Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PEMERINTAHAN » Jelang Lebaran, Ketua GRIB Jaya Jatim Larang Kader Minta THR : Ajak Ormas Berbagi Manfaat

Jelang Lebaran, Ketua GRIB Jaya Jatim Larang Kader Minta THR : Ajak Ormas Berbagi Manfaat

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Ketua Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Jawa Timur, Cak Ulum, secara tegas melarang seluruh kader GRIB Jaya di wilayah Jawa Timur untuk meminta-minta Tunjangan Hari Raya (THR).

Sebagai organisasi kemasyarakatan (ormas) yang berkomitmen pada nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial, GRIB Jaya justru diimbau untuk berperan aktif dalam berbagi manfaat kepada fakir miskin dan masyarakat yang membutuhkan.

Dalam pernyataannya, Cak Ulum menegaskan bahwa ormas seharusnya menjadi garda terdepan dalam memberikan bantuan kepada masyarakat, bukan justru meminta-minta.Sabtu 22 maret 2025

“Menjelang Hari Raya ini, kita harus menunjukkan bahwa ormas seperti GRIB Jaya hadir untuk memberikan manfaat, bukan untuk meminta-minta. Saya tegaskan kepada seluruh kader di Jawa Timur agar tidak ada yang meminta THR kepada siapapun,” ujar Cak Ulum.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh anggota GRIB Jaya untuk meningkatkan kepedulian sosial dengan berbagi kepada fakir miskin dan kaum dhuafa.

“ Ini adalah momen untuk berbagi. Jika kita memiliki kelebihan, mari kita gunakan untuk membantu sesama, terutama mereka yang benar-benar membutuhkan,” tambahnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, GRIB Jaya Jawa Timur telah aktif dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk pembagian sembako, santunan anak yatim, dan kegiatan amal lainnya.

Cak Ulum berharap tradisi kepedulian ini terus ditingkatkan agar keberadaan ormas benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dengan adanya imbauan ini, GRIB Jaya Jawa Timur ingin menegaskan komitmennya sebagai organisasi yang berorientasi pada kepedulian sosial dan kemanusiaan.

“Jangan sampai ada laporan bahwa ada kader yang meminta-minta THR. Kita harus menjadi contoh yang baik bagi masyarakat,” pungkas Cak Ulum.

  • Penulis: Diagram Kota

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tito Karnavian: Prestasi Luar Biasa Komisi II DPR RI: 160 UU dalam Satu Periode

    Tito Karnavian: Prestasi Luar Biasa Komisi II DPR RI: 160 UU dalam Satu Periode

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2024
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 193
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) telah menorehkan prestasi luar biasa dengan memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dalam hal Produktivitas Penyusunan Undang-Undang (UU) Terbanyak Sepanjang Sejarah Parlemen. Dalam satu periode (2019-2024), Komisi II telah menghasilkan sebanyak 160 UU, sebuah capaian yang belum pernah terjadi sebelumnya. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) […]

  • Kondisi Terkini Pencarian Korban Hilang di Sungai Bodeng, Tulungagung

    Kondisi Terkini Pencarian Korban Hilang di Sungai Bodeng, Tulungagung

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 153
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.CAOM – Tim SAR gabungan telah menghentikan sementara operasi pencarian terhadap korban hilang di Sungai Bodeng, Desa Tiudan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung. Penghentian ini dilakukan karena kondisi cuaca yang memburuk dan hari mulai gelap, sehingga memperbesar risiko keselamatan bagi anggota tim. Korban yang masih dalam pencarian adalah Rizal (11), seorang anak laki-laki yang hilang setelah tenggelam […]

  • Dua Kali Membunuh, Syah Rama Sempat Bebas dan Menikah: Ini Profil Pembunuh Sadis Driver Ojol

    Dua Kali Membunuh, Syah Rama Sempat Bebas dan Menikah: Ini Profil Pembunuh Sadis Driver Ojol

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Adis
    • visibility 406
    • 0Komentar

    DIAGARAMKOTA.COM – Wajah tenang Syah Rama (36) rupanya menyimpan sisi kelam yang baru terkuak ke permukaan. Pria yang dikenal sebagai driver ojek online dan sempat membuka usaha fotokopi ini kembali ditangkap polisi atas dugaan pembunuhan keji terhadap seorang perempuan ojol asal Sidoarjo, Sevi Ayu Claudia. Tragisnya, ini bukan pertama kalinya ia membunuh. Syah Rama ternyata […]

  • Jadwal dan Tarif Penyeberangan Kapal Feri Sabang-Banda Aceh pada Bulan Ramadhan

    Jadwal dan Tarif Penyeberangan Kapal Feri Sabang-Banda Aceh pada Bulan Ramadhan

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 106
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Layanan penyeberangan kapal feri antara Sabang dan Banda Aceh tetap beroperasi meskipun dalam suasana bulan Ramadhan. Pelayaran ini menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan antar dua kota tersebut, baik untuk keperluan ibadah maupun aktivitas sehari-hari. Jadwal Keberangkatan untuk Rute Banda Aceh-Sabang dan Sebaliknya Pada Selasa, 24 Februari 2026, terdapat […]

  • Kabel FO ,Surabaya, DPRD,

    Kabel FO di Surabaya Terbongkar, DPRD Temukan Pelanggaran Izin dan Tunggakan Miliaran Rupiah

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 23
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kabel fiber optik (Kabel FO) yang semrawut di Kota Surabaya akhirnya menjadi sorotan utama. Masalah ini tidak hanya merusak estetika kota, tetapi juga menimbulkan dugaan pelanggaran izin serta tunggakan sewa lahan yang mencapai Rp4,9 miliar. Temuan ini terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi B DPRD Kota Surabaya yang digelar pada Senin (4/5/2026). […]

  • Imam Syafi'i DPRD Surabaya

    Soroti Pengelolaan Aset Pemkot, DPRD Surabaya Ingatkan Transparansi dan Akuntabilitas

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 339
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya dari Fraksi NasDem, Imam Syafi’i, menyoroti pengelolaan aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang dinilainya masih jauh dari prinsip transparansi dan akuntabilitas. Menurutnya, tata kelola aset yang lemah tidak hanya mencerminkan inefisiensi birokrasi, tetapi juga berpotensi menimbulkan praktik korupsi terselubung. “Yang berbahaya itu bukan hanya korupsi mark-up […]

expand_less