Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Tenaga OS Pemkot Surabaya Tak Terima Upah Layak, MAPEKKAT Siap Gelar Aksi

Tenaga OS Pemkot Surabaya Tak Terima Upah Layak, MAPEKKAT Siap Gelar Aksi

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Rabu, 26 Jun 2024
  • comment 5 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Munculnya kembali keluhan tentang gaji tenaga outsourcing (OS) di lingkungan Pemkot Surabaya yang tidak sesuai dengan Upah Minimum Regional (UMR) menjadi perhatian serius bagi pengamat kebijakan dan anggota DPRD Surabaya.

Ketua MAPEKKAT, Wiwin, menyampaikan bahwa gaji tenaga OS ini sangat mengkhawatirkan. Banyak pegawai kontrak di lingkungan Kota Surabaya yang merasakan ketidakadilan karena upah mereka jauh di bawah UMK Kota Surabaya.

“Mereka hanya menerima upah sekitar 3,7 juta rupiah, sementara UMK 2024 ditetapkan sekitar 4,5 juta rupiah. Ada selisih hingga 800 ribu rupiah per pekerja, dan total tenaga OS di Pemkot Surabaya mencapai 24.000 orang,” ungkap Wiwin.

Terhadap hal ini, MAPEKKAT berinisiatif meminta Walikota Surabaya Eri Cahyadi meninjau kembali keputusan yang menetapkan upah tenaga OS dengan merujuk pada Permenkeu No. 83 Tahun 2022 dan Perpres No. 98 Tahun 2020.

MAPEKKAT khawatir ada kesalahan dalam penerapan peraturan tersebut terkait sistem upah di lingkungan Pemkot Surabaya. Wiwin menegaskan, “Saya merasa semua tenaga OS yang dipekerjakan di tingkat kelurahan maupun kecamatan tidak diperlakukan secara komprehensif. Jadi, saya mengkhawatirkan adanya kesalahan dalam menerjemahkan Permenkeu atau Perpres yang sebenarnya tidak ada kaitan dengan PPPK.”

Ia menambahkan, “Jika disebut OS atau outsourcing, anggota DPRD seharusnya mengetahui lembar perjanjian kerjanya. Namun, dalam hal ini, tidak ada yang mengetahui sama sekali bahkan keputusan penetapan tenaga OS bersifat sembarangan karena diduga ada titipan dari beberapa petinggi di wilayah kota Surabaya.”

MAPEKKAT menilai perlu menggaungkan bahwa Peraturan Presiden No. 98 Tahun 2020 tersebut diperuntukkan bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang menerima upah setara dengan pegawai PNS/ASN dengan segala tunjangannya.

Namun, kenyataan menunjukkan status tenaga OS saat ini berbeda. Walikota Surabaya dan Dinas Pendapatan Daerah Kota Surabaya jelas memberikan kebijakan yang berdampak pada perubahan upah tenaga OS. Jika terbukti, ada dugaan penyalahgunaan jabatan dan wewenang karena kebijakan ini berujung pada pemotongan upah tenaga OS yang juga tidak memiliki perjanjian kerja sama sekali. Selain itu, pegawai OS di lingkungan pemerintah kota ini diduga tidak mendapatkan jaminan sosial BPJS seperti pekerja swasta, sehingga status mereka tidak sesuai dengan PP No. 98 Tahun 2020.

Dalam waktu dekat, MAPEKKAT sebagai kontrol sosial akan menyampaikan kepada Walikota Surabaya bahwa Peraturan Kemenkeu dan Peraturan Presiden No. 98 Tahun 2020 bukanlah acuan hukum untuk memotong upah tenaga OS yang gajinya jauh di bawah kesetaraan PNS (PPPK).

“Seperti biasa, penyampaian ini akan kami lakukan dalam bentuk unjuk rasa yang rencananya akan digelar minggu depan. Kami berharap media cetak, elektronik, dan online di Surabaya dapat meliput aksi kami agar kabar ini tersebar secara nasional,” pungkas Wiwin. (dk/nw)

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (5)

  • Gatut

    Disyukuri aja gaji segitu masih mending diluar ikut OS malah lebih parah gajinya

    Balas27 Juni 2024 13:28
  • Cak Black

    Gak usah DIPILIH mneh…APBD di AMBUR2NO GAK JELAS. 😂

    Balas28 Juni 2024 06:32
  • Hamba Alloh

    Masa Jumlah Tenaga OS ada 24.000 orang? Selama ini ada Tender Terbuka nya kah?

    Balas28 Juni 2024 13:08
  • Mouori

    Tak usah meributkan gaji UMR atau tidak dan selayaknya semua tanpa pengecualian pegawai negri itu memang pantas gaji segitu , kita yang pegawai swasta gaji di bawah 3,5 juta gak terlalu pusing ngapain kalian kalian heboh

    Balas28 Juni 2024 14:21
  • Aditya Riswanda

    Semenjak dipegang bapak² itu jadi gak karu² an, gak kota nya gak tenaga kerja nya, gitu kok mau 2 periode, wkwkwkwk

    Balas28 Juni 2024 17:06

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tempat Wisata Dekat Tokyo dengan Gyoza Lezat dan Wagyu Berkualitas

    Tempat Wisata Dekat Tokyo dengan Gyoza Lezat dan Wagyu Berkualitas

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Keindahan dan Keunikan Prefektur Tochigi yang Menarik untuk Dijelajahi DIAGRAMKOATA.COM – Prefektur Tochigi, yang terletak sekitar satu jam perjalanan menggunakan shinkansen dari Tokyo, menawarkan berbagai pesona yang tidak kalah menarik dibandingkan ibu kota Jepang. Wilayah ini menyimpan kekayaan alam, budaya, dan kuliner yang layak untuk dieksplorasi. Salah satu destinasi utama di Tochigi adalah Kuil Nikko Toshogu, […]

  • Rumah Menteri Desa Digeledah KPK, Apakah Abdul Halim dan PKB Terlibat?

    Rumah Menteri Desa Digeledah KPK, Apakah Abdul Halim dan PKB Terlibat?

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 169
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di rumah dinas Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, pada Jumat, 6 September 2024. Penggeledahan ini terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam pengurusan dana hibah untuk kelompok masyarakat dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Timur pada periode 2019-2022. Abdul […]

  • Kolaborasi BI Jatim dan Pemprov Jatim Sukses Gelar Fun Walk JCC 2024

    Kolaborasi BI Jatim dan Pemprov Jatim Sukses Gelar Fun Walk JCC 2024

    • calendar_month Minggu, 7 Jul 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 183
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur (KPw BI Jatim) berkolaborasi dengan Pemprov Jatim dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyelenggarakan Fun Walk sebagai bagian dari rangkaian acara Java Coffee Culture (JCC) dan Festival Peneleh 2024. Kepala KPw BI Jatim, Erwin Gunawan Hutapea, menyatakan bahwa kegiatan Fun Walk ini diikuti oleh 3000 peserta, dimulai […]

  • Merasa tak terima Undangan, A.H Thony satu-satunya Dewan yang tak terima Penghargaan dari Walikota

    Merasa tak terima Undangan, A.H Thony satu-satunya Dewan yang tak terima Penghargaan dari Walikota

    • calendar_month Sabtu, 17 Agt 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 158
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Nampak aneh melihat ketidak hadiran Wakil Ketua DPRD Surabaya, A. Hermas Thony dalam upacara HUT Kemerdekaan RI ke-79 di Balai Kota Surabaya. Bahkan saat pemberian penghargaan kepada para pimpinan DPRD, nama A.H Thony tidak disebut, artinya politisi Gerindra ini satu-satunya dari empat pimpinan dewan yang tidak didaulat menerima penghargaan. Padahal menurut beberapa sumber, […]

  • Denada, Ressa Rossano

    Perjalanan Emosional Denada: Pengakuan atas Kesalahan dan Permintaan Maaf Ressa Anak Kandung

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 31
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Penyanyi sekaligus aktris Indonesia, Denada Tambunan, akhirnya secara terbuka menyampaikan perasaan penyesalan yang mendalam. Dalam sebuah unggahan di akun Instagram pribadinya, ia mengungkapkan bahwa Ressa Rossano adalah anak kandungnya. Pengakuan ini dilakukan setelah sekian lama ia menyembunyikannya, sambil menunjukkan rasa bersalah karena tidak bisa berada di sisi Ressa sejak bayi. Denada mengaku bahwa keputusan […]

  • OJK Malang Dorong Generasi Muda Paham Keuangan dan Cerdas Berinvestasi

    OJK Malang Dorong Generasi Muda Paham Keuangan dan Cerdas Berinvestasi

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Meningkatkan Literasi Keuangan Generasi Muda DIAGRAMKOTA.COM –Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Timur dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Malang menyelenggarakan kegiatan Financial Literacy for Youth di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya, pada Senin (6/10/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman generasi muda terhadap pasar modal dan […]

expand_less