dapat Apa?

    • calendar_month Sen, 20 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 318
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) untuk Kota Surabaya Tahun 2026 telah disepakati dengan total sebesar Rp12.62 triliun. Namun, di balik angka yang impresif ini, masyarakat perlu memperhatikan seberapa banyak dana tersebut benar-benar sampai ke warga. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan bahwa struktur anggaran tersebut telah disesuaikan dengan pengurangan Transfer ke […]

expand_less