Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EKONOMI » Praktisi Pajak: Dampak Perubahan Ambang Batas Omzet UMKM terhadap Kebijakan Pajak

Praktisi Pajak: Dampak Perubahan Ambang Batas Omzet UMKM terhadap Kebijakan Pajak

  • account_circle Arie Khauripan
  • calendar_month Minggu, 22 Des 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM  – Pemerintah berencana menurunkan ambang batas omzet UMKM dari Rp 4,8 miliar menjadi Rp 3,6 miliar. Hal ini bertujuan untuk memperluas basis pajak dan meningkatkan penerimaan negara.

Kebijakan ini akan berdampak signifikan bagi UMKM, khususnya yang telah menikmati tarif pajak 0,5% final selama beberapa tahun terakhir.

Sesuai PP 23/2018 jo. 55/2022, tarif istimewa ini memiliki batas waktu, yakni 3 tahun untuk UMKM berbentuk PT, 5 tahun untuk badan usaha selain PT, dan 7 tahun untuk UMKM perseorangan.

Artinya, mulai tahun pajak 2025, banyak UMKM yang akan melewati batas waktu tersebut dan harus membayar pajak sesuai tarif PPh normal berdasar tarif ps.17 UU PPh.

Menanggapi hal tersebut, Petrus Loyani, SH, MH, MBA, CTL, CTN, Managing Partner Tax Lawyer Office Boutros & Co, mengatakan, bahwa perubahan ini akan berdampak pada UMKM. Lalu apa implikasi kebijakan penurunan ambang batas omzet diatas bagi UMKM ?.

Menurut Petrus, pertama-tama akan semakin banyak UMKM yang terjerat pajak. Kedua memaksa UMKM bersiasat atau mempertahankan diri sebagai WP UMKM walau omzetnya sudah diatas 3,6 milyar dengan strategi splitsing firm atau bila omzetnya sudah diatas 3,6 milyar pindah status sebagai Wajib Pajak besar.

“Dan ini sekaligus minta dikukuhkan sebagai Pengusaha Kreatif dan Produktif (PKP) dan pendekatan perhitungan utang pajaknya dilakukan berdasarkan pembukuan bukan berdasarkan omzet dengan tarif final sehingga bisa memakeup laba rugi,” kata Petrus dalam keterangan tertulis, Minggu (22/12/2024).

Jika siasat kedua yang dipilih yang  bisa menekan pajak dengan pendekatan tax planning/tax loophole yang ketika masih membayar pajak berdasarkan tarif final hal ini hampir tidak mungkin bisa dilakukan karena pengawas/pemeriksa pajak mudah menditeksi.

Ketiga kebijakan fiskal ini mengharuskan pemerintah mengubah UU PPh lebih dulu karena ketentuan ambang batas omzet itu diatur UU PPh. Perubahan UU akan memiliki implikasi ikutan yang serius antara lain pada tuntutan penurunan tarif dan kemungkinan judicial review.

Petrus mempertanyakan, apakah dengan penurunan ambang batas tersebut berdampak pada peningkatan tax base mencapai ke 80 juta WP dan kemudian juga pada tax ratio ke 16% seperti ambisi Presiden Prabowo?

“Jawabannya tidak serta merta karena peningkatan tax base lebih disebabkan pengaruh iklim dan kondisi kondusif ekonomi nasional dan global daripada sekedar penurunan ambang batas omzet UMKM,” katanya.

Petrus juga menjelaskan, walau ambang batas omzet diturunkan bisa saja tax base tidak meningkat sehingga masih berkutat di sekitar 40juta WP jadi jumlahnya tetap, hanya saja lebih banyak UMKM yang bisa diinjak pajak.

“Apalagi bila dikaitkan dengan sudah mulai dipakainya sistem coretax dalam penghimpunan data base pajak WP. Sementara peningkatan tax ratio lebih banyak didasarkan pada produktifitas SDA oleh pemerintah dan masyarakat produktif,” ujar Petrus.

Menurutnya, Pemerintahan Presiden Prabowo bagaimanapun akan mengandalkan pemasukan pajak untuk pembiayaan program programnya, maka dia sangat berkepentingan dengan peningkatan pemasukan pajak karena itu bagaimanapun kenaikan PPN 12% tetap akan diberlakukan pada Januari 2025 meski dengan berbagai stimulus walau belum diketahui efektifitasnya.

“Maka harus ada solusi mengatasi beban biaya selain dari pajak dan utang, yaitu hilirisasi, penciptaan kondisi ekonomi yang kondusif  untuk peningkatan investasi dari dalam dan luar negeri, peningkatan ekspor kepasar global plus penyetopan besar besaran terhadap korupsi dan begal pajak yang makan 30% APBN melalui penegakan hukum yang keras dan kejam,” ujar Petrus menegaskan.

Untuk itu mestinya tidak relevan lagi diprolegnaskan RUU pengampunan pajak karena program ini hanya menguntungkan para the have nakal yang selama ini sembunyikan uangnya diluar negeri.

“Melalui AEOI dan tax treaty bilateral plus perjanjian legal assistent pemerintah memang bisa melacak jumlah uang para the have Indonesia diluar negeri tetapi walau begitu tidak bisa memaksa mereka merepatriasi uangnya ke Indonesia karena dari program tax amnesty pertama 2016 maupun PPS 2022 upaya itu terbukti gagal total,” paparnya.

Berdasarkan uraian singkat diatas dapat disimpulkan bahwa kebijakan fiskal pemerintah memaksa para WP baik op maupun badan kelas menengah bawah harus lebih canggih dan cerdas dalam melaksanakan kewajiban pajaknya (tax compliance) nya.

“Sebab tekanan dan ancaman penegakan hukum pajak yang keras dan kejam akan lebih menyasar mereka daripada wp the have yang dengan segala kecanggihannya bisa sembunyikan uang dan asetnya keluar negeri ke negara negara surga pajak, sehingga mereka tetap aman,” jelasnya.

Maka dalam pajakpun hukum tetap tajam kebawah dan tumpul keatas. Kalau begitu duduk soalnya, WP bijak sudah harus menggandeng pengacara pajak jika tidak mai terhunus tajamnya pedang pajak.

“Kebutuhan ini saya beritahukan tidak berdasarkan opini subyektif semata tetapi berdasarkan pengalaman empiris puluhan tahun sebagai Pengacara Pajak,” pungkas Petrus Loyani yang juga sebagai Ketua Umum Perjakin ini. (dk/akha)

  • Penulis: Arie Khauripan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Infinix GT 30 Pro: HP 3 Jutaan dengan Layar AMOLED 144Hz dan Performa Gaming Canggih!

    Infinix GT 30 Pro: HP 3 Jutaan dengan Layar AMOLED 144Hz dan Performa Gaming Canggih!

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 304
    • 0Komentar

    HP Gaming dengan Harga Terjangkau di Bawah Rp 3 Jutaan DIAGRAMKOTA.COM – Jika kamu sedang mencari ponsel gaming yang memiliki performa tinggi namun tetap terjangkau, Infinix GT 30 Pro bisa menjadi pilihan yang sangat cocok. Dengan harga yang berada di kisaran Rp 3 jutaan, perangkat ini menawarkan spesifikasi yang mampu bersaing dengan smartphone flagship. Infinix GT […]

  • Brasil dan Kroasia Bertemu dalam Laga Uji Coba yang Penuh Kemenangan untuk Tim Samba

    Brasil dan Kroasia Bertemu dalam Laga Uji Coba yang Penuh Kemenangan untuk Tim Samba

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 73
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Laga persahabatan antara tim nasional Brasil dan Kroasia menjadi ajang yang menarik bagi para penggemar sepak bola. Pertandingan yang digelar di Camping World Stadium, Florida, pada Rabu (1/4/2026) pagi WIB, berakhir dengan kemenangan meyakinkan bagi tim tuan rumah dengan skor akhir 3-1. Ini menjadi momen penting bagi pelatih Carlo Ancelotti dalam mempersiapkan skuadnya untuk […]

  • Badai PHK diprediksi berlanjut di 2026, ekonom: Program pemerintah jauh dari memadai

    Badai PHK diprediksi berlanjut di 2026, ekonom: Program pemerintah jauh dari memadai

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 174
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) diprediksi masih akan menghantui stabilitas ekonomi Indonesia hingga tahun 2026. Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai kinerja pemerintah dalam mengantisipasi badai ini masih sangat jauh dari memadai karena gagal menyentuh akar permasalahan struktural. Menurutnya, Indonesia sedang terjebak dalam masalah deindustrialisasi dan pergeseran dominasi ke sektor informal. Kondisi ini membuat […]

  • Ramalan Zodiak Pisces Hari Ini 13 Oktober 2025: Antara Angan, Emosi, dan Keputusan Bijak

    Ramalan Zodiak Pisces Hari Ini 13 Oktober 2025: Antara Angan, Emosi, dan Keputusan Bijak

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Ramalan Zodiak Pisces Hari Ini 13 Oktober 2025 DIAGRAMKOTA.COM – Hari ini, langit memberi ruang kecil untuk kreativitas Anda yang sedang menggelembung. Ide-ide muncul seperti hujan deras, dan Anda mungkin merasa terbawa oleh aliran inspirasi yang tak terduga. Perlu diingat bahwa dalam kondisi ini, emosi juga ikut bergerak bersama Bulan. Maka dari itu, jangan ragu untuk […]

  • Sampah ,Kabupaten Malang

    Masalah Sampah di Kabupaten Malang: Tantangan dan Solusi yang Terus Berkembang

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 127
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kabupaten Malang, yang dikenal sebagai kota pendidikan dan pariwisata, kini menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah. Jumlah produksi sampah terus meningkat setiap tahun, mencerminkan pertumbuhan populasi dan perubahan gaya hidup masyarakat. Pada tahun 2024 dan 2025, total produksi sampah mencapai sekitar 80 ribu ton. Angka ini menunjukkan bahwa masalah sampah tidak hanya menjadi isu […]

  • 9 Foto Yaya Anak Ririn Ekawati Ikuti Baby Shark Run 2025, Selesai

    9 Foto Yaya Anak Ririn Ekawati Ikuti Baby Shark Run 2025, Selesai

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 165
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Abigail Cattleya Putri atau yang dikenal dengan panggilan Yaya, putri dari Ririn Ekawati baru saja mengikuti Baby Shark Run 2025 yang diadakan pada hari Sabtu (22/11/2025). Yaya tampil penuh semangat dalam mengikuti kegiatan tersebut.weekenddengan hal yang lebih positif dan sehat dengan berlari sejauh 2,5 km dalam acara lari yang diselenggarakan khusus untuk anak-anak. Yaya […]

expand_less