Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » FORUM OPINI » Akankah Jokowi Menjadi Sampah Sejarah?

Akankah Jokowi Menjadi Sampah Sejarah?

  • account_circle Arie Khauripan
  • calendar_month Jumat, 23 Agt 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Saiful Huda Ems.

DIAGRAMKOTA.COM – Ingar bingar gelombang demonstrasi serentak  Mahasiswa yang menyatu dengan rakyat di berbagai penjuru kota di Indonesia, yang terjadi di hari Kamis (22/8/2024) kemarin masih sangat terasa sampai hari ini.

Betapa tidak serdadu politik Jokowi (baca: fraksi-fraksi di DPR RI minus PDIP-pen.) yang hendak mati-matian menjegal Keputusan MK No.60 dan 70 Tahun 2024, begitu mudahnya terjungkal oleh desakan massa aksi yang membludak mulai dari Jakarta hingga kota-kota besar lainnya.

Mahasiswa yang menyatu dengan rakyat dan yang marah pada Rezim Jokowi yang menggunakan tangan Badan Legislasi (Baleg) DPR RI untuk membegal Keputusan MK itu, telah melampiaskan amarahnya dengan menjebol pagar-pagar Gedung DPR dari berbagai arah.

Alhasil anggota-anggota DPR yang berada di Senayan gemetar, dan segera mengurungkan pengesahan revisi UU PILKADA, dan tidak jadi melaksanakan rapat paripurna dengan alasan tidak memenuhi kuorum. Dahsyat sekali gerakan Mahasiswa yang telah menyatu dengan rakyat yang terjadi hari Kamis (22/Agustus/2024) kemarin itu.

Dengan tidak melupakan kewaspadaan penuh selama tiga hari kedepan–sampai tanggal 27 Agustus 2024, khawatir jika saja DPR tiba-tiba mengesahkan revisi UU PILKADA, kitapun tentunya bertanya-tanya dalam hati kita, apakah Jokowi dan keluarganya bisa tidur nyenyak di tengah gelombang kesadaran revolusioner rakyat yang mulai berteriak lantang dan serentak melawan Rezim Nepotis Jokowi ini?

Percaya atau tidak, sebagai manusia biasa dan bukan Dewa, Jokowi dan keluarganya pasti mikir dan ketakutan, bahwa ternyata Jokowi bukan seperti dulu lagi yang powerfull dan sangat digandrungi oleh rakyat berkat kesederhanaan, kejujuran, kecakapan kerjanya dll. Namun Jokowi kali ini, di akhir masa jabatannya sudah berubah menjadi sosok yang ambisius, rakus, tamak dan brutal, suka “main kasar”.

Dengan perubahan karakter Jokowi yang seperti demikian, rakyat mulai marah dan menunjukkan sikap tegas tanpa ragunya pada Jokowi. Jokowi dahulu memang hebat hingga rakyat mempercayainya untuk menjadi presiden selama dua periode, namun ke depan suka atau tidak suka, percaya atau tidak percaya, Jokowi hanya akan menjadi sampah sejarah !.

Jokowi ini memang sangat sadis dan brutal sekali, sampai-sampai ketua-ketua umum partai yang menjadi sandra politiknya bertekuk lutut padanya semua. Bahkan Bahlil Lahadia menyebutnya sebagai Raja Jawa, dan mengingatkan pada seluruh pengurus Partai GOLKAR untuk tidak berbuat macam-macam padanya.

Presiden rasa Raja inipun orangnya tidak main-main, jika ia menginginkan sesuatu maka harus segera dilaksanakan, tak terkecuali jika keinginan itu diinstruksikan pada lembaga negara yang mewakili rakyat seperti DPR sekalipun, harus dilaksanakan dalam waktu cepat meskipun itu terasa sangat tidak rasional.

Contoh mutakhir adalah instruksinya pada Baleg DPR RI soal pembahasan dan pengesahan berbagai Rancangan Undang-Undang. Bayangkan dalam waktu 19 hari akan dikebut beberapa Undang Undang krusial oleh Baleg DPR RI. Sangat mengerikan sekali bukan?.

Raja Jawa ini memang luar biasa kerja cepatnya, kalau sudah ada kemauan harus segera dilaksanakan. Sayangnya kerja cepat yang asal-asalan, main kasar, tidak mau mendengar suara rakyat dan lebih banyak didominasi oleh syahwat berkuasanya, ini lebih tepat diistilahkan dengan srudak-sruduk, yang hasilnya tentu akan membahayakan bangsa dan negara ini dalam waktu dekat atau di masa mendatang.

Misalnya saja, jika RUU TNI dan RUU POLRI disahkan, ini sama halnya dengan melawan demokrasi dan merupakan penghianatan nyata pada pencapaian agenda Reformasi ’98. Entah karena begitu banyak jasanya POLRI dan TNI pada pemenangan Capres Prabowo dan Wapres Gibran di PILPRES 2024 yang lalu, POLRI khususnya di dalam RUU POLRI ini sangat banyak sekali diberikan keistimewaan, hingga membuat POLRI seolah menjadi lembaga superbody.

Dalam pemberitaan Kompas.com hari ini, Jumat (23/8/2024) saya membaca, bahwa di dalam RUU POLRI tersebut, Polisi diberikan wewenang spionase atau memata-matai dan sabotase yang mengancam kedaulatan nasional. Jika RUU POLRI ini nantinya disahkan, POLRI memiliki wewenang memeriksa aliran dan menggali bahan keterangan atas permintaan kementerian.

Selain itu RUU POLRI juga dinilai mengancam independensi lembaga lain seperti KPK, sebab RUU itu menyatakan agar rekrutmen Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) lembaga seperti KPK dan Kementerian harus mendapat rekomendasi dari Polisi. Ini bahaya sekali bukan?.

Kami kembali bertanya-tanya, kenapa POLRI yang saat ini dipimpin oleh orang kepercayaan Jokowi dari mulai di Solo dahulu sampai sekarang itu mendapatkan begitu banyak keistimewaan dari Jokowi melalui RUU POLRI ini?

Bisa diibaratkan, jika TNI hanya mendapatkan permen melalui pos sejumlah jabatan sipil mirip Dwifungsi di masa Orde Baru, maka POLRI mendapatkan intan permata melalui berbagai kewenangannya di RUU POLRI dan TNI ini.

Apakah karena hal itu, kemudian Polisi sebegitu membabi buta memukuli secara ganas para demonstran yang turun ke jalan pada hari Kamis (22/8/2024) kemarin? Apakah itu bentuk “balas budi” Polisi pada Jokowi yang memberinya banyak keistimewaan di RUU POLRI? Wallahu a’lam…

Membuat Undang-Undang memang kewenangan Lembaga Legislatif (DPR), namun pembuatan Undang-Undang tentu harus dibahas pula dengan Pemerintah (Eksekutif), disetujui bersama dan ditandatangani oleh Presiden. Itu ketentuan dalam Hukum Tatanegaranya.

Maka jangan sekali-kali katakan pembahasan begitu banyak RUU dalam waktu singkat 19 hari itu bukan atas inisiatifnya Jokowi sebagai Presiden melainkan inisiatifnya DPR. Ini salah, karena yang jelas RUU inipun merupakan inisiatifnya Presiden bersama anggota-anggota DPR yang sudah menghamba pada Jokowi.

“Sebab jika Jokowi tidak menghendakinya, tentu Baleg DPR tidak akan membahasnya, dan jika sudah dibahas Presiden Jokowilah yang akan menandatanganinya dengan masa tenggang maksimal 30 hari setelah disetujui oleh DPR,” Lawan !. (dk/SHE).

*Saiful Huda Ems (SHE). Lawyer dan Pemerhati politik, aktivis ’98.

  • Penulis: Arie Khauripan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pangdam V/Brawijaya Lepas 200 Personel Satgas Yonif 836/BY Laksanakan Tugas Bantuan Bencana Aceh

    Pangdam V/Brawijaya Lepas 200 Personel Satgas Yonif 836/BY Laksanakan Tugas Bantuan Bencana Aceh

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 74
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A. memimpin pelaksanaan Waspamgiat keberangkatan 200 personel Satgas Yonif 836/BY Kodam V/Brawijaya di Base Ops TNI Lanudal Juanda, Rabu (31/12/2025). Pasukan diterbangkan menuju Lhokseumawe, Aceh Utara untuk melaksanakan tugas bantuan penanggulangan bencana alam (Gulbencal). Keberangkatan pasukan menggunakan dua pesawat Hercules TNI AU, yakni C-130 SQ 33/A-1331 yang […]

  • Eropa , Treble ,Quadruple

    Tim-Tim Eropa yang Masih Memiliki Peluang untuk Meraih Treble atau Quadruple di Musim Ini

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 38
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Di tengah kompetisi sepak bola paling bergengsi di Eropa, beberapa klub masih memiliki peluang untuk meraih gelar-gelar utama dalam satu musim. Meski sejumlah besar tim telah tersingkir dari kompetisi antarklub, masih ada 13 klub yang berpotensi memenangkan treble (tiga gelar) atau bahkan quadruple (empat gelar) di musim 2025–2026. Berikut adalah daftar klub-klub tersebut, […]

  • LAYANG-LAYANG DIBURU SAAT LIBURAN SEKOLAH, PENGRAJIN KEBAJIRAN ORDER

    LAYANG-LAYANG DIBURU SAAT LIBURAN SEKOLAH, PENGRAJIN KEBAJIRAN ORDER

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle Adis
    • visibility 230
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Libur sekolah dimanfaatkan anak-anak untuk bermain layang-layang. Kondisi ini membuat para pengrajin kebanjiran pesanan. Salah satunya Ahmad Rifai (27), pengrajin asal Desa Simoangin-angin, Wonoayu, Sidoarjo, yang mengaku kewalahan memenuhi permintaan pembeli. “Permintaan layang-layang saat libur sekolah luar biasa. Semua pesanan sudah penuh. Saya benar-benar kewalahan,” ujar Rifai, Selasa (1/7). Jenis layang-layang yang paling […]

  • Stabilitas Sektor Keuangan Terjaga, OJK Optimistis Sambut 2026

    Stabilitas Sektor Keuangan Terjaga, OJK Optimistis Sambut 2026

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 45
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan stabilitas sektor jasa keuangan (SJK) tetap kuat hingga akhir 2025, ditopang kondisi perbankan, pasar modal, dan industri keuangan nonbank (IKNB) yang resilient di tengah dinamika global. Hal itu disampaikan usai Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) pada 24 Desember 2025. Ketua Dewan Komisioner OJK Hasan Fawzi menyatakan ketahanan SJK […]

  • Daya Tarik Wisata Jambu Kediri untuk Healing dan Edukasi

    Daya Tarik Wisata Jambu Kediri untuk Healing dan Edukasi

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Desa Wisata Jambu: Pengalaman Seru yang Menggabungkan Alam, Edukasi, dan Budaya DIAGRAMKOTA.COM – Desa Wisata Jambu menunjukkan bahwa daya tarik suatu destinasi tidak hanya ditentukan oleh lokasinya, tetapi juga oleh inovasi dan semangat komunitasnya. Dari sungai yang dulu terabaikan menjadi rumah bagi jutaan ikan, hingga pekarangan rumah warga yang berubah menjadi kebun buah subur, desa ini […]

  • Karolina Pliskova Kembali ke Melbourne dengan Kemenangan Dramatis di Australian Open 2026

    Karolina Pliskova Kembali ke Melbourne dengan Kemenangan Dramatis di Australian Open 2026

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 48
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kemenangan dramatis yang diraih oleh pemain tenis asal Ceko, Karolina Pliskova, dalam pertandingan pertamanya di Australian Open 2026 menjadi bukti ketangguhan dan tekadnya untuk kembali ke panggung kompetisi besar. Dengan skor akhir 7-6 (7), 6-2, Pliskova berhasil mengalahkan petenis Amerika, Sloane Stephens, dalam laga yang penuh perjuangan. Pertandingan ini tidak hanya menjadi momen […]

expand_less